prolog

940 63 3
                                        


***

Langit senja menggantung tenang di atas hamparan laut yang luas. Ombak berkejaran menuju pantai, seolah membawa pergi segala letih yang selama ini terpendam di dada.

Christian dan Kathrina berdiri berdampingan, menatap laut dengan diam yang sarat makna. Tidak ada kata, namun kedamaian itu terasa nyata-mengalir perlahan, menyusup ke relung hati mereka berdua.

Hari-hari yang telah dilalui bukanlah hari yang mudah. Luka masa lalu masih menyisakan jejak, lelah masih kerap datang tanpa permisi. Namun di hadapan laut yang tak pernah lelah memeluk daratan, mereka belajar untuk bernapas kembali, untuk mengikhlaskan apa yang pernah pergi, dan menerima apa yang kini hadir.

Sementara Christian berdiri di sampingnya, menyimpan luka yang sama, hanya saja ia memilih diam dan memendamnya sendiri.

Perlahan, Christian mengulurkan tangan. Ia menyentuh tangan Kathrina, lalu menggenggamnya erat, seakan takut kehilangan satu-satunya hal yang kini membuatnya bertahan.

"Gua ngga janji bakal sempurna," ucapnya pelan, suaranya hampir tenggelam oleh suara ombak. "Tapi gua janji... gua bakal tetap di samping lu. Sampai kapan pun waktu mengizinkan."

Kathrina terdiam. Dadanya terasa sesak, bukan karena sedih, melainkan karena akhirnya ada seseorang yang memilih bertahan, bukan pergi. Ia tersenyum kecil-senyum yang rapuh, namun tulus.

"Makasih... lo udah selalu ada di samping gue, Chris."

Ia menoleh, menatap Christian dengan mata yang berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, hatinya merasa tidak sendiri. Di bawah langit senja yang perlahan gelap, dua jiwa yang sama-sama terluka menemukan tempat untuk beristirahat.

Tatapan Kathrina bertemu dengan mata Christian. Di sana tak ada janji berlebihan, tak ada kata indah yang dipaksakan-hanya ketulusan, kehadiran, dan harapan akan hari esok yang lebih baik. Laut kembali bergemuruh, senja perlahan memudar, dan di antara keheningan itu, dua hati yang pernah rapuh mulai belajar percaya lagi.

Mungkin kisah ini tidak dimulai dengan bahagia. Namun di tepi laut senja itu, Christian dan Kathrina tahu

-mereka sedang berjalan menuju arah yang sama.

"kamu seindah senja, kathrina.."

....













Kadang, cinta bukan tentang menyembuhkan luka, tapi memilih tinggal saat luka itu masih ada dan berhenti mencari akhir yang sempurna, dan memilih seseorang yang tetap tinggal.






















sorry kalo ada perkataan yang emang ga enak di denger.

hayo menurut kalian ending nya bakal kaya gimana? dan apa yang kalian harapin dari alur cerita ini?

hehe pantengin terus ya cerita ini sampai end, jangan bosen bosen nunggu author up





vote untuk cerita selanjutnya!!

Dia Seindah Senja [kitkath]Stories to obsess over. Discover now