Hallo guys!
Happy reading
.
.
.
Malam itu, Hutan lebat tidak lagi berbisik. Hutan itu menjerit dalam keheningan. Asap hitam sisa dari sihir kegelapan menggantung di udara, menutupi cahaya bulan yang berusaha mengintip dari balik dahan-dahan pohon yang patah.
Di tengah tanah yang retak dan hangus, seorang gadis, Mira, terbaring tak berdaya.
Darah mengalir dari pelipisnya, membasahi tanah yang dingin. Armor merah muda yang ia kenakan kini hancur berkeping-keping, menyisakan logam tajam yang justru melukai kulitnya sendiri. Dengan sisa tenaga yang nyaris tiada, jemarinya yang bergetar berusaha menggapai gagang pedangnya yang terletak hanya beberapa senti dari tangannya.
Pedang api pusakanya yang kini hanya berupa patahan besi yang kehilangan kobarannya.
Mira mencoba menekan telapak tangannya ke tanah, berusaha mengangkat tubuhnya yang terasa seberat gunung. Namun, tulang-tulangnya seolah telah menjadi abu. Ia terbatuk, memuntahkan cairan merah kental, dan kembali terhempas ke tanah yang lembap. Setiap tarikan napasnya adalah rasa sakit yang murni.
Dua pasang sepatu bot hitam mendarat pelan di dekat kepalanya, tanpa suara, seolah-olah mereka adalah bagian dari kegelapan itu sendiri. Dua pria berjubah hitam berdiri tegak di atasnya. Jubah mereka bergerak-gerak seperti asap yang hidup, memancarkan aura mistis yang mencekam.
"Lihatlah dirimu, Mira," salah satu pria itu bersuara. Nada suaranya datar, namun mengandung kekejaman yang dalam. "kau terlalu berusaha untuk membunuh kita berdua, itu mustahil"
Pria yang satunya lagi perlahan mengangkat tangan kanannya. Dari sela jarinya, muncul untaian energi hitam yang berderik, membentuk pedang cahaya gelap yang berdenyut-denyut. "Selamat tinggal Keeper."
Mira tahu dia tidak akan melihat matahari terbit. Namun, alih-alih memohon nyawa, ia menatap tajam ke balik tudung gelap mereka dengan mata yang berkilat penuh dendam dan keyakinan.
Ia memaksakan suaranya keluar, serak dan penuh tekanan.
"kalian mungkin bisa membunuhku malam ini..." Mira tersenyum getir, "tapi akan kupastikan, kalian akan bertemu dengan seseorang yang lebih kuat dariku dan bisa menaklukan kalian berdua"
Mira memejamkan matanya sesaat "bisikan, berikan kutukan ini pada siapapun yang layak"
Kedua pria itu terdiam sesaat, seolah merasakan getaran aneh dari sumpah tersebut. Namun, kesombongan memenangkan mereka. pedang energi hitam itu dihujamkan tepat ke jantung Mira dengan kecepatan kilat.
Mata Mira terbelalak, lalu perlahan meredup. Napas terakhirnya terlepas bersama angin malam yang tiba-tiba berhembus kencang. Begitu nyawanya meninggalkan raga, tanah di bawah tubuhnya mulai melunak secara ajaib.
Tanpa suara, bumi seolah membuka mulutnya. Akar-akar pohon yang bercahaya kehijauan muncul, membalut tubuh Mira dengan lembut dan menariknya masuk ke dalam pelukan tanah. Dalam hitungan detik, jasad itu menghilang sepenuhnya, menyisakan tanah yang rata seolah-olah tidak pernah ada tubuh yang terbaring di sana.
Kedua pria itu menatap tanah yang kosong dengan geram. Mira telah tiada, namun kata-katanya kini tertinggal sebagai kutukan yang mulai menghantui hutan yang gelap itu.
TO BE CONTINUED...
YOU ARE READING
THE KEEPER
Actionluka kutukan yang lahir dari sebuah tragedi besar di masa lalu, membuat kehidupan gadis SMA bernama Hanna menjadi penuh tragedi, teka-teki misteri yang mencekam dan berbahaya, ia dan teamnya harus memecahkan sekaligus membasmi seluruh kegelapan yang...
