My Sexy Rival🔞

124K 321 0
                                        

CONTENT WARNING (18+)
This work contains mature themes, including strong language, violence, sexual content, physical and mental abuse. Reader discretion is advised.

-PROLOG-

"Ahh.. Stop it, Jenhh.. " desahan akhirnya keluar dari mulut manis Jena, ia tak bisa menahan desahannya akan sentuhan-sentuhan yang diberikan Jeno, musuhnya saat ini.

Jeno tersenyum tipis dibalik aksinya yang sedang menciumi tubuh sexy Jena, musuhnya. "Kok bisa gue melewatkan hal menarik begini.. " gumamnya rendah.

Jena yang tidak bisa berbuat apa-apa pun akhirnya terpaksa menggeliat dibawah kurungan tubuh besar Jeno, tangannya sedari tadi dibiarkan berada diatas kepalanya, karena Jeno mengikat kedua tangannya dengan tali.

Laki-laki dewasa berusia 23 tahun itu menciumi area perut Jena sampai akhirnya bibirnya mencium bagian luar vagina milik gadis itu. Jeno menghirup dalam-dalam aroma gadis itu, benar-benar harum seperti yang ada di kepalanya.

Tangan kiri Jeno menahan kedua tangan Jena tetap diatas kepala gadis itu, sedangkan tangan kanannya mulai membuka celana tidur yang dipakai gadis itu. Jeno menurunkan secara perlahan sampai akhirnya sepenuhnya terlepas dari tubuh gadis berusia 19 tahun itu.

Jeno melebarkan kaki Jena, namun dengan kekuatan yang tersisa Jena mencoba menahan dan merapatkan kakinya yang langsung membuat Jeno berdecak kesal. Ia menghentakkan kaki kanan Jena membuat gadis itu lagi-lagi mendesah pelan.

"Nurut aja, Jen.. Lo mau gue puasin kan?" bisik Jeno lembut ditelinga Jena.

Jena memejamkan matanya. "Jenhh.. Gelihh, jangan disituhh.. " ucapnya seraya mendesah geli.

Jeno tersenyum miring. "Disitu enaknya, Jen," sahutnya. "Ah, gue jadi penasaran apa reaksi Kandra waktu tau pacarnya lagi gue rasain." lanjutnya terkekeh kecil.

Ucapan Jeno membuat Jena teras seketika, dirinya lupa jika memiliki kekasih. Ia kini membuka mata dan menatap Jeno memohon agar dilepaskan, ia tak ada berniat untuk mengkhianati Kandra, karena ia tau laki-laki itu adalah orang baik.

"Jen, stop, gue ga mau." ucap Jena serius.

Jeno memiringkan kepalanya dengan tangan yang masih berada diluar celana dalam Jena. "Euh? Setelah sampai sini kita berhenti? Kenapa Jena?" tanya Jeno mendekati wajahnya kepada gadis itu.

Jena kikuk. Wajahnya memerah saat Jeno mendekatkan wajah mereka, spontan saja Jena menoleh kearah samping yang langsung dibalas kekehan lucu dari Jeno.

"Jen, nikmati aja.. Selagi ga ada yang tau tentang ini, hubungan lo sama Kandra, aman." ucap Jeno dengan terkekeh geli.

-BERSAMBUNG-

Sampai nanti di bab selanjutnya, aku harap kalian menyukainya.

Sekali lagi aku ingatkan, ini bukan kawasan anak dibawah umur, dan bukan kawasan orang yang dengki.
Jika tidak suka tinggalkan, dan jika suka lanjutkan, cerita ini bukan untuk orang yang iri dengki, dan dibawah umur.

Siap untuk bab selanjutnya?🤤💦

My Sexy RivalDes histoires addictives. Découvrez maintenant