Prologue

22 5 0
                                        

Hari yang seperti biasanya, langit Jepang kala itu biru cerah. Pada pertengahan pagi menjelang siang itu, orang-orang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Seorang pemuda berwajah masam, berbeda dengan cuaca yang cerah kala itu. Alasannya ber mimik seperti itu adalah karena pekerjaannya. Pekerjaan sebagai buruh serabutan dengan umur 18 tahun membuatnya sering mendapatkan perlakuan semena-mena. Tapi mau bagaimana lagi, dia hanya anak yatim piatu yang putus sekolah.

Seperti hari ini, dia berjalan terseok-seok karena kakinya tanpa sengaja tertimpa palu dari rekan kerjanya. Karena ia hanyalah seorang anak tanpa dukungan, bukannya mendapat biaya pengobatan, ia malah mendapatkan pemecatan. Sungguh, dunia sangat kejam padanya.

Perjalanannya pada saat itu terhenti, karena ia tidak tahu tujuannya hendak ke mana. Apakah ke kamar kos pengab yang sudah jatuh tempo, atau ke klinik dengan biaya setara bermingu-minggu biaya hidupnya?

Rasanya muak, lelah dengan kehidupan yang serasa melilit lehernya. Apakah tidak ada, kehidupan dimana ia bisa hidup tenang?

Entah itu doanya yang terkabul atau sebuah karma yang instan. Secercah cahaya hijau muncul, mulai merambat luas menguar di udara, ia terpana. Rasa takut dan kagum menjadi satu, kala cahaya itu mengenai orang di depannya, dan dalam sekejap orang yang terpapar cahaya berubah menjadi patung batu. Sepersekian detik kemudian dia juga sudah terpapar, dan semua menjadi gelap.

Semuanya gelap, tidak bisa bergerak, tanpa tau waktu dan tak tau apa yang terjadi. Awalnya ia merasakannya, rasa hampa dan aneh itu, namun lambat laun, kesadarannya perlahan memudar ditengah kegelapan tak berujung itu.

 Awalnya ia merasakannya, rasa hampa dan aneh itu, namun lambat laun, kesadarannya perlahan memudar ditengah kegelapan tak berujung itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rambut cokelat panjang itu terurai terbawa angin musim dingin. Sosok bertubuh tegap itu berhenti di depan sebuah patung batu yang terlihat hampir lapuk. Manik merah itu menelisik pada patung batu di depannya, tangan yang menggenggam botol berisi cairan ajaib ia angkat di atas kepala patung.

Pyarr!

Botol tanah liat itu terpecah, membuat cairan yang ada di dalamnya keluar, membasahi patung tersebut.

Kretek...

Kretek...

Pyarrrr!!

Hembusan nafas hangat yang menciptakan kabut tipis menjadi saksi bahwa pembangkitan itu telah berhasil. Sang pembangkit tersenyum puas, melihat kembalinya temannya ke dunia. "Selamat bangun dari tidur 3700 tahunmu, Ryo," sapanya.

Mata bermanik silver itu menyipit, menyesuaikan cahaya yang tiba-tiba masuk setelah sekian lama di dalam kegelapan. Matanya mengerjap ketika melihat beberapa orang mengelilinginya, ditambah latar yang asing baginya.

Ia belum menjawab sapaan yang pertama ia dengar tadi, kepalanya menoleh ke kanan dan kiri untuk menangkap semua informasi yang bisa ia dapatkan. Kemudian ia baru menyadari, kata dari sapaan sebelumnya. "3700... Tahun?" tanyanya heran.

Melihat orang yang baru dibangkitkan bingung, pemuda dengan rambut gondrong itu hanya tersenyum. Tangannya terulur, membantu yang baru bangkit untuk berdiri, "Ini adalah dunia pasca pembatuan oleh cahaya hijau. Di surga yang belum dijinakkan ini, kita bisa hidup bersama di alam tanpa pemilik. Ini adalah kesempatan kita sebagai pemuda, hidup tanpa orang-orang yang hanya mengincar harta dengan merusak alam dan menginjak orang lain," ujarnya kemudian tersenyum.

Yang baru dibangkitkan tidak menjawab, mencerna kata-kata teman yang membangkitkannya. Jujur, ia tidak begitu mengerti apa yang terjadi, jadi dia menyimpulkan asal, "Jadi disini aku bisa jadi pengangguran dan nyantai?"

Tsukasa—yang membangkitkannya—tersenyum, "Tentu, kita bisa jadi apa saja disini."

Si manik silver tersenyum tipis, "Akhirnya..."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
.
.

.

.

.

.

[yappingan kei]

Mari lebih mengenal pemeran pendukung kita...

(bgm. drum menegangkan)

This is my OC, mungkin sedikit beda saat dia di universe anime lain, karena menyesuaikan dengan kondisi anime aslinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


This is my OC, mungkin sedikit beda saat dia di universe anime lain, karena menyesuaikan dengan kondisi anime aslinya.

(maaf ilustrasinya jelek)

Btw kalo ada yang nanya kenapa ga lanjutin yang lain daripada buat cerita baru, gw gamau jawab, malas.

Hope u all enjoy this story!

Kritik dan saran sangat ditunggu, bisa ke komen atau lewat anon (lewat link di bio)

—Soon, to be continue

Kei, 2026

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 08 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

COMING SOON! - Side Character [Dr. Stone]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang