"Aku masih ingat hari itu,
ketika hidupku berubah selamanya"
Nina Wiliana Dirgantara
•••••••
Jangan lupa vote dan komen ya..
Mohon hargai penulis (◠‿◕)
Selamat membaca (≧▽≦)
~~~~~
Seorang gadis cantik dengan tubuh pendek berisi, wajah polos, kulit putih bersih, bulu mata lentik,warna mata hazel, dan rambut coklat panjang, sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolahnya.
Ia adalah Nina Wiliana Dirgantara , gadis ramah yang disukai banyak orang. Sikapnya yang bar-bar lemot dan salah satu murid terpintar di sekolah,ia sering dipanggil Nina oleh teman-temannya, princess ana oleh anggota gengnya.
Gadis yang memiliki solidaritas yang tinggi, dan susah ditebak, wajah polos yang menyimpan rahasia besar dibalik itu. ia dipercaya menjadi wakil geng ARGOS. Geng yang memiliki 6 anggota inti dan ratusan anggota lain yang terpencar di berbagai sekolah.
ARGOS bukan lah geng sembarang, ARGOS dibentuk untuk menyingkirkan sampah masyarakat, dan membantu orang yang membutuhkan.
ARGOS tidak akan menyerang jika tidak diusik, jika ada yang sengaja mengusik mereka sama saja menjemput maut sendiri,kata mereka 'satu tersakiti maka semua merasakan'.
Geng ARGOS juga memiliki aturan.
Aturannya:
Pertama, solidarity Number one
Kedua, No sex, No drungs
Ketiga, Don't be a loser
~🧸🤍🧸
"Ternyata gw cantikk juga ya" celetuk nya dengan PD saat didepan cermin. Setelah itu ia kebawah untuk sarapan bersama keluarganya.
Saat sampai di meja makan, ternyata baru ayahnya saja yang ada di meja makan,
"selamat morning Ayah tampanku" ucapnya berjalan mendekati seseorang yang ia sebut 'ayah' lalu mencium pipi nya.
"Morning anak ayah yang cantik", balasnya sambil mengusap kepala sang anak.
Damian Cole Dirgantara sosok ayah dari 3anak, pria yang tidak muda lagi tapi tetap tampan dan gagah, selalu sabar menghadapi kelakuan dan sifat anak-anaknya yang diluar nurul. Pria belsteran eropa yang sibuk tapi tetap meluangkan waktu untuk anak-anaknya.
Damian Cole Dirgantara ' namun sibuk dengan pekerjaan, harus tetap membagi waktu dengan keluarga, karena keluarga yang terpenting.'
"Mereka belum bangun yah?" Tanya Nina karena tidak melihat mereka di sana.
"Mereka udah pergi 5 menit yang lalu" jawab ayah Damian.
Nina hanya beroh ria saja 'tumben banget mereka pergi pagi-pagi gini '
" Kamu ada kelas hari ini? Jam berapa?" Tanya ayah Damian.
"Iya, kelas pagi jam 07.10, kenapa yah?" Jawab Nina dengan pertanyaan di akhir.
"Nggak lambat?,ini udah jam 07.20 loh." ujar ayah Damian.
YOU ARE READING
Nina Wiliana Dirgantara
Short StoryCerita ini menceritakan seorang anak kecil yang menyimpan kenangan pahit dimasa kecilnya. Yang bagaimana seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa, harus menyaksikan salah satu orang yang ia sayangi di BUN*H di depan matanya sendiri.Apa ia akan...
