PROLOG

62 3 3
                                        



Hay semua mampir ya kalo bagus boleh lah bintang nya tapi kalok mau ngasih saran kritik juga boleh biar author makin semangat belajar memperbaiki nya okkkkk👏👏💋

















JAKARTA 22:30






"Jangan kaburr kejar dia",teriak salah satu pria yang berpakaian serba hitam

"Aakk sialan",desis pria yang sedang di kejar oleh komplotan penjahat itu
Tubuh bersimbah darah kemejanya yang putih bersih sudah berubah warna menjadi merah tangan nya berusaha menekan luka tusuk yang ada di pinggir perut nya,dia berlari di tengah jalan sunyi itu


"Kemana!!? Dia" ucap salah satu penjahat itu karna tidak melihat lagi keberadaan pria yang sedang dia kejar itu  "aakk cepat berpencar inget tangkap dia sampai dapat ngerti kalian!!!"

"Baikk boss" kompak mereka mereka berlima pun berpencar untuk mencari


Sedangkan alaric dia sudah bersembunyi di ruko kecil yang kumuh dan gelap badan nya ia sandarkan mepet di pinggir ruko itu supaya buroran yang tadi mengejar nya tak dapat melihat nya

" Aakkhh! sialan bagaimana ini
Para buronan itu mungkin masih ada di sekitar sini tentu tidak Aman untuk aku pergi dari sini",ucap pria itu
Tubuh nya lemas karna kehabisan tenaga karna terus berlari menghindari buronan itu apalagi luka tusuk yang dia rasakan sekarang

Perlahan lahan dia mulai menutup matanya untuk merilekskan tubuh nya














"Isshh dingin banget ih mana udah tengah malem lagi ibu nyuruh nya aku kan takut.."ucap gadis itu dengan lirih karna kedinginan dan gelap membuat nya sedikit merinding
Dia malihat di sekeliling nya sepi toko² sudah tutup mungkin ada yang masih buka tapi sepi

"Ayo ayo fokus Ara jangan liat belakang dan sekitar supaya cepet Sampek dan cepet pulang huhh", ucap perempuan itu menyematkan dirinya sendiri

Next


Ara sudah selesai dari toko untuk membeli apa yang harus dia beli tapi di pertengahan jalan dia di hentikan oleh satu suara di tengah jalan sunyi dan toko² sepi itu

"to-to..long ....",suara pria yang terdengar lirih dari arah pinggir ruko yang sudah sepi itu

"Su-suara.... Siapa itu..?",Ara pun menoleh ke samping tapi nihil sepi dan tampak tidak ada orang di sekelilingnya
"Hallo!! Suara siapa itu.."Ara pun memberanikan diri untuk berbicara dengan nada cukup tinggi karna ingin memastikan bahwa tadi memang ada orang yang meminta tolong

"Tolong.. aku...",saut pria itu dengan cukup bisa di dengar
"disini..!"lanjut pria itu dengan nada yang cukup tinggi berharap perempuan itu menghampiri nya dan menolong nya

"Astaga jadi bener² ada orang yang meminta tolong! Tapi dia dimana..?
", karna dia melihat sekelilingnya tidak ada orang tapi dengan cepat dia berlari ke arah sumber suara yang tadi dia dengar jujur dia takut tapi
Mau bagai mana lagi dia harus membantu pria yang meminta tolong kepada ny

Dan saat dia mendekat ke arah ruko seli itu dia kaget karna ada pria yang duduk meringkuk seperti sedang kesakitan dia tidak dapat melihat wajah nya tapi dia yakin pria itu terluka karna. Dia melihat kemeja yang dipakai oleh pria itu bersimbah darah "ASTAGA!.tuan apa yang terjadi dengan anda..?" ,Ara pun mencoba bertanya kepada pria itu dan duduk di samping nya

"Aakh to-long.. bawa aku pergi dari sini ukh" ucap lirih pria itu karna tubuh nya sekarang benar² lemah

"Ta-tapi... Tuan bagaimana mana caranya saya bisa bawa anda pergi sedangkan tubuh anda seperti ini",balas Ara karna sangat tidak memungkinkan untuk nya menolong pria itu karna tubuh pria di hadapannya itu sekarang lemah dan tidak mungkin bisa berjalan mau dia papah pun tidak mungkin kuat

"Tuan tubuh anda lemah tidak mungkin bisa berdiri dan berjalan mau saya papah anda pun tidak mungkin badan anda besar saya tidak kuat tuan."ucap lagi Ara

Sedangkan pria itu mendengar apa yang di katakan oleh gadis itu pun mencoba memikirkan cara bagaimana cara supaya bisa pergi dari tempat ini  dan dia teringat ya hendfon ny
"Tolong.. bantu aku menelepon keluarga ku"ucap pria itu

"Tapi saya tidak membawa hp tuan."
Sambung Ara karna memang dia tidak membawa hp ny karna niat nya dia hanya pergi sebentar ke toko

"tolong ambilkan hendfon ku di saku dan hubungi no teman ku"perintah dia kepada gadis itu

Sedangkan Ara dia sempat kaget karna di suruh mengambil hp di saku pria itu tapi dia tetap mengambil kan nya
" Tuan apa nama kontak taman anda..?"
Tanya Ara

"Zean"balas pria itu karna tubuh nya lemah dia hanya bisa berucap semampu nya saja

Ara pun menghubungi no itu 2kali
Tidak terjawab tapi di panggilan ke tiga di angkat
"Hallo dengan tuan zean!?"ucap Ara

"Hallo siapa ya? Knp anda yang menelfon dengan no teman saya", balas zean dengan sedikit oktaf

"Tuan teman anda sekarang sedang terluka dia membutuhkan pertolongan anda secepatnya tuan."ucap lagi Ara

"HAH!!? ALARIC KNPP??cepat serlok saya akan cepat kesana!"balas zean dengan nada khawatir

"Baik tuan saya Serlok sekarang" balas Ara dan dia langsung mamatikan sambungan telepon itu dan men serlok lokasinya sekarang

"Tuan bertahan ya sebentar lagi teman anda akan datang menolong
"Ucap Ara dengan nada khawatir

Sedangkan alaric pria itu mencoba melihat wajah gadis yang menyelamatkan nya itu walaupun kondisi tempat itu gelap tapi dia masih bisa melihat wajah gadis itu
"Cantik"hanya satu kata itu yang dia katakan di hatinya dan bisa didengar oleh dirinya sendiri........















































Hay jangan lupa mampir baca ya👏maaf masih pemula nulis kalok masih ada kesalahan kalimat mohon maaf ya gays 🤝😉

Me akan terus berusaha kok buat memperbaiki nya jangan lupa baca kasih ulasan masukan endd bintang ny wkwwkwkw🤭😁
Sampai jumpa di bab berikutnya ya💌👀

ALARIC{End..}Where stories live. Discover now