Malam itu, seluruh kerajaan gempar. Para ksatria berlari hilir mudik di lorong istana, suara langkah mereka menggema di antara dinding marmer yang biasanya tenang. Pelayan-pelayan berbisik cemas, sementara para penjaga diperintahkan menyisir setiap sudut wilayah tanpa terkecuali.
Pangeran kesayangan kerajaan menghilang.
Tak ada tanda-tanda perlawanan. Tak ada surat ancaman.
Seolah sosok itu lenyap begitu saja ditelan malam. Padahal beberapa jam sebelumnya, ia masih terlihat berjalan di taman istana dengan senyum lembut yang selalu berhasil menenangkan siapa pun yang melihatnya.
Pemuda itu dikenal oleh seluruh rakyat sebagai sosok yang nyaris sempurna. Dengan surai perak yang jatuh lembut hingga menyentuh bahunya, kulit putih, serta sepasang mata heterokromia yang begitu langka—biru laut di sebelah kanan dan hijau zamrud di sebelah kiri. Bibirnya Semerah cerry, sementara tubuhnya yang kecil membuatnya tampak jauh lebih rapuh.
Tak ada seorang pun yang membencinya.
Setidaknya, itulah yang diyakini semua orang.
Sementara seluruh kerajaan sibuk mencarinya, sang pangeran perlahan membuka mata di tempat yang sama sekali asing. Pandangannya buram. Kepalanya terasa berat, seolah baru saja tertidur terlalu lama. Ruangan gelap yang tidak dikenalnya menyambut penglihatannya. Ia mengerjap beberapa kali sebelum berusaha duduk.
Cling.
Suara logam membuat tubuhnya membeku.
Tatapannya perlahan turun ke arah pergelangan kaki.
Rantai.
Sebuah rantai besi tebal melingkar di sana.
Napasnya tercekat. Dengan jantung yang berdegup semakin cepat, ia mencoba turun dari tempat tidur. Kepalanya dipenuhi pertanyaan yang tak memiliki jawaban. Di mana ia berada? Apa yang terjadi? Mengapa dirinya dirantai?.
Dirinya panik. Baru beberapa langkah, tubuh kecilnya kehilangan keseimbangan. Rantai itu membatasi pergerakannya dan membuatnya tersandung. Ia terjatuh ke lantai dengan keras.
"Ah.." ringisnya pelan.
Rasa nyeri langsung menjalar dari pergelangan kakinya. Wajahnya meringis. Belum sempat ia bangkit, suara pintu yang terbuka tiba-tiba terdengar dari belakang.
Krek.
Pemuda itu menoleh cepat.
Sesosok pria tinggi berdiri di ambang pintu.
Rambut hitam yang tertata rapi. Seragam butler yang begitu familiar. Dan sepasang mata yang selama ini selalu ia anggap sebagai tempat yang aman.
Untuk sesaat, kelegaan memenuhi dadanya.
"...Derek?"
Pria itu tampak terkejut melihatnya berada di lantai. Tanpa membuang waktu, ia segera menghampiri dan berlutut di sampingnya.
"Yang Mulia."
Nada suaranya terdengar sama seperti biasanya. Tenang. Sopan. Lembut.
Dengan hati-hati Derek membantu mengangkat tubuhnya kembali ke atas kasur. Jemarinya memeriksa pergelangan kaki yang terkilir, lalu menghela napas pelan saat melihat memar yang mulai muncul.
"Kau terluka."
"Apa yang terjadi?" tanyanya cepat. "Di mana kita?
Kenapa aku dirantai?"
Derek tidak langsung menjawab.
Ia mengambil kain dingin dari meja di samping tempat tidur, lalu menempelkannya perlahan pada pergelangan kaki yang cedera. Gerakannya begitu hati-hati hingga hampir terasa seperti seorang pelayan yang sedang menjalankan tugasnya seperti biasa.
Namun justru itulah yang terasa aneh.
Terlalu biasa, terlalu tenang.
Seolah tidak ada yang salah dengan keadaan mereka.
"Derek," panggilnya lagi, kali ini lebih pelan. "Jawab aku."
Ruangan itu hening beberapa saat.
Kemudian Derek mengangkat kepalanya.
Tatapan mereka bertemu.
Untuk pertama kalinya, sang pangeran merasakan sesuatu yang asing dalam mata pria yang telah menemaninya selama bertahun-tahun. Sesuatu yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Sesuatu yang membuat jantungnya perlahan terasa semakin berat.
"Aku hanya ingin melindungi Anda, Yang Mulia."
Senyum tipis muncul di wajah Derek.
Lembut.
Namun entah mengapa membuat bulu kuduknya meremang.
"Tidak ada seorang pun yang akan menemukan tempat ini."
Untuk pertama kalinya sejak terbangun, sang pangeran benar-benar memahami situasinya.
Ia tidak tersesat.
Ia tidak diselamatkan.
Ia ditawan.
Dan orang yang menahannya adalah seseorang yang paling ia percaya.
Maafin kalo ada typo dan ini cerita pertama yang aku buat Tolong di maklumi. 。Hiroi_◕‿◕。
YOU ARE READING
The Butler's illusion: obsesi sang pelayan
Mystery / ThrillerSeperti namanya, Pangeran _Kiraii Lysander d'Argent_ adalah perwujudan dari kemurnian. Dengan surai seputih perak, kedua mata indah yang berbeda warna, dan bibir semerah cerry, ia adalah permata paling berharga di kerajaannya. Kelembutan hatinya mem...
