40. Secangkir teh di tengah malam

421 27 1
                                        

Selamat hari sabtu semua!!

‼️JANGAN JADI SIDER‼️
follow author
Happy Reading

***

Malam turun pelan di rumah orang tua Saras.

Udara terasa lebih dingin dibanding sore tadi. Suara jangkrik terdengar samar dari halaman, bercampur dengan desiran angin yang menyentuh daun-daun.

Lampu dapur masih menyala.

Saras berdiri di sana, menuangkan air panas ke dalam cangkir. Uap tipis naik perlahan, membawa aroma teh yang menenangkan.

“Sedang apa?”

Suara itu muncul tiba-tiba dari belakang.

“Astaghfirullah!!” Saras refleks menoleh, hampir menjatuhkan sendok di tangannya.

Pandu berdiri di ambang pintu dapur.

Tenang.

Seolah tidak merasa bersalah sama sekali.

“Maaf,” ucapnya ringan.

Saras menghela napas panjang. “Kak Pandu… kenapa belum tidur?”

“Bukan jam tidur saya,” jawabnya santai. “Saya terbiasa jaga malam.”

Pandu melangkah masuk.

“Kamu sendiri? Sedang apa?”

“Buat teh hangat.”

“Tidak bisa tidur juga?”

Saras mengangkat bahu kecil. “Kebetulan.”

Ia melirik kursi.

“Duduk, Kak. Biar sekalian ku buatkan teh.”

Pandu duduk tanpa banyak komentar, matanya mengikuti setiap gerakan Saras.

“Kapan saya bisa menggenggam tangan itu lagi?” tanyanya tiba-tiba.

Saras berhenti sejenak.

Lalu melanjutkan mengaduk teh seolah tidak terjadi apa-apa.

“Kapan-kapan,” jawabnya santai. “Kalau sudah sah.”

Pandu tersenyum miring.

“Pelit sekali.”

Saras menoleh sekilas. “Iya dong. Emangnya gratis?”

Pandu menahan tawa kecil.

“Saat saya berhasil memiliki kamu,” katanya pelan, “saya hajar kamu habis-habisan.”

Saras langsung menoleh cepat.

“Astaghfirullah!” serunya. “Kak Pandu!”

Pandu terkekeh.

“Jual mahal saja sekarang. Nanti… kamu tidak akan bisa apa-apa.”

“Ih! Apasih Kak,” Saras memalingkan wajah, pipinya memerah. “Pikirannya jorok.”

“Saya laki-laki, Ras.”

“Dasar—”

“Semua laki-laki sama saja?” sela Pandu santai.

Saras memutar bola mata.

“Kenapa kamu tidak pernah membalas email saya?” lanjutnya.

Saras menyerahkan satu cangkir ke arah Pandu, tapi saat tangan Pandu hampir menyentuh tangannya—Saras cepat menariknya sedikit, mengganti posisi pegangnya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 04 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MENDUNGWhere stories live. Discover now