"Chi è il bersaglio questa volta?" ucap seorang wanita sambil mengepulkan asap rokoknya.
( Siapa target kali ini )
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Alexandro Lianno, un nuovo uomo d'affari che vuole padroneggiare le mie rotte commerciali nella parte europea. Quel bastardo rancido sta cercando di prendermi in giro, voglio che tu lo uccida e uccida tutta la sua famiglia."
(Alexandro Lianno,seorang pebisnis baru yang ingin menguasai jalur perdagangan ku di bagian eropa.Bajingan tengik itu mencoba mengusik ku,aku ingin kau habisi dia dan seluruh keluarga nya.)
Laki - laki paruh baya dengan tato di seluruh tubuhnya berkata dengan nada sarkas sambil mengangkat gelasnya yang berisi wine.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Wanita itu hanya tertawa sambil berdecih "Ck Questi imprenditori avidi"
(Para pebisnis rakus ini ).
"Sono sicuro che questo non sia un lavoro difficile per te, vero mia dolce Xienna?HAHAHAHA" Ucap laki - laki itu dengan tawa yang menggema di seluruh ruangan .
(Aku yakin ini bukan pekerjaan yang sulit untukmu,benarkan xienna ku yang manis ?)
"Smetti di chiamarmi così, maledetto vecchio!"
( Berhenti memanggil ku seperti itu dasar pria tua sialan! )
****
Dorrr Dorrr Dorrr
Gema suara tembakan memenuhi seisi ruang tamu yang luas itu.
" dovresti semplicemente rimanere nella tua porzione, nuovo arrivato. "
( seharusnya kau tetap dalam porsimu saja pendatang baru. )
kepulan asap rokok itu mengudara dengan bebas.
" Ti prego, non uccidere mio figlio " ucap lelaki yang sudah terbaring lemah dengan bersimbah darah.
( Aku mohon jangan bunuh anak ku.)
Yang tidak lain dan tidak bukan adalah target dari wanita bengis itu.
"Ah, che ne dici di questo? Mi ha ordinato di farvi fuori tutti, senza eccezioni." Wanita itu nampak sedikit berpikir sambil memutar - mutarkan pistol nya.
(Haa,bagaimana ini. Dia menyuruhku untuk menghabisi kalian semua tanpa terkecuali )
Lelaki itu masih mencoba berucap dengan lirih." Chiedo " (A-ku mohon)
Uhukk uhukk byurrr
Darah segar menyembur dari mulut lelaki itu,dan dia menghembuskan nafas terakhirnya.
"papà, papà"
hikss hikss
Gadis kecil itu menangis sambil menggoyang - goyangkan tubuh ayahnya yang sudah tak bernyawa,bersampingan dengan mayat ibunya.
"Mi dispiace, bambina, ma tu non fai eccezione. Riposa in pace davanti a Dio."
(Maaf gadis kecil,kau bukan pengecualian.Temuilah Tuhan dengan damai.)
Wanitu mengarahkan pistolnya tepat di kepala gadis kecil itu.
Dan
Dorrrr
Dengan cepat peluru menembus kepala gadis kecil yang malang itu.
Sungguh kejam dan tanpa pengecualian.
Tepat di malam itu seluruh keluarga Alexandro Lianno habis di bantai oleh seorang wanita.
Pembunuh bayaran keji yang tidak memandang usia atau batasan.