"When yh?" Dan, "Coba aja, ada buku how to be Y/N" adalah kata andalannya setiap hari.
Kisah gadis yang halunya ketinggian, hopeless romantic tulen, kadang pengen jadi Y/N tapi kadang juga males, punya banyak mode, dan sesekali bisa rese banget. J...
"Eh Halmeoni! Gua udah mau naik kelas dua eSeMA ya, kocag! Mentang-mentang gue cetek dikit," kesalnya, suaranya pelan di kalimat terakhir.
"Semua ini terjadi karna kamu pergi. Kenapa kamu memaksa untuk pergi?"
"Nah itu tuh. Tinggi, blonde, kacamataan." Kini jari telunjuknya mengarahkan pandangan Jian pada objek yang dimaksud.
Jihan menyipitkan mata, lehernya maju bagai sticker kucing "Bakekok".
"Mirip my bojo gue, tapi namanya mirip my to'o. Gamau ah, to'o gue ileran. Ntar tiap liat dia yang ada keinget iler to'o gue."
"Gue pengen banget jadi Y/N, jir. Tapi gue gamau digrepe-grepe"
"Lah, kemaren gue liat lo dicium sama anak kelas gue. Lo mau aja tuh?"
"Lo orang ter-brengsek yang pernah gue temuin"
"Emang. Mau apa lo? Marah?"
"Ommak, abs nya mantep banget jir. Rugi ga digodain"
"Kumat ni anak. Giliran dibales kaga mau"
"Lo tau itu, Ji. Terima perasaan gue ... gue suka sama lo"
"Kalo gue nggak mau?"
ᡣ𐭩ྀིྀིྀི
"Iya, tunggu aja besok. Kalau omongan lo bener, hunting-hunting kita besok."
"Hahaha, gue puasin lo. Eh, lanjut besok aja ya, mata gue udah berat banget."
"Yoii~ Gudbai cantikk," balasnya dengan suara manja sebelum panggilan berakhir. Senyum lebarnya langsung merekah, memperlihatkan gigi gingsul yang jadi ciri khasnya. Rambut hitam sebahu dan kulit kuning langsatnya terlihat semakin cerah di bawah cahaya lampu kamar. Namanya Jihan.
Beneran, Jihan doang. Udah
Di salah satu kamar di Seoul, Jihan tersenyum seperti Joker-senyum lebar yang selalu muncul tiap ia sedang kegirangan berat. Akhirnya setelah bertahun-tahun, ia kembali ke Korea. Kali ini bukan sekadar liburan sementara atau ikut orang tuanya bekerja.
Ia datang dengan misi.
Misi mencari pasangan hidup setelah capek di-bully habis-habisan karena jomblo-baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Salah satu yang paling sering menggodanya adalah Carmen, teman asal Bali yang ia kenal lewat grup Roblox. Ternyata gadis itu sudah tinggal di Korea selama tiga setengah tahun.
Berkat adanya Carmen, alibi "belajar", dan rengekan Jihan setiap hari, akhirnya orang tuanya mengizinkan ia sekolah di sini.
Jihan memeluk bantal erat, memejamkan mata sambil berbisik genit ke langit-langit kamar, "Tunggu aku, sayang-sayangkuuu~ I'm coming!"
Imajinasinya langsung meluncur liar. Halu yang semakin mulus setelah membaca AU sore tadi membuat senyumnya tak mau pudar.
Ia sudah membayangkan calon "mbg"-nya, rasa MBG korea, jalan-jalan, dan segala macam skenario manis yang bikin hati berdegup.
Sementara itu, di I-DORU High School, para siswa-siswi hectic sedang menjalani hari mereka seperti biasa. Tak ada yang tahu kecuali Carmen.
Besok, sebuah variabel asing akan menyelinap masuk ke kehidupan mereka tanpa permisi.
ദ്ദി(˵ •̀ ᴗ - ˵ ) ✧
Nih Jihan. 100% indo, tinggi 153.9, bb terserah, umur sewajarnya, alamat seadanya, maem ter fav favnya adlh kentang sm ubi cilembu sm ppang(omnivora bosz), apk favnya tiktok(wajar nyolot), cita-cita menjadi Y/N, tapi kalo lagi males dia pengennya jadi Jude Belingham.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Makasih udah mencet cerita ini (walau gua kagak pinter bikin cerita wokwok)
Anyway si Jihan ini terinspirasi dari ... seseorang di dunia rill.