Semua berawal dari satu pesan sederhana.
"Mari kita berteman!?"
Eina tidak pernah benar-benar tahu kenapa ia menekan tombol "ya" saat itu. Mungkin karena tugas kuliah yang menumpuk, atau rasa penasarannya terhadap dialek Hakata yang sedang ia teliti. Atau mungkin... karena
sesuatu dalam diri orang asing itu terasa berbeda sejak awal.
Dari seberang layar, seseorang bernama Mototaka menjawab dengan tenang. Suaranya terdengar hangat, meski hanya lewat rekaman. Ia berasal dari Miyazaki, tetapi tumbuh besar di Fukuoka. Sebuah tempat yang bahkan belum pernah Eina bayangkan sebelumnya.
Awalnya, semuanya terasa kaku.
Kalimat-kalimat tersusun hati-hati.
Percakapan hanya seputar kosakata, tata bahasa, dan kesalahan-kesalahan kecil yang sering membuat mereka sama-sama tertawa.
Namun perlahan, sesuatu berubah.
Obrolan yang tadinya hanya untuk belajar mulai berlanjut ke hal-hal lain. Tentang hari yang melelahkan, tentang hal kecil yang menyenangkan, tentang kehidupan yang tak pernah mereka ceritakan kepada orang lain.
Tanpa disadari, Eina mulai menunggu notifikasi dari Mototaka. Dan tanpa ia sadari, Mototaka pun melakukan hal yang sama.
Jarak ribuan kilometer yang awalnya terasa seperti penghalang, perlahan kehilangan maknanya.
Malam-malam mereka kini dipenuhi suara panggilan.
Bukan lagi sekadar belajar bahasa, tetapi berbagi cerita, tawa, dan diam yang terasa nyaman.
Hingga pada akhirnya, rasa itu tumbuh—pelan, diam-diam, dan tidak terduga.
Namun semakin mereka dekat, semakin jelas satu hal yang tidak pernah bisa mereka abaikan.
Bahwa mereka tidak berasal dari dunia yang sama.
Eina hidup dengan keyakinan yang ia pegang erat. Mototaka tumbuh dalam tradisi yang berbeda, dengan cara pandang yang tak selalu sejalan.
Dan di antara semua perbedaan itu, mereka tetap memilih untuk bertahan—untuk terus berbicara, untuk terus saling mendekat... meski tidak tahu ke mana arah cerita ini akan berakhir.
Sampai akhirnya, tahun 2024 datang membawa kesempatan.
Eina berangkat ke Jepang melalui program pertukaran pelajar.Langkah yang selama ini hanya menjadi mimpi, kini menjadi nyata.
Dan untuk pertama kalinya, semua yang selama ini hanya berupa suara, layar, dan kata-kata... akan menjadi pertemuan yang sesungguhnya.
Pertemuan dengan Mototaka.
Namun jauh di dalam hatinya, Eina tahu—
bahwa pertemuan ini bukan hanya tentang akhirnya bisa bertatap muka.
Melainkan tentang awal dari sesuatu yang lebih besar...
dan lebih menyakitkan dari yang pernah ia bayangkan.
Karena tidak semua perasaan diciptakan untuk bertahan. Dan tidak semua cinta... ditakdirkan untuk bersama.
Lanjut?
——
Fyi:
Cerita ini diangkat berdasarkan pengalaman seseorang. Aku hanya mencoba merangkai kembali kisah ini agar bisa dibaca dan dirasakan oleh lebih banyak orang.
Tidak ada maksud lain selain ingin membagikan cerita—
tentang pertemuan, tentang rasa, dan tentang bagaimana dua orang bisa saling terhubung meski berasal dari dunia yang berbeda.
Semoga ada bagian dari cerita ini yang bisa sampai ke hati kalian. Dan mungkin... membuat kalian ikut merasakan apa yang pernah mereka rasakan.
Terima kasih sudah membaca 🤍
YOU ARE READING
Salt Story: When Love Doesn't Taste the Same
RomanceAda kisah yang tidak pernah benar-benar dimaksudkan untuk diceritakan. Kisah tentang dua orang asing yang bertemu tanpa sengaja-di antara deretan kata, di balik layar, dan jarak ribuan kilometer yang terasa tak berarti. Eina hanya ingin belajar baha...
