TW! Genderswitch, age gap, dilf, mind manipulation. nggak terlalu spicy sih.
hehehehe ini cuma fetish liarku, yang ke ganggu bisa skip! OMG i really love age gap dan dilf tua Bangka😅😅😅. . .
~~~~~~~~ >__< ~~~~~~~~
Di sebuah desa kecil di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah, tahun 1958, Sunoo Kemuning, gadis 18 tahun dengan rambut hitam sepunggung, tubuh montok mungil setinggi 156 cm, payudara dan bokong berisi yang selalu membuat para bujangan desa gelisah, tiba tiba menjadi istri Sunghoon Djoetmoko, petani jagung berusia 46 tahun yang kulitnya cokelat gosong, gigi ompong sebelah kanan, dan rambut sudah mulai tipis bercampur uban.
Pernikahan ini mengundang bisik-bisik warga: bagaimana kakek biasa saja yang hanya punya 3 hektar ladang jagung dan kandang kambing bisa “mendapatkan” bunga desa yang paling cantik?
🍑🍑🍑🍑
M
atahari pagi tahun 1958 masih malu-malu menyembul di balik pepohonan pisang di halaman belakang rumah Sunghoon Djoetmoko.
Desa Karanganyar, lereng Gunung Lawu, masih sepi. Hanya suara ayam jago berkokok dari kejauhan dan gemericik air sumur yang terdengar jelas.
Sunoo Kemuning, gadis yang baru dua bulan lalu resmi menjadi Nyonya Djoetmoko, sudah bangun sejak subuh. Tubuhnya yang kecil tapi montok, payudara penuh yang selalu menekan kain kebaya, bokong bulat kenyal yang bergoyang pelan saat berjalan masih terasa lelah.
Memeknya masih sedikit perih, bekas semalam. Kangmasnya— Sunghoon lagi-lagi tidak bisa menahan diri. Hampir setiap malam, pria 46 tahun itu menindihnya di bale bambu, kontolnya yang besar dan berurat menyodok dalam-dalam hingga Sunoo hanya bisa merintih pelan, “Kangmas… pelan-pelan…”
Tapi pagi ini Kangmas sudah berangkat ke ladang jagung sejak jam lima. “dek sayanv, kangmas berangkat dulu ya. Jangan lupa cuci baju kangmas yang kemarin, kotor banget soalnya kemarin aku ngurus kambing,” katanya tadi sambil mencium kening Sunoo dengan napas yang masih bau rokok kretek.
Sunoo hanya mengangguk lembut, mata kecilnya yang seperti mata rubah itu menatap suaminya dengan campuran hormat dan… entah apa. Rasa takut? Rasa terbiasa? Atau rasa yang mulai aneh itu sendiri?
Sunoo mengenakan kain jarik batik cokelat tua yang longgar di pinggangnya. Atasannya hanya kebaya putih tipis tanpa kutang, kebiasaan desa yang masih sederhana di era 50-an.
Rambut hitam panjangnya diikat longgar dengan kain merah, beberapa helai jatuh ke bahu putihnya yang halus.
Halaman rumah Sunghoon tertutup pagar bambu tinggi dan daun pisang yang rapat, jadi dia merasa aman. Tak ada yang bisa melihatnya dari luar. Sumur batu di tengah halaman itu sudah jadi tempat ritual paginya sejak dua bulan lalu.
Dia menurunkan ember plastik hijau ke dalam sumur, menarik tali dengan tangan kecilnya yang lembut. Air dingin pagi menyiram tangannya.
Sunoo mulai mengambil tumpukan baju Kangmas yang kemarin dia kumpulkan di keranjang rotan. Baju kemeja flanel lusuh, celana pendek kerja, dan kaos oblong yang sudah bolong di bagian ketiak. Semuanya bau tajam. Bau tai kambing yang masih basah, campur keringat pria paruh baya yang seharian di ladang.
Sunoo mengernyit sebentar, tapi langsung tersenyum kecil. “Ya wis lah. Ini tugas aku sebagai istrine kangmas,” gumamnya pelan dengan logat Jawa yang lembut.
Dia duduk bersila di batu sumur yang dingin, kain jariknya tersingkap sedikit hingga paha mulusnya terlihat. Air dingin dicampur sabun colek yang baunya harum daun sirih.
YOU ARE READING
complicated - sunharem.
Fanfictionarea 18+ , 21+. Kumpulan twoshoot, oneshoot, or short story sunoo x enhypen. Genre bermacam macam! WARN¡! boypussy, genderswitch, age gap, bokep, manipulation, mind break, rape.
