Photography langit

19 3 4
                                        

Langit sore itu berwarna jingga keemasan, seolah sengaja ditahan lebih lama sebelum malam benar-benar datang.
Daffa berdiri di tepi pagar kayu, kameranya sudah siap di tangan.
Ia mengatur fokus, menarik napas pelan, lalu-klik.
Satu gambar lagi tersimpan.
Bukan yang terbaik, mungkin.
Tapi cukup untuk membuatnya berhenti sejenak... dan merasa tenang.
Sejak dulu, langit selalu seperti itu baginya.
Tidak pernah benar-benar sama, tapi selalu terasa akrab.
Daffa menurunkan kameranya, menatap hasil foto di layar kecil.
Ia tersenyum tipis.
Lalu, tanpa banyak berpikir, ia mengunggahnya ke Instagram.

daffaelian posted
"Even the sky knows when to slow down🌅✨"

Beberapa menit berlalu.
Tidak ada yang istimewa.
Sampai satu notifikasi muncul.
Satu komentar baru.

Daffa membukanya dengan santai-
sampai matanya berhenti di satu kalimat yang entah kenapa terasa berbeda.

yaseminalara_ commented
"Maybe the sky slows down... so someone, somewhere, can feel it too 🙄🤭"

Daffa terdiam.
Untuk pertama kalinya,
langit yang ia lihat... terasa seperti dilihat oleh orang lain juga.

Tidak membalas, hanya menekan tombol like. Membiarkan kata-kata itu tetap menempel di feed dan pikirannya.

Hari-hari berjalan seperti biasa, tapi kali ini terasa berbeda. Setiap story yang ia unggah selalu membawa notifikasi yang membuat Daffa tersenyum sendiri.

"yaseminalara_ liked your story."

Beberapa hari berlalu, Daffa masih terlihat tenang menyikapinya. Hingga suatu pagi, ketika mata masih setengah terpejam, notifikasi baru muncul:

"yaseminalara_ started following you."

Daffa terdiam-dengan wajah bantalnya.
Kemudian bersuara lirih "hah, dia ngefollow aku?"
Tanpa ragu, seketika Daffa mengikuti balik akun yaseminalara_ itu, dan segera bersiap untuk memulai hari seperti biasa.

Daffa menjalani hari-hari dengan fokus yang terbagi, terlintas sedikit rasa penasaran tentang "siapa si Yasemin Yasemin itu?"

Senja mulai memamerkan keindahannya. Dengan kamera kesayangannya, Daffa mulai memotret langit sore yang tenang dan hangat itu. Dan seperti biasa, Daffa mengunggahnya ke Instagram story, namun kali ini dengan caption yang terdengar seperti bisikan untuk Yasemin.

"Sunsets in Bandung are always beautiful... makes me wonder how they look somewhere far away?"

Klik-Your story is uploaded.

Daffa pulang, membersihkan diri dan sedikit menyantap makan malam sembari menunggu— berharap Yasemin mengerti dan menanggapi caption itu.

Waktu berjalan melambat, namun malam semakin larut. Lalu Ting-suara notifikasi dari Instagram. Daffa membuka Handphone, mata tertuju pada satu notifikasi:

yaseminalara_ replied to your story
"This is how the sunset looks in my place... beautiful, isn't it?" -Dengan sebuah foto senja di langit Turkey yang indah, penuh dengan burung seagull berterbangan kesana-kemari.

Sejenak terdiam, Daffa kemudian membalas balasan dari gadis Turki itu:
"Yeah obviously! It's so beautiful."

"Hi! I'm Yasemin, Yasemin Ecrin Alara. I'm from Turkey"
"I saw your post on my page, u know like 'suggested by Instagram. And i like it"
"So nice to meet you"

"Hi Yasemin, I'm Daffa, Daffa Luca Elian."
"So nice to meet you too"
"And thank you for liking my photos"
...
"And I guess, you must like the sky too?"

"Ya, I like them"
"Can we be friends?"

"Absolutely, Now we are officially friends!"

"Ya, friends!"
...
"It's just,, good. Now I have a friend far away, I hope we get along."

"Yea,, I hope so"
"So, in which city do you live in Turkey?"

"I live in Istanbul."
"And you? In which city do you live? Jakarta?"

"I live in Bandung, west Java"
"It's about 95 miles from Jakarta"

...

Jarum jam bergerak seolah lebih cepat, malam itu rasanya seperti malam-malam biasa, namun di balik layar, dua jiwa yang bahkan belum saling mengenal, perlahan menemukan kenyamanan dalam obrolan tanpa arah.

Waktu menunjukkan pukul 02:07 WIB, Daffa harus segera tidur, mengingat besok ada kelas pagi. Meski masih ada percakapan yang belum ingin ia akhiri, sayangnya keadaan tidak memberi kesempatan untuk memilih.

"Yasemin, It's 2am here. I have to sleep, I have morning class tomorrow."
...
"It was really nice chatting with you."

"Oh yeah, I forgot we're in different time zones."
"And hey, 2am?? You should be sleeping right now"

Yasemin tersenyum kecil setelah mengirim pesan itu—senyum yang lebih mirip usaha untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Jarinya sempat ragu sebelum menekan tombol kirim. Ia tahu Daffa harus tidur… tapi sebagian dari dirinya berharap percakapan itu tidak benar-benar berakhir malam itu.

Di sisi lain, Daffa tidak langsung meletakkan ponselnya.
Ia menatap chat terakhir itu beberapa detik…
lalu, tanpa alasan yang jelas,
ia tersenyum kecil.

......

Bersambung.

Langit & AuroraWhere stories live. Discover now