00

45 0 0
                                        

Liliana Lauren

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Liliana Lauren

Una mujer de 25 años de ascendencia hispano-indonesia parece normal para los demás. Pero hay algo en ella que nunca se revela del todo-Seorang wanita berusia 25 tahun keturunan Spanyol-Indonesia tampak normal bagi orang lain. Tetapi ada sesuatu tentang dirinya yang tidak pernah sepenuhnya terungkap.

Alexandria MargantaUn hombre de 22 años, un famoso top model con cientos de millones de fans, un carismático icono de la moda-Seorang pria berusia 22 tahun, seorang model papan atas terkenal dengan ratusan juta penggemar, ikon fesyen yang karismatik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alexandria Marganta
Un hombre de 22 años, un famoso top model con cientos de millones de fans, un carismático icono de la moda-Seorang pria berusia 22 tahun, seorang model papan atas terkenal dengan ratusan juta penggemar, ikon fesyen yang karismatik.

--
[visual yeonjun txt - wonyoung ive]

⚜️⚜️⚜️

{Hace 5 años ; 5tahun silam}

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

{Hace 5 años ; 5tahun silam}

Tangan ramping dengan jari-jari yang lentik melingkar mesra pada leher seorang pria. Hangat nafas kedua nya menyapu lembut di setiap inci wajah.

"Datanglah lebih sering mulai sekarang." suara berat pria itu berbisik. Tangan kekar nya memeluk pelan pinggang ramping itu. Di tengah ruangan minim cahaya, Pria pemilik rambut perak dengan dada kekar yang terekspos itu mengangkat sudut bibir nya, tersenyum tipis, tangan kanan nya terulur membetulkan sedikit dasi yang mulai longgar. "Aku selalu merindukanmu, setiap detik saja terasa lama bagiku." dia mengecup singkat bibir milik seorang gadis itu.

Gadis dengan pakaian formal yang tampak elegan itu-Liliana Lauren. Dia melepas pelukan singkat itu dan berjalan ke arah sofa lalu duduk di atas nya. Lauren melepas mantel yang ia kenakan. Dia meraba lapisan pelindung yang ada pada sofa, lapisan itu dibuat dari bulu domba asli kualitas tinggi. "Seleramu tidak buruk."

Lauren memandangi tubuh sempurna milik pria yang sedang menuangkan segelas air. Tubuh kekar dengan wajah tampan yang terpahat sempurna adalah seorang seniman yang terkenal, seluruh dunia mengenal nya- Vero Atmaja.

"Vero Atmaja bukan sekadar nama di daftar kontrak, dia adalah simbol dari segala sesuatu yang tampak bersih di permukaan tapi menyimpan badai di baliknya, seorang seniman muda yang hidup di sorotan dengan penghasilan luar biasa mencapai dua juta dolar Amerika, dikenal sebagai pengusaha tekstil yang bergerak cepat dan model yang selalu berada di halaman depan, anak tunggal dari Atmaja dan Cristiana, pewaris satu-satunya dari kekayaan dan reputasi yang dibangun dengan darah dan rahasia, keluarga yang sejak lama memiliki musuh yang tak terlihat namun sabar menunggu celah, hingga akhirnya uang berbicara lebih lantang daripada dendam, dan kontrak itu sampai ke tangan kita, permintaan sederhana tapi kejam: hapus seluruh garis keturunan, tanpa saksi, tanpa nama yang tersisa, dan di antara semua itu Vero adalah target paling bernilai, paling dicari, paling sulit disentuh, bukan karena dia tak terlindungi, tapi karena dia hidup di dunia cahaya sementara kita bergerak di bayangan, dan justru itulah yang membuatnya berbahaya, karena semakin tinggi dia bersinar, semakin besar bayangan yang jatuh di belakangnya, dan itulah alasan kenapa misi ini bukan tentang uang semata, melainkan tentang siapa yang berani menodai cahaya itu terlebih dahulu."

"Deshazte de él, no fracases (Singkirkan dia, jangan sampai gagal)."

OHOKK! OHOKK!

Pria itu memegangi pinggiran kursi dengan erat sambil terbatuk darah dengan mata yang melotot. Tubuh nya mundur cepat dengan ketakutan saat wanita di depan nya berjalan mendekat sambil menyeret besi panjang di tangan kiri nya.

"Tanda tangani ini, mungkin aku akan mempertimbangkan nyawa mu."

Vero memandangi samar selembar kertas dengan bercak merah di depan nya. Tatapan nya bergantian menatap besi panjang yang membuat diri nya semakin mual.

"Apa yang kau tunggu?"

Dengan tubuh yang gemetar, dengan gerakan cepat dia menandatangani berkas yang bahkan tak ia ketahui isi nya. Lauren menampilkan senyum sinis nya, mata nya terlihat santai sambil mengangkat besi panjang itu ke hadapan pria di depan nya, membuat Vero kembali memuntahkan darah.

"Terimakasih untuk semua aset mu yang berharga, Tuan Vero. Selanjutnya hidup dengan tenang di alam baka."

CRASHH!

Lauren tersenyum sinis. Tangan nya yang berbalut sarung tangan hitam berhasil menembuskan besi panjang yang menusuk tepat di jantung pria itu.
"Qué es el fracaso (Apa itu kegagalan)? Aku tidak pernah gagal."

To Be Continued

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 27 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ROGUE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang