01

342 47 38
                                        

Musik menghentak, suasana riuh dengan banyaknya orang di lantai dansa. Bau alkohol, asap rokok dan parfum berterbangan di sekitar Jungkook berdiri. Matanya mengitari sampai sudut ruangan yang bisa dia lihat. Dia sedang mencari seseorang di tengah kerumunan manusia yang memenuhi club malam itu.

Mata Jungkook menyipit demi memperjelas penglihatan saat menangkap sosok yang dia cari sedang duduk santai sembari menikmati minuman kerasnya. Dengan langkah mantap, Jungkook menghampiri laki-laki itu.

Bugh bugh

Darah segar keluar dari bibir Seokjin setelah menerima dua pukulan di wajah yang dilayangkan dengan keras oleh Jungkook.

"Brengsek." Umpat Seokjin dengan raut marah menatap Jungkook. Dia lalu berdiri dan berhadapan dengan Jungkook.

Seokjin sedang duduk tadi saat tiba-tiba saja Jungkook datang dan langsung memukulnya tanpa alasan yang jelas.

"Itu belum seberapa dengan rasa sakit yang adik saya rasakan saat ini. Kau pantas mendapatkan yang lebih parah dari itu." Kata Jungkook dengan tatapan penuh amarah ke Seokjin. Mereka berdiri berhadapan layaknya lawan yang siap bertarung. Membuat semua orang di sekeliling mereka penasaran dan mendekat untuk melihat.

"Apa maksudmu?"

"Tuan.. nona.. permisi.. beri saya jalan." Seseorang tiba-tiba saja datang membelah kerumunan yang menonton adegan Jungkook memukul Seokjin. Membuat pertanyaan yang Seokjin lontarkan ke Jungkook tidak segera mendapat jawaban.

"Jin.. gawat." Yoongi yang datang dari kerumunan segera menghampiri Seokjin.

"Ada apa Yoon?" Tanya Seokjin, mengalihkan tatapannya segera ke Yoongi.

"Mobilmu hancur. Kaca depan pecah karena ulah seseorang. Lalu body mobilnya juga penyok di beberapa tempat." Jelas Yoongi.

Alis Seokjin menukik tajam mendengar kondisi mobilnya di rusak orang.

"Siapa pelakunya?" Tanya Seokjin ke Yoongi.

"Saya." Jungkook menjawab pertanyaan Seokjin. Membuat fokus Seokjin berpindah ke Jungkook kembali.

"Itu belum seberapa. Saya bisa saja membakar mobil itu tapi tidak saya lakukan." Lanjut Jungkook.

Yoongi yang berdiri di samping Seokjin menatap Jungkook dengan mata membulat. Merasa takjub dengan keberanian Jungkook membuat Seokjin marah.

Seokjin yang sudah murka segera menerjang Jungkook. Dia meraih kerah kaos Jungkook dengan kedua tangan dan mencengkeramnya dengan kuat.

"Brengsek. Apa masalahmu sebenarnya?" Umpatan Seokjin disertai pertanyaan yang terdengar begitu mengintimidasi. Wajahnya begitu dekat dengan wajah Jungkook. Memerah karena marah.

Mendapati keadaan seperti itu, Jungkook tidak gentar. Dia sudah mengumpulkan keberanian sebelum menemui Seokjin.

"Mungkin kita tidak saling mengenal. Tapi kau pasti kenal seorang gadis bernama Eunbi kan? Dia adik saya satu-satunya." Jawab Jungkook.

Seokjin menatap heran ke arah Jungkook. Pasalnya, dia tidak mengenal gadis yang Jungkook sebutkan tadi.

"Saya tidak mengenalmu ataupun adik perempuan yang kau sebutkan tadi." Jelas Seokjin.

"Tunggu tunggu." Yoongi yang sedari tadi memperhatikan apa yang terjadi, segera berjalan ke arah Seokjin dan berdiri di sampingnya. Hendak melerai Seokjin dan Jungkook. Tapi Seokjin masih terus mencengkeram kerah kaos Jungkook begitu erat.

"Tadi siapa namanya? Eunbi?" Tanya Yoongi ke Jungkook.

Seokjin menatap Yoongi saat Jungkook menjawab pertanyaan Yoongi dengan anggukan kepala.

NumbHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora