Niarum pergi ke bar bersama temannya untuk melampiaskan kekecewaan dari pekerjaan lamanya. Namun karena terlalu mabuk, ia tanpa sadar berakhir mencium seorang pria asing dan tidak mengingat kejadian itu sama sekali.
Masalah muncul saat hari pertama...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Bapak masih ingat saya?" Tunjuk Niarum pada dirinya sendiri.
Sentara perlahan tersenyum miring, mendengus pelan. "Tentu, mana mungkin saya lupa dengan perempuan yang tiba-tiba datang sempoyongan lalu mencium bibir saya."
Spontan Niarum merapatkan bibirnya-yang merupakan tersangka utama. Ia menundukan kepala dengan ringisan kecil, karena kepalang malu sampai rasanya ingin menghilang dari muka bumi. "Aduh pak, saya beneran minta maaf, maaf sekali... Malam itu saya mabuk berat. Tapi saya tidak akan membela diri, saya mengaku salah, oleh karena itu saya mau bertanggung jawab."
"Kamu sadar, apa yang kamu lakukan itu termasuk ke dalam pelecehan, hm?" Tanya Sentara.
Niarum mengangguk, benar-benar tak berkilah atau membela diri.
Melihat gelagat Niarum yang tampak sangat ketakutan menerima hukuman, alih-alih tak tega, Sentara justru menahan senyum usil. "Kamu siap, kalau saya minta bertanggung jawab?" Perempuan muda dengan kacamata bertengger di hidung mungilnya itu mengangguk lagi.
"Baiklah, kalau begitu kamu tetap harus mengajar di yayasan sekolah milik keluarga saya ini. Jadi surat resign nya buang saja." Kata Sentara, menggerakkan dagunya ke arah map cokelat yang sedari tadi di genggam Niarum. "Setelah itu ada tugas tambahan untuk kamu, yaitu jadi guru bimbel privat untuk keponakan saya."
Mendengar itu, Niarum merasa tidak keberatan sama sekali, walaupun nanti lelahnya jadi double. Ia hendak membuka mulut dan berkata setuju, tetapi rupanya Sentara belum selesai bicara.
"Dan satu lagi, selama tiga bulan ke depan, saya ingin menjalin hubungan serius dengan kamu. Lalu jika berjalan dengan baik dan Tuhan berkehendak, kita bertunangan dan menikah."
Satu, dua, tiga detik, mulut Niarum menganga dengan mata melotot. "P-pak, kenapa jadi gitu???"
"Kenapa tidak? Saya bukan tipe laki-laki yang suka mencium lebih dari satu perempuan." Jawabnya enteng.
Sementara Niarum tertohok, jantungnya seakan berhenti berdetak kala itu juga.
ekspresi Niarum:
Helooo helooo Welcome to my lapak 😁 Let's be friends ^^ Hope u all will enjoy this story