part16

18 12 0
                                        

Bel istirahat berbunyi siswa-siswi keluar dari kelas mereka dan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka, Nay dan kedua sahabat sedang berjalan di Koridor sekolah.

"Eh ternyata kita disini udah tiga bulan ya," Ucap Gladis.

"Iya, perasaan baru kemaren deh aku masuk sini," Ujar Anin.

"Engga kerasa ya waktu cepet banget." Ucap Naya.

Naya dan kedua sahabatnya sudah sampai di kantin tetapi keadaan kantin sangat ramai, mencari tempat yang kosong tatapan Anin tertuju di pojok kanan dekat jendela.

"Deket jendela aja yuk, masih ada dua yang kosong," Ajak Anin.

"Boleh deh." Jawab Naya dan Gladis.

Mereka duduk di dekat jendela Anin duduk di tengah-tengah sambil memakan permen lolipop, mata Naya tidak sengaja melihat Raga dan kedua sahabatnya yang baru saja masuk kedalam kantin.

"Disana aja yuk," Ajak Attar.

"Boleh lagian tinggal tempat itu yang kosong." Jawab Raga sambil matanya melihat Naya sekilas.

Raga dan keduanya sahabatnya duduk tepat di samping Naya dkk, sedari tadi matanya menatap Naya remaja itu sepertinya sudah jatuh.

Attar yang berada disamping Raga menepuk pundak Raga. "Temboknya tinggi Ga, engga bakal bisa lo gapai, Tuhan lo sama dia beda Ga,"

"Lo pergi ke gereja dia pergi ke masjid, lo pake kalung salib, dia pegang tasbih Ga," Ucap Attar.

"Iya gue tau, temboknya tinggi gue juga engga bakal rebut dia dari tuhannya," Kata Raga.

"Bilang Ga, sebelum rasa itu semakin dalam dan juga biar dia engga terlalu berharap sama lo." Kata Alga.

Memang benar apa yang di kata Alga sebelum rasa itu semakin dalam dan kau Raga harus jujur dengan hatinya.

"Nay, kayanya dari tadi kak Raga liatin lo terus deh," Ucap Gladis.

"Masa perasaan lo aja kali Dis," Kata Naya.

"Mungkin kak Raga suka sama lo kali Nay," Tebak Gladis.

"Kalo lo gimana Nay?" Tanya Gladis.

"Gue seneng kalo liat dia, terus kalo gue dekat dia kadang suka deg-deg kayanya gue nyaman sama dia," Jawab Naya.

"Fiks lo suka sama kak Raga." Kata Gladis.

Mungkinkah Naya telah jatuh hati kepada laki-laki yang baru dia kenal selama tiga bulan, sepertinya tidak dirinya hanya merasa nyaman saja dengan Raga karena laki-laki itu sangat baik, tapi dirinya tidak berbohong jika mengatakan Raga sangat tampan karena memang itu fakta.

Bel masuk berbunyi siswa-siswi yang berada di kantin masuk kembali ke dalam kelas masing-masing. Begitu juga Raga dan kedua sahabatnya yang saat ini sedang berjalan di Koridor sekolah mata Raga tidak sengaja melihat Naya dari arah belakang.

"Rasa itu engga salah Ga, kita juga engga bisa milih mau jatuh cinta ke siapa karena itu datengnya dari hati, tapi lo jatuh kepada hati yang engga tepat Ga," Ujar Attar.

"Hahaha iya, harusnya hati gue engga jatuh ke dia ya karena mustahil banget buat gue sama dia menjadi kata 'kita'," Ucap Raga.

"Masih bisa jadi temen Ga," Kata Alga.

"Nah bener tuh kata si kulkas berjalan." Ucap Attar.

Yang dikatakan Alga memang benar Raga masih menjadi temen untuk Naya, memang kita tidak dapat memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta sebab jatuh cinta ada dua pilihan bukan? Antara bahagia atau akhirnya hanya luka yang di dapat.

Sudut Kota Bandung(END)TerbitHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora