Pahlawan.
Sejak kecil, Nala sering mendengar kata itu.
Dari buku, dari cerita, dari orang-orang yang selalu berbicara seolah dunia ini masih punya harapan selama masih ada “pahlawan”.
Pahlawan itu melindungi.
Pahlawan itu berkorban.
Pahlawan itu menyelamatkan semua orang.
Namun… semakin lama ia memikirkannya, semakin terasa bahwa kata itu tidak sesederhana yang terdengar.
Jika pahlawan menyelamatkan semua orang,
mengapa selalu ada yang tertinggal?
Jika pahlawan membela kebenaran,
mengapa begitu banyak orang saling mengaku benar?
Dan jika semua orang merasa benar…
lalu siapa yang sebenarnya salah?
---
"BAKAR AJA!!"
Teriakan itu memecah pagi seperti petir yang menyambar tanpa peringatan.
Langkah Nala terhenti.
Di pinggir jalan, kerumunan orang membentuk lingkaran. Di tengahnya, seorang pria tua tergeletak. Tubuhnya dipenuhi luka, wajahnya lebam, napasnya tersengal pelan—namun ia tidak melawan.
Tidak berteriak.
Hanya diam… seperti menerima semuanya.
"Maling itu! Jangan dikasih ampun!"
Seseorang menyiramkan bensin. Bau menyengat langsung menusuk hidung, bercampur dengan panas emosi yang memenuhi udara.
Tangan lain menyalakan korek api.
Cahaya kecil itu bergetar… seperti menunggu keputusan.
Dan tanpa sempat berpikir—
kaki Nala sudah bergerak.
"BERHENTI!!"
Ia berdiri di depan pria tua itu.
Napasnya berat. Dadanya naik turun tidak teratur. Telapak tangannya sedikit gemetar—entah karena takut atau karena sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak pahami.
Semua orang terdiam.
Hanya sejenak.
"Ngapain lo?! Mau jadi pahlawan?!"
Nada itu penuh ejekan.
"Kalau dia salah, serahin ke polisi!" suara Nala meninggi, meski tenggorokannya terasa kering. "Bukan dibunuh!"
"Halah! Sok suci!"
Korek api itu menyala lebih terang.
Dan di saat itu—
mata Nala bertemu dengan mata orang-orang di sekitarnya.
Bukan kemarahan biasa.
Bukan keadilan.
Melainkan sesuatu yang lebih gelap.
Seperti api yang tidak ingin padam sebelum membakar segalanya.
Untuk pertama kalinya—
ia merasa takut.
Bukan pada api di depan matanya.
Tapi pada manusia yang berdiri di sekelilingnya.
---
Ini bukan keadilan.
Ini hanyalah… kemarahan yang mencari alasan.
---
"SEMUA MUNDUR!!"
Suara tembakan memecah udara.
YOU ARE READING
Hero Path: False Beginning
FantasyPahlawan. Semua orang ingin menjadi satu. Ketika satu kelas siswa dipanggil ke dunia lain, mereka diberi kekuatan, peran, dan tujuan-mengumpulkan pecahan Yggdrasil untuk menyelamatkan dunia. Semua orang mendapatkan peran mereka. Kecuali satu orang. ...
