Sejak awal, bulan bukan hanya penerang malam.
Bagi sebagian orang, ia adalah langit yang jauh, dingin, dan tak tersentuh. Namun bagi yang tahu rahasianya, bulan adalah pintu. Pintu menuju warisan kuno yang diturunkan bukan oleh manusia, melainkan oleh para Moon Gods—dewa-dewa malam yang mengawasi dunia sejak sebelum nama-nama lahir.
Pada masa itu, manusia masih hidup tanpa tanda. Tidak ada Alpha yang memimpin dengan wibawa, tidak ada Beta yang berjalan di antara dua dunia, dan tidak ada Omega yang membawa kelembutan sekaligus luka. Mereka hanya manusia biasa—rapuh, liar, dan saling melukai dalam kebingungan yang tak pernah selesai.
Para Moon Gods memandang semua itu dari singgasana cahaya mereka di balik awan. Mereka melihat peperangan yang tak henti, cinta yang tak terarah, dan jiwa-jiwa yang kehilangan tempat untuk pulang. Lalu, pada satu malam ketika bulan menggantung bulat sempurna di langit, mereka menurunkan sebuah anugerah.
Bukan sekadar kekuatan.
Bukan sekadar takdir.
Melainkan sebuah sistem yang akan membagi manusia ke dalam tiga garis darah: Alpha, Beta, dan Omega.
Alpha diciptakan untuk menjadi pelindung. Tubuh mereka kuat, feromon mereka tajam, dan kehadiran mereka mampu mengguncang ruangan tanpa satu kata pun terucap. Beta diciptakan untuk menjadi penyeimbang—tenang, stabil, dan sulit goyah oleh dunia yang haus kuasa. Sementara Omega, lahir dengan kelembutan yang tampak rapuh, menyimpan kekuatan yang paling suci: kemampuan merasakan ikatan lebih dalam dari siapa pun.
Namun langit tidak pernah benar-benar menutup rahasianya.
Di antara tiga garis itu, lahirlah sesuatu yang tak disebut dalam doa-doa lama.
Mereka yang lebih langka dari malam tanpa bulan.
Mereka yang disebut Enigma.
Tak ada yang tahu dari mana mereka berasal. Tak ada yang benar-benar mampu menjelaskan mengapa keberadaan mereka membuat tatanan dunia bergeser. Yang diketahui hanya satu hal: Enigma tidak tunduk pada aturan yang sama. Mereka datang seperti bisikan, seperti kutukan, seperti jawaban atas pertanyaan yang bahkan belum sempat diucapkan.
Sejak saat itu, feromon menjadi bahasa yang tak bisa dibohongi. Heat dan rut menjadi tanda bahwa tubuh masih menyimpan warisan bulan. Bonding, marking, dan mating menjadi ikatan yang tak sekadar menyentuh kulit, melainkan jiwa. Dan suppressant diciptakan oleh manusia yang terlalu takut pada anugerah, terlalu ingin melawan sesuatu yang sudah tertulis jauh sebelum mereka lahir.
Mereka menyebutnya sistem.
Mereka menyebutnya takdir.
Tetapi para Moon Gods tahu kebenarannya.
Itu adalah ujian.
Tentang siapa yang mampu memimpin tanpa menindas.
Tentang siapa yang mampu mencintai tanpa memiliki.
Tentang siapa yang mampu menerima bahwa di bawah cahaya bulan, semua jiwa akhirnya akan dipanggil pulang.
Dan malam itu, ketika bulan kembali bulat sempurna, seorang anak lahir dengan tanda yang tak pernah tercatat dalam sejarah.
Tanda yang membuat langit diam.
Tanda yang akan mengubah segalanya.
.
.
Happy Reading
YOU ARE READING
LUNAR [ABOE]
FantasyPatricia Van Maureen adalah Enigma pertama, penyeimbang dunia Omegaverse yang selama ini disembunyikan Moon Gods. Saat takdir mempertemukannya dengan Jendra Dominic-Alpha yang ditakdirkan menjadi mate sekaligus penopang warisan Enigma berikutnya-ke...
![LUNAR [ABOE]](https://img.wattpad.com/cover/378301978-64-k451189.jpg)