Suara sirine polisi menggema, di sebuah gudang tua area Incheon, Korea selatan. Han Do-yun (27), ini adalah misi terakhirnya dimana setelah ini dia akan bebas dari ancaman ancaman manusia tidak bermoral. Aroma karat yang sangat menyengat dari besi tua di gudang itu, debu debu yang berterbangan di sekitar Han Do-yun, Sebuah suara muncul dari earpiece nya.
"Jangan biarkan dia lolos, jika kau berhasil membunuh detektif itu maka aku akan melepas kontrak pekerjaanmu dengan kami." Kata sosok dibalik suara earpiece itu.
"Pastikan kau menepati janjimu." Balas Han Do-yun dengan suaranya yang dingin.
Krieettt...suara pintu karat dari gudang itu menggema, menandakan ada seseorang yang membuka pintu tersebut. Dia adalah detektif itu, target Han Do-yun.
"Angkat tangan!" Teriak orang itu kepada Han Do-yun.
Dengan nafas berat, Han Do-yun membalikkan badan, memperlihatkan wajahnya yang penuh dengan noda darah, jelas sebelum ia menunggu targetnya, ia telah menghabisi beberapa orang terlebih dahulu. Suasana gudang itu menjadi mencekam dengan penampakan Han Do-yun yang tubuhnya dilumuri dengan darah segar, ia mulai gemetar padahal Han Do-yun tidak mengatakan sepatah kata pun.
"K-kamu..kamu kan....Han Do-yun! Apa yang kamu lakukan disini? Jangan jangan selama ini kamu adalah buronan yang di cari cari?" Tangan detektif itu masih gemetar dengan pistol yang masih mengarah ke arah Han Do-yun.
Han Do-yun nampak terkejut dengan apa yang dilihatnya kali ini, tidak pernah menyangka bahwa tugas terakhirnya adalah membunuh sahabat masa sekolah nya dulu.
"Go Geon-woo?" Han Do-yun berkata dengan nada tidak percaya, berada dalam situasi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Do-yun, kenapa? Kenapa kamu melakukan semua ini?! Setelah kamu menghilang begitu saja 11 Tahun yang lalu, kupikir hidupmu sudah menjadi lebih baik dengan melupakan semua masalalumu!"
Teriak Go Geon-woo kepada Han Do-yun, jelas ini adalah situasi yang sama sekali tidak ia harapkan.
Han Do-yun hanya bisa terdiam. Ia hanya merenung dan berfikir kenapa ini semua harus terjadi, tugas terakhirnya begitu berat, bahkan mustahil untuk di selesaikan. Namun, apakah ia akan merelakan ini semua? kebebasan yang ia nantikan setelah sekian lama ini? Mengorbankan satu sahabat lamanya tidak terlalu buruk bukan?
"Jawab aku Do-yun! Apa kamu tidak pernah merasa bersalah sedikitpun kepada kami?! Apa kamu tidak pernah sekalipun memikirkan 'dia' setelah tragedi itu hah?!"
Teriak Go Geon-woo, kata katanya penuh amarah dengan apa yang ia lihat saat ini, rasa gemetarnya seketika hilang.
Han Do-yun tersentak dengan teriakan kata 'dia', Dengan wajah kesal ia menerjang ke arahnya dan mengeluarkan karambit andalannya untuk memojokan Geon-woo. Tidak siap dengan serangan kejut itu Geon-woo dengan reflek mencoba menghindari serangan itu namun pipinya tetap terkena ujung karambit Do-yun.
"Akh!..."
Bugh. Geon-woo terjatuh ke tanah, dia benar benar tidak menyangka bahwa Han Do-yun akan menyerangnya.
"Jadi...keputusanmu sudah bulat untuk menghabisi ku ya? Kau lebih memilih menjadi bajingan seperti mereka? Bajingan 11 tahun lalu yang menghabisi nyawa 'dia' kan?!!"
Wajah Geon-woo meringis kesal melihat Han Do-yun menjadi seperti ini.
Ia tidak pernah menyangka sahabatnya dulu, yang telah menolongnya dari 'organisasi' itu sekarang berakhir menjadi pembunuh kejam seperti ini?
"Geon-woo, masa lalu adalah masa lalu, masa sekarang adalah masa sekarang. Kamu tidak bisa menyamakan seseorang dengan waktu yang berbeda."
Ucap Han Do-yun, Nadanya tenang namun ada sesuatu yang mengganjal di kata katanya.
Go Geon-woo menghela nafas. ia masih terus meyakinkan dirinya bahwa ini tidaklah nyata, tetapi tidak bisa. Inilah kenyataan yang harus ia hadapi, menghentikan sahabat lamanya.
YOU ARE READING
Eunsang's Tragedy
ActionHan Do-yun (27) adalah seorang pekerja paruh waktu di sebuah kedai makanan kecil, hari harinya sangat damai hingga suatu hari mimpi buruknya kembali. Pria misterius yang selalu membayang bayangi trauma masalalunya kembali, menawarkannya pekerjaan, n...
