1. AWAL

3 3 2
                                        

AWAL

Suatu hari, ada seorang anak bernama Glanz. Dia berusia 13 tahun. Saat itu, dia sedang duduk di sebuah taman. Tiba-tiba, ada seorang pria dewasa yang datang kepadanya. Ia berkata, akan memberikan Glanz sebuah permen yang sangat banyak, jika ia ingin ikut dengannya. Namun, Glanz langsung menolaknya. Pria itu awalnya mencoba baik-baik lagi. Tapi Glanz tetap menolaknya. Bahkan, ia berkata "jangan bicara padaku lagi". Setelah itu, pria itupun kesal, dan langsung ingin membawa Glanz.

Ia mencoba mengangkat Glanz, namun ternyata tubuhnya sangat berat, hingga tidak bisa diangkat. Pria itu kaget, dan kagum dengan beratnya Glanz. Karena merasa tidak bisa membawanya, pria itu mengeluarkan pisau kecil di kantungnya, dan ingin memutilasi tubuh Glanz di situ juga. Namun, dengan cepat, Glanz langsung menghindar, dan langsung mengeluarkan cahaya dari matanya, yang sangat terang hingga pria itu pusing. Setelah beberapa detik, pria itu pingsan karena cahaya terang itu.

Setelah itu, Glanz membawa tubuh pria itu ke tong sampah terdekat, dan membuangnya ke situ.

Di sisi lain, ternyata ada remaja seumuran dengannya yang melihat aksi Glanz itu. Ia langsung menyapa Glanz, dengan hati-hati. Glanz curiga jika dia adalah teman pria tadi. Namun, ia langsung membantah dan bilang jika ia hanya berjalan-jalan di taman dan tidak ada maksud ingin apa-apa pada Glanz.

Namun, Glanz malah salah fokus ke baju anak itu yang bertuliskan "The Vaanturas". Glanz berkata,

"Eh, wah... Kau fans-nya The Vaanturas juga ya?!".

Anak itu menjawab, iya. Tanpa pikir panjang, merekapun langsung berteman baik setelah itu.

(Sekedar Informasi, "The Vaanturas" adalah sebuah Band rock asal Negara Gaia. Mereka dikenal di seluruh dunia karena gaya rock nya yang sangat ikonik. The Vaanturas memiliki basis fans yang sangat banyak, terutama remaja dan orang dewasa.)

Setelah itu, merekapun berteman. Mereka mengungkapkan nama asli masing-masing.
Anak itu ternyata bernama "Mizuki Harley". Ia adalah seorang anak keluarga miskin dari kota Northern Valley.
Glanz juga memberitahu namanya. Namun, ia tidak bisa menyebutkan nama keluarganya karena ada suatu alasan. Ia juga tidak menganggap nama keluarganya penting baginya.

Merekapun berteman sejak saat itu.


[Bersambung]

GLANZTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang