BAB 1. GERBANG

55 20 63
                                        


Ini bukan kisah tentang cinta.

Kalau di cerita sebelumnya aku menulis tentang Alfarez, tentang hubungan, emosi, dan konflik yang terlihat ringan.

Maka di cerita ini, aku mengajak kalian masuk ke sesuatu yang lebih dalam.

Di sini, tidak semua luka berdarah.

Tidak semua kejahatan dalam bentuk fisik.

Dan tidak semua kematian diawali dengan niat.

SAKSI TERLARANG adalah kisah tentang kebenaran yang harus di dibungkam dari dunia luar.

Di mana terlalu banyak siswa pernah duduk.Dan tidak semuanya pulang.

•••

Tiga bulan lalu, Aluna Safira Calista, siswi kelas sebelas SMA Nusa Cendekia, ditemukan tewas di halaman sekolah. Pihak sekolah menyebutnya bunuh diri karena depresi dan kasus bullying. Kasus ditutup cepat. Tanpa penyelidikan panjang.

Bagi semua orang, ceritanya selesai sampai disini.

Bagi Kairo Veyron Hale, kakaknya, cerita itu baru dimulai.

Aluna dikenal ceria dan aktif. Bukan tipe orang yang gampang ditindas dan mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan orang lain.

Maka Kairo pindah ke sekolah itu sebagai murid kelas dua belas. Ia tidak datang untuk meminta keadilan hanya untuk adiknya. Ia datang untuk membuka satu kebohongan yang pernah di rekayasa oleh sekolah.

Sedikit demi sedikit, Kairo menemukan bahwa adiknya bukan hanya korban. Aluna adalah saksi terhadap sebuah sistem tersembunyi di dalam sekolah yang memanipulasi, menekan, dan mengelola siswa-siswa tertentu.

Sebuah jaringan yang tidak menciptakan kematian... tapi membuat mereka mengakhiri hidup terlihat wajar.

Semakin dekat Kairo pada kebenaran, semakin jelas satu hal. Di sekolah ini, bukan semua orang ingin diselamatkan.

Dan tidak semua kebenaran bisa dibongkar tanpa mengorbankan seseorang yang hidup. Dan yang paling cepat ia sadari bukanlah siswa-siswa yang aneh, melainkan Bimbingan Konseling yang ada.

Di sana, terlalu banyak murid yang keluar dengan mata kosong. Terlalu banyak yang mendadak berubah. Terlalu banyak yang berhenti melawan, lalu... menghilang dari data siswa sekolah.

Konseling di SMA Nusa Cendekia bukan tempat bercerita. Itu adalah tempat membentuk karakter dan mengubahnya. Mengganti ingatan. Menanam rasa bersalah. Mengarahkan keputusan yang salah.

•••

Gerbang SMA Nusa Cendekia sudah terbuka sejak tadi.

Kairo melewati pintu gerbang dengan motor yang meraunh pelan. Ban melindas paving yang masih lembap sisa embun pagi. Suara mesin terdengar meraung pelan di antara, langkah kaki siswa dan tawa melayang di udara.

Begitu masuk, suasana langsung berubah.Di luar, suasana biasa saja. Di dalam, ada rasa lain. Bukan takut. Bukan juga tegang. Lebih seperti... diamati.

Kairo memutari taman kecil di tengah halaman, lalu mengarah ke parkiran siswa yang terletak di sisi dalam sekolah, diapit oleh dua bangunan tinggi.

Deretan motor dan beberapa mobil sudah berbaris rapi. Pohon-pohon tinggi menaungi area itu, membuat cahaya matahari jatuh terpecah di atas jok dan spion.

SAKSI TERLARANG Where stories live. Discover now