Ibarat mau naik kereta yang singgah di stasiun kamu, tapi keretanya terlanjur berangkat lagi menuju stasiun berikutnya. Kurang lebih begitu.
Tahun ini, si gadis bungsu Gelora Puspa akan menginjak usia 23. Terpaut sejauh sebelas tahun sama kakak sulungnya yang baru-baru ini punya pacar lagi setelah gagal nikah dulu sewaktu usia kepala dua. Panggil saja Umar Perdana.
Mereka berdua sibuk berbincang mengenai kehidupan mereka baru-baru ini. Keduanya sama-sama bersyukur momen sejarang ini masih bisa dinikmati oleh mereka walau kurang satu member. Topiknya pun bertahap. Dari membahas absen-nya anak tengah keluarga alias kakak sekaligus adik dari mereka, apresiasi Umar terhadap Gelora yang mampu menyelesaikan perguruan tinggi satu semester lebih awal, sampai topik sensitif Umar gagal nikah beberapa tahun silam yang dibalut kabar euforia bahwa Umar baru punya pacar lagi.
"Namanya Cantika. Jangan kamu panggil mbak, panggil teh aja. Orang Bandung soal e, Teh Cantika gitu,"
Maka yang tadinya hal-hal berbau hubungan percintaan jarang dibahas di rumah, sejak tahu kabar menarik tentang Umar punya pacar, Gelora memutuskan untuk lebih terbuka perihal perasaannya.
Kali ini meja persegi panjang rumah diisi lengkap oleh tiga orang anak. Umar, Gelora dan Firdaus Permata yang akhirnya dapat pulang dari negeri benua sebelah. Mas Firdaus pula sudah menikah enam tahun silam walau memang belum dikaruniai seorang anak.
Gelora sendiri sudah lama hidup sendirian pasca ditinggal kakak-kakaknya bekerja dan hidup masing-masing. Pacaran pun tidak pernah berakhir baik disebabkan aturan tak tertulis keluarga ini; tak perlu pacaran untuk menikah. Gelora tak bisa dibilang terlalu menurut, tapi dia tahu sendiri risiko pacaran di zamannya seperti apa. Karena kelamaan jomblo, akhir-akhir ini Mas Umar jadi sering bilang kayak, "Download bumble aja sana Gel.. siapa tau dapet siapa gitu kan.."
Dengar itu, Gelora yang namanya disingkat jadi Gela sama kakak-kakaknya cuma bisa ketawa. Sampai tiba-tiba obrolannya terdampar ke momen Gelora wisuda satu bulan yang lalu. Perempuan itu memicingkan mata, teringat akan sesuatu, "Mas, tau nggak sih yang trend TikTok day 1 direply abis wisuda?"
"Hm. Tau kayaknya, dari kakak iparmu, (istri Firdaus) mbak Devi. Kenapa?" Jawab Firdaus.
"Halah, padune meh ngrasani aku. Yo po ra?" Sahut Umar bercanda diiringi tawa oleh dua orang sisanya. "Enggak tau, Gel. Aku jarang buka tiktok sekarang. Gen millennial mulai katrok-katrok, hahaha." Lanjut Umar.
"Kenapa Gel? Ada yang ngereply kamu pasca wisuda?" Tanya Firdaus.
"Iya lagi," Gelora tanggapi sambil lanjut cengengesan.
"Siapa?"
"Ada kating yang sempet kusuka pas semester 2, kak Hilmi namanya, setahun diatasku. Habis gitu ada 2 temen SD yang dulu naksir aku, sama satu lagi temen SMP yang dulu singgungan karena beda visi misi waktu mau maju MPK."
"Yang SMP yang akhirnya gagal partneran sama kamu itu?"
"Dan betol."
"Oke lanjut." Tukas Firdaus tak sabar, Umar justru menyela. "Banyak banget sih Gel. Curiga ngarang."
"ih. Ini kuceritain yang penting aja!" Selanjutnya Umar dan Firdaus mendekat ke Gelora untuk melihat rincian room chat dari ponsel adik mereka antara Gela dan dua lelaki yang Gelora putuskan untuk ungkap identitasnya, kak Hilmi lalu Rahnu yang satu SMP dengannya.
Di situ terpampang akun medsos Rahnu yang hanya mengirim bubblechat Loh udah sempro?? Baru semester berapa ini? dijawab Wkwk yoi mgebut dari Gelora yang agak typo. Satu lagi dari Rahnu; Gacor betull udah S.T tatakotah nieeh yang tidak dibalas lagi oleh Gelora.
"Kenapa gak mbok bales?"
"Lali."
"Yaopo seh."
"Sebetul e orang dari SMP sing lanang yang kuharap ngereply tuh bukan dia tau,"
"Siapa lagi?"
Gelora senyap sejenak. "Kalian udah pernah tak ceritain tentang Damar belum?"
Mereka berdua menggeleng. "Jujur Mas lost count sama gebetanmu yang selalu gagal itu. Kamu sih ndak pernah cerita seng niat!"
Kalau bukan karena orang-orang yang membalas status Gelora, Firdaus yang memancing topik dan Umar yang tiba-tiba mendesak adik bungsunya itu untuk bercerita, agaknya cerita ini tidak akan pernah Gelora ungkit lagi. Bukan perihal buat dirinya sedih, tapi lebih seperti.. Gelora tak mengerti bahwasanya cinta-cintaan anak SMP begini memang harus dibahas setidaknya sekali untuk meluruskan hal yang dahulu anak seusia itu belum bisa lakukan.
YOU ARE READING
𝘜𝘯𝘴𝘱𝘰𝘬𝘦𝘯 𝘛𝘩𝘪𝘯𝘨𝘴 𝘞𝘦 𝘚𝘸𝘢𝘭𝘭𝘰𝘸𝘦𝘥 𝘞𝘩𝘰𝘭𝘦
RomanceCerita singkat perihal yang terjadi antara Damarukan & Gelora yang belum pernah dibicarakan secara eksplisit Bentuk trauma dumping di balik faceclaim Gelora (gw sendiri) YANG disutradarai oleh kedua belah pihak (iya ini di co-write oleh faceclaim D...
