1.

295 51 16
                                        

Hallo guys, I'm back.


Semoga kalian suka sama cerita baru aku, thankyou buat kalian yang selalu support aku, love you guys.














Happy reading 🤗








































⚓🩺


Hari itu akhirnya tiba. Hari yang selama ini hanya ada dalam bayang bayang, yang sering mereka bicarakan di sela-sela jam pelajaran, yang dulu terasa begitu jauh, namun kini berdiri tepat di depan mata.

Hari kelulusan.

Langit pagi terlihat cerah, tanpa awan gelap yang mengganggu. Matahari bersinar hangat, seolah ikut merayakan kebahagiaan yang memenuhi setiap sudut sekolah.

Lapangan utama dipenuhi oleh siswa-siswi yang mengenakan toga hitam, bercampur dengan suara tawa, panggilan nama, dan sesekali tangis haru dari para orang tua.

Di tengah keramaian itu, berdiri empat gadis yang sedang sibuk berfoto bersama. Mereka terlihat sangat cantik dengan riasan yang menghiasi wajah mereka, gaun yang mereka kenakan jatuh dengan anggun, dan senyum yang tidak pernah lepas sejak tadi.

Asa, Ayana, Arita, dan Hanara.

Mereka berdiri berdekatan, saling merapatkan bahu, sementara kamera di tangan seseorang di depan mereka terus mengabadikan momen.

“Eh bentar, bentar! Tunggu dulu, gw benerin rambut gw dulu agak acak-acakan soalnya.” protes Hanara sambil buru-buru merapikan rambutnya yang sedikit tertiup angin.

Arita langsung tertawa kecil, menepuk bahu Hanara pelan. “Lo itu dari tadi udah cantik, Na. Mau diapain lagi sih?”

“Heii sshttt... Calon model tuh harus perfect penampilannya.” balas Hanara cepat, sedikit mendengus tapi tetap tersenyum.

Ayana menggeleng pelan melihat tingkah mereka, lalu menarik Asa sedikit lebih dekat. “Hanara ku sayang, lo itu udah perfect oke? Jadi cepet ah, Udah panas banget ini, kulit gue kebakar rasanya.”

Asa sendiri hanya tersenyum kecil. Ia mengikuti arahan temannya, berdiri di tengah mereka, lalu menghadap ke kamera dengan ekspresi yang hangat.

Di antara mereka berempat, Asa memang terlihat paling tenang. Namun hari itu, bahkan dirinya pun tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang terpancar dari matanya.

Klik.

Beberapa foto diambil, dengan berbagai pose yang berbeda. Dari yang formal, yang rapi, hingga yang benar-benar spontan karena tawa mereka yang tidak bisa ditahan.

Beberapa foto lagi diambil, dengan berbagai pose—dari yang rapi, yang formal, sampai yang benar-benar random karena tawa mereka yang tak bisa ditahan.

“Ayo ini yang terakhir ya!” teriak orang yang memotret mereka.

Keempatnya langsung merapat lagi.
Dan kali ini, tanpa sadar… mereka saling menggenggam tangan.
Seolah tahu… momen seperti ini tidak akan datang dua kali.

Di antara semua itu, ada perasaan hangat yang menyelimuti—perasaan yang hanya muncul ketika bersama orang-orang yang sudah seperti keluarga.

Ketika sedang asik melihat hasil foto mereka, tiba-tiba ada suara yang memanggil asa.

“Asaaa!”

Suara itu membuat Asa langsung menoleh. Senyumnya melebar begitu melihat dua sosok yang berdiri tidak jauh dari sana.

Resonansi Dermaga Stories to obsess over. Discover now