"Yaampun ini rambut apa kulit duren sih? Kamu nggak pernah keramas ya Maxime?"
"Pak, this is rambut hip-hop, makin tajem makin hip-hop"
"Nggak ada hip-hop hip-hop, besok rambut kamu sudah harus normal Maxime, kalau enggak saya yang keramasin kamu disekolah"
Maxime, cowok blasteran tapi nggak lancar bahasa inggris itu mencebikkan bibirnya. "Yes Sir"
Pak Doni, guru BK killer yang punya wajah seperti kelinci, tapi kelinci iblis. Pria itu beralih dari Maxime ke Arsen, Pak Doni menelisik anak itu, dari atas tampak normal, tapi begitu dia menelisik kebawah, pria itu berdecak.
"Nggak sekalian kamu pake celana sampai betis? tanggung banget melorot cuma sampai pantat"
"Boleh Pak?"
Pak Doni langsung melotot galak pada Arsen. "Coba aja kalau berani, tak potong ditempat celanamu"
"Benerin sekarang!" Perintah Pak Doni.
Arsen menunduk, mengulum bibir menahan tawa sambil benerin celananya "Iya Pak"
Pak Doni beralih pada Khairo, anak itu sudah nyengir duluan saat Pak Doni ancang-ancang mau ngomel—
"Iya Pak, saya janji besok gak pake motor blarblar lagi, nanti pulang sekolah knalpotnya saya standarin lagi, tapi motor saya jangan disita ya pak? plis plis plis nanti Mami marahin saya lagi pak"
Yang lain menahan tawa, karena si Khai bocah tengil yang songong dan sok jago ini sejatinya tak lebih dari seorang anak Mami, dan itu sudah jadi rahasia umum.
Tapi Pak Doni jelas gak perduli, pria itu menengadahkan tangan didepan Khai. "Mana kunci motormu, siniin"
Dengan berat hati Khai menaruh kunci motornya diatas telapak tangan Pak Doni.
"Pak..." Khairo memelas.
"Kan saya sudah sering peringatkan, tidak boleh membawa kendaraan berisik kesekolah, apalagi kamu pagi-pagi sudah sok jago atraksi ngepot diparkiran sekolah, kamu pikir sekolah ini sirkuit?"
"Kunci motor kamu saya sita, kalau mau ambil suruh Ibu kamu datang ke sekolah siang ini" Lanjut Pak Doni.
Terakhir, Pria itu beralih pada Herjuno. Alasan Juno berdiri dilapangan sekolah bersama ketiga sahabatnya berbeda, karena hari ini ia terlambat datang ke sekolah, untuk kesekian kalinya.
"Kamu, total 8 kali kamu terlambat dalam setengah bulan ini Juno"
"Maaf Pak"
"2 kali lagi kamu terlambat, akan ada surat peringatan dari pihak sekolah untuk orang tua kamu"
"Baik Pak" Jawab cowok itu datar.
Pak Doni menghela nafas, kemudian ia kembali berdiri didepan, menatap 4 siswanya yang paling berandalan seantero sekolah.
"Sebenarnya tujuan utama saya menghukum kalian bukan hanya karena hal-hal yang saya tegur barusan, tapi karena saya mendapat laporan dari warga sekitar kalau kalian bikin rusuh, bolos jam sekolah dan tawuran sama anak-anak sekolah sebelah, mau jadi apa bangsa ini kalau generasi mudanya seperti kalian?"
Selama Pak Doni ngoceh, mereka gak benar-benar mendengarkan. Mereka yang dijemur ditengah lapangan sekolah cuma risih karena kepanasan, bergerak gelisah kayak belut kena garam.
Bertepatan dengan itu, segerombolan cewek Baddie lewat didepan koridor kelas 12, tepat didepan mereka.
Rambut panjang mereka yang tertiup angin seperti adengan klise sinetron, paras mereka gak ada yang gagal, kelimanya cantik-cantik, membuat siapa saja yang melihat mereka tak akan berkedip, termasuk keempat pemuda bobrok yang sekarang lagi berdiri panas-panasan dilapangan sekolah.
YOU ARE READING
Call Out My Baddie | Juhoon X Rora
FanfictionNggak ada yang salah sama cinta, tapi gimana jadinya kalau Juno malah jatuh cinta sama cewek yang seharusnya tidak boleh ia cintai? Start 23/03/2026
