We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

1. Tetangga Baru

508 28 15
                                        

Surat undangan itu masih terus berada dalam genggaman tangan perempuan muda yang wajahnya nampak murung tak bernyawa.

Jam baru menunjukkan pukul empat sore. Hari sabtu ini, biasanya perempuan yang memiliki nama lengkap, Danaya Kania itu sudah bersiap berdandan untuk pergi kencan.

Namun, hari ini semua terasa beda.

Tatapan suram Danaya, seakan menggambarkan kalau sabtu ini tidak akan sama lagi seperti sabtu yang lain.

Kekasih yang sudah dia pacari hampir tiga tahun, tepat hari ini akan menikah dengan perempuan lain yang menjadi pilihan orang tuanya.

Dijodohkan, katanya.

Hembusan napas Danaya terasa berat.

Rambut panjang Danaya pun tampak berantakan dengan kunciran jepit di atas kepalanya.

Baju kaos yang tampak longgar dan kebesaran di badan Danaya, menambah acak-acakan penampilan Danaya.

Tatapan Danaya, menengadah dan menerawang jauh ke atas langit sore.

Memandangi burung-burung walet yang berterbangan kembali ke sangkarnya.

⭐⭐⭐

Di saat bersamaan, seorang pria dengan rambut hitam pendek. Hampir mendekati cepak, menghentikan sepeda motor yang dia kendarai.

Matanya menatap ke arah bangunan kontrakan dua lantai yang memiliki sepuluh pintu. Lima pintu di lantai pertama dan lima pintu lagi di lantai kedua.

Warna dinding bangunan tersebut masih terlihat terawat dengan ada taman kecil pada bagian depannya.

Tidak lama kemudian, dia pun kembali menghidupkan mesin motornya dan melanjutkan lagi ke dalam area kontrakan yang memiliki satu pintu pagar utama sebagai akses keluar masuk.

Pria muda itu memarkirkan motornya di lahan khusus parkir penghuni kontrakan.

Kemudian dia turun dari atas motor, sembari menenteng tas besar di tangan.

Di bagian punggungnya, menggendong tas ransel warna hijau lumut dan badannya ditutup jaket dengan motif loreng.

Dia berjalan menuju bangunan tersebut. Setelahnya dia menaiki anak tangga ke lantai dua.

Saat sudah berada di lantai dua, dia melihat ada perempuan dengan wajah kusut, nampak menopang dagu di pegangan pembatas besi.

Dia terus berjalan, dan ketika akan melewati tempat perempuan itu berdiri, pria yang memiliki postur tubuh tinggi tegap itu, menyapa perempuan yang tak lain adalah Danaya, melalui suara sopan.

"Permisi, Bu," ucapnya hormat.

Danaya yang merasa terusik lamunannya karena mendengar ada seseorang yang memanggil dia dengan kata "Bu", refleks menoleh ke samping.

"Bu? Heh! Emang muka gue setua itu apa? Sampai dipanggil Bu?" oceh Danaya yang memang suasana hatinya sedang hancur.

Pria tadi pun lantas berhenti berjalan. Dia menengok dan menghadap Danaya.

"Maaf ... soalnya saya cuma mau sopan doang." Pria itu melihat ke nomor kamar.

"Saya penghuni baru di kamar nomor 8 ini." Pria tersebut menunjuk ke kamar yang persis ada di sampingnya berdiri.

Danaya melihat kamar yang sudah lama kosong.

Kemudian pria itu memperkenalkan diri kepada Danaya.

"Nama saya Saka."

Pria muda yang memperkenalkan diri sebagai Saka, memberikan senyuman lebarnya kepada Danaya.

Akan tetapi, Danaya hanya diam kaku.

HELLO GOODBYE Stories to obsess over. Discover now