Prolog

8 1 0
                                        

Vote dulu sebelum membaca!

***

Langit senja membara dalam semburat jingga, sementara angin mengalun lembut, menari di sela rerumputan dan pepohonan, menyapu daun-daun gugur seperti melodi kenangan yang kembali berputar.

Di bawah bayang pohon tua yang mulai meranggas, seorang nenek terdiam di bangku kayu yang telah usang. Tubuhnya tampak rapuh, namun sorot matanya menyimpan lautan cerita.

Tatapannya menembus danau yang tenang, cermin alam yang memantulkan cahaya senja, seolah menyimpan bisikan masa silam yang enggan padam.
“Aku akan terus menunggumu di tempat ini, sampai kapan pun itu,” bisiknya pelan, nyaris larut bersama angin senja yang lewat begitu saja.

ARUNA: TerikatWhere stories live. Discover now