PROLOG

12 1 0
                                        

HALO!!!

Salam kenal, guys. Kalian bisa manggil aku "Senja".

Ini adalah cerita pertama aku guys! Cerita ini murni dari pemikiran aku ya, jika kalaian menemukan kesamaan nama tokoh atau beberapa adegan, mungkin itu hanya kebetulan semata.

Enjoy guys, and HAPPY READING!

---o0o---


Hujan turun sejak subuh. Gerimis tipis yang tidak pernah benar-benar berhenti, seolah langit pun ragu untuk menangis sepenuhnya. Jalan menuju gedung utama Calderon Group tampak basah dan lengang. Mobil-mobil polisi terparkir di depan gedung, garis pembatas kuning membentang di sekitar pintu masuk, sementara orang-orang bersetelan gelap berlalu-lalang dengan langkah cepat dan wajah serius. Anehnya, tidak ada keributan. Tidak ada kepanikan. Segalanya terasa terlalu tenang untuk sebuah tragedi.

Gerimis memantulkan cahaya lampu rotator berwarna biru dan merah di atas genangan air. Para karyawan yang baru tiba hanya bisa berdiri di balik garis pembatas, saling bertukar pandang tanpa benar-benar memahami apa yang sedang terjadi. Bisik-bisik pelan terdengar di antara mereka, tetapi tak seorang pun berani mendekat. Pagi itu, gedung yang biasanya sibuk justru dipenuhi keheningan yang terasa menyesakkan.

Di lantai lima, ruang server utama telah dikosongkan. Kabel-kabel menjuntai dari rak besi seperti urat nadi yang terputus. Panel listrik sudah tertutup kembali dengan rapi, tanpa bekas ledakan atau kerusakan besar yang dapat menjelaskan apa yang terjadi. Beberapa petugas forensik masih memotret setiap sudut ruangan, sementara sebuah tandu putih perlahan didorong keluar.

Aroma plastik yang sedikit menghangus masih menggantung di udara, bercampur dengan dinginnya pendingin ruangan yang belum dimatikan. Lampu indikator pada sebagian rak server telah padam, menyisakan dengung kipas yang sesekali masih terdengar. Anehnya, nyaris tak ada bekas kerusakan besar. Sulit dipercaya bahwa sebuah insiden fatal baru saja terjadi di ruangan yang tampak begitu rapi.

"Bagaimana hasil sementara?" tanya seorang penyidik.

Petugas forensik menggeleng pelan. "Belum ada tanda-tanda korsleting besar. Tapi sistem keamanan mati lima menit sebelum kejadian."

"Rekaman CCTV?"

"Hilang."

Penyidik itu terdiam sesaat, memandang ruang server yang kini kosong. "Kebetulan yang terlalu sempurna."

Korban adalah seorang engineer senior Calderon Group, sosok yang dikenal sebagai jenius sistem dan menjadi salah satu orang paling berpengaruh di balik infrastruktur digital perusahaan. Di luar pekerjaannya, ia hanyalah seorang ayah.


Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai sosok yang selalu datang paling awal dan pulang paling akhir. Rekan-rekannya mengenalnya sebagai engineer yang teliti, nyaris tak pernah melewatkan satu detail pun. Namun di balik pintu rumahnya, semua jabatan itu seolah menghilang. Ia hanyalah seorang ayah yang selalu berusaha menepati janji untuk pulang, meski sering kali harus membawa pekerjaan bersamanya.

Media segera memberitakan kematiannya sebagai kecelakaan kerja. Namun sejak awal, semuanya terasa janggal. Log aktivitas server kosong pada waktu yang seharusnya paling sibuk. Laptop kerjanya menghilang, begitu pula hard drive pribadinya. Laporan internal perusahaan selesai disusun bahkan sebelum seluruh bukti berhasil dikumpulkan. Tidak ada investigasi lanjutan. Tidak ada konferensi pers. Tidak ada satu pun petinggi Calderon Group yang memberikan penjelasan kepada publik.

Di atas meja kerjanya, secangkir kopi yang sudah dingin masih tergeletak di samping sebuah buku catatan kecil. Beberapa halaman terakhir dipenuhi coretan angka dan sketsa sederhana yang tak sempat dipahami siapa pun. Laptop kerjanya tak pernah ditemukan. Bersama itu, hilang pula kemungkinan untuk mengetahui apa yang sebenarnya ia kerjakan beberapa jam sebelum kematiannya.

Yang terus diulang hanyalah satu pernyataan resmi:


"Insiden kerja akibat kelelahan dan kesalahan prosedur."

Bagi sebagian besar orang, kasus itu berakhir pada hari yang sama. Namun bagi seseorang yang kelak akan mencari kebenaran, hari itu hanyalah awal dari sebuah rahasia yang selama bertahun-tahun sengaja dikubur.

---o0o---

Seru gak guys prolognya? Karena ini cerita pertama aku, mohon maaf kalau ada typo bertebaran ya.

Kalau ada kritik & saran, boleh di taruh di kolom komentar!

Jangan lupa share ke temen-temen, sahabat, keluarga, ataupun pacar kalian ya!

Thanks a lot guys! Love u all 🩷

Salam

Author

Azalea : The House He FoundMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon