Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang memiliki wajah menggemaskan berhasil menarik perhatian seorang Mafia yang saat itu tengah membasmi penghianat di tengah hutan yang gelap.
Rain nama anak itu ia harus menerima nasibnya di buang oleh bibinya...
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
Rintik hujan terdengar terlihat banyak sekali orang bertubuh kekar dengan pakaian berwarna hitam serta satu orang pria yang diseret paksa kedalam hutan yang gelap, tubuhnya di lempar begitu saja ke tanah terlihat tubuhnya gemetar ketakutan menatap orang-orang itu.
"tuan, tolong ampuni saya" sambil matanya terus mengeluarkan air mata namun yang di tatap hanya berdecih lalu hanya memandang remeh .
"Kau tau apa kesalahan mu?" ujar datar pria yang sepertinya pemimpin mereka.
Bola mata pria malang itu mulai bergerak-gerak liar "tu-tuan saya tak mengerti apa yang anda katakan?" ucapnya mencoba mengelak.
"Sedang diambang kematian pun kau tak mau mengaku.....?" tatapannya yang tadi ke pria malang itu kini beralih kearah pengawal pribadinya.
"......Rex, beritahu kesalahannya"
"Baik tuan" pria bernama Rex itu maju lalu membuka sebuah file di dalam tablet nya
"Andreas Filix, menggelapkan uang perusahaan senilai 400 triliun rupiah, serta menjual informasi perusahaan kepada saingan bisnis Venus company" mendegar itu tentu saja
Andreas yang mendengarnya panik lalu tatapannya mulai meliar ketakutan 'Sial, bukankah mereka berjanji akan melindungiku!'
"Merasa dihianati heh, Ada kata-kata terakhir?" sambil menodongkan sebuah pistol kearah kepalanya.
"Tuan tolong ampuni saya tuan..... keluarga saya masih membutuhkan saya tuan" dengan berurai air mata pria itu memohon belas kasih kepada orang di depannya.
"Tenang saja keluargamu juga akan ikut dengan mu ke neraka" Sarkasnya.
DOR
DOR
DOR
Tiga kali tembakan itu berhasil mengenai kepala sang pria malang "Rex, ambil organnya yang masih berguna lalu jual, oh untuk tubuhnya kau bisa memotong motongnya lalu berikan ke kandang buaya"
"Baik tuan Carlos" jawab Rex karena memang sudah terbiasa dengan jiwa psikopat tuannya.
Saat hendak kembali kearah kendaraanya pria yang diketahui bernama Carlos itu mendengar sebuah nyanyian anak kecil yang sangat halus dan sangat nyaman di pendengarannya. langkahnya kemudian membawanya untuk mencari sumber suara.
Para bawahannya yang melihat bosnya berjalan kearah lain pun akhirnya mengikutinya.
tak jauh dari tempatnya tadi ternyata ada seorang anak dengan pakaian lusuh "Siapa kau?" Tanyanya dengan nada rendah menatap tubuh mungil yang sedang duduk menenggelamkan wajahnya di sela-sela tangannya di bawah pohon besar.
Tubuh kecilnya tersentak lalu mengangkat wajahnya untuk menatap orang yang bertanya itu "Huwe takut....." Pecah sudah tangisnya kemudian ia berdiri memeluk pria itu.