Hari-hari pun terus berlalu, hingga tepatnya hari ini. (Name) kembali ke apartemen sederhana nya saat sore hari karena pekerjaan nya yang lumayan lama ia bisa tuntaskan.
(Name) membuka pintu nya dengan perlahan dan lesu, "Tadaima.." kata (name) sangat pelan dan nyaris berbisik.
Hening. Tentu saja seharusnya tak ada jawaban. Tetapi, tak disangka. Seseorang malah menyahut dari arah dapur, "Okaeri, (name)-chan!"
"Eh?" beo gadis tersebut lalu berjalan dengan keadaan nya yang berantakan menuju ke dapur.
Disana, terlihat pemuda bersurai gelap sedang memakan Pocky di meja makan (name) dengan senyuman nya. Ia hanya mengenakan kaos ketat tanpa lengan dan membuat semua tato di lengan nya terpampang jelas. ".. Sejak kapan kau sudah berada disini?" tanya (name) pelan.
"Belum terlalu lama, apa tadi (name)-chan kesulitan menuntaskan misi nya?" tanya Nagumo sembari memakan Pocky nya.
(Name) meletakkan tas nya di meja lalu duduk dan merebahkan kepala nya pada meja makan. Kemudian, gadis tersebut mengangguk kecil, "... Ternyata informasi yang ku dapat sedikit melenceng, sebab itu aku sedikit kesulitan saat menyesuaikan diri." jelas (name) pelan.
Nagumo tersenyum kecil lalu meletakkan sekotak Pocky ke meja makan kembali lalu tiba-tiba menampilkan satu bando telinga kelinci yang berwarna pink. "Lihat ini, (name)-chan!" ria Nagumo.
(Name) mengernyit dahi nya—pertanda ia kebingungan. "Apa maksud nya?" beo (name).
Nagumo dengan senang hati berdiri kemudian mendekati (name) yang masih merebahkan kepala nya di meja makan dan dengan lembut menuntun (name) agar kembali tegak. Lalu, dengan perlahan Nagumo langsung memasangkan bando telinga kelinci tersebut pada pucuk kepala (name).
"Nande?" bingung (name) dan sedikit memiringkan kepala nya karena masih merasa bingung.
Nagumo tersenyum ria sebelum akhirnya menjawab dengan antusias, "Ayo ke taman hiburan Sugar-chan!"
.
.
.
Dan ya. Tanpa disangka-sangka. (Name) dan Nagumo kini berada di taman hiburan selayak nya tak memiliki pekerjaan dan hanya manusia biasa yang ingin hidup tenang.
"... Apa yang ada dipikiran mu? Bagaimana jika kita malah menarik perhatian musuh dan menyadari kita ini pembunuh bayaran?" tanya (name) pada pemuda yang menggunakan baju oversize di samping nya.
Nagumo terkekeh geli, "Tinggal kita tuntaskan saja tanpa ketahuan bukan?"
(Name) memutar bola matanya malas, "Kau saja yang urus, aku sedang malas." kata (name) lalu memakan ice cream nya yang sempat dibelikan Nagumo.
Nagumo tersenyum, "Tentu saja, (name)-chan. Kau hanya perlu berada disini bersama ku dan menikmati hiburan ini." kata Nagumo lalu menggenggam salah satu tangan (name).
"Ayo kita coba wahana lain! Sesekali kita harus merasakan kebebasan!" kata Nagumo dan menarik (name) dengan menyesuaikan kecepatan dirinya dengan gadis tersebut agar tak terburu-buru.
Nagumo dan (name) pun sampai pada wahana bianglala. "T-terlalu tinggi.." takut (name).
"Ayolah! Kau seharusnya sudah terbiasa karena lumayan sering melakukan pekerjaan di atas gedung yang bahkan lebih tinggi dari ini!" kata Nagumo tak peduli dan tetap menarik (name) masuk.
"I-itu berbeda, Yo-chan!" panik (name).
Tetapi, (name) yang awalnya panik dan canggung untuk menaiki wahana. Dengan perlahan, gadis tersebut beralih menjadi keasyikan dengan semua wahana yang Nagumo dan diri nya coba.
Awalnya, semuanya baik-baik saja. (Name) yang terus memakan cemilan sembari menaiki wahana, lalu Nagumo yang dengan senang hati mengeluarkan semua uang nya untuk (name) dan melakukan apapun—atau lebih tepat nya memaksa agar (name) merasa menikmati semua hiburan yang ada.
Tentu saja dengan beberapa kali orang yang datang untuk menyerang dan Nagumo tanpa merasa kesulitan menuntaskan mereka tanpa ketahuan dan tak membuat kericuhan agar tak menarik perhatian.
Setelah bermain beberapa wahana, keduanya memutuskan untuk membeli minum dan istirahat sejenak. Tautan tangan Nagumo tak pernah lepas dari gadis manis itu karena takut jika (name) akan menghilang dalam sekejap karena terbawa oleh orang lain. Nagumo sibuk membeli minuman dan (name) yang terus memperhatikan sekitar.
(Name) diam-diam memperhatikan rollercoaster yang dimana ada dua orang yang tengah bertarung pada rel laju rollercoaster. "Nee, Yo-chan. Bukankah itu Shin-kun?" tanya (name) pelan.
Nagumo yang baru saja selesai membayar minuman dan menerima minuman yang ia beli pun menoleh, manik hitam gelap nya juga menangkap Shin yang terlihat sedang bertarung dengan seseorang di rel rollercoaster. "Hee.. benar, berarti ada Sakamoto-kun juga disini." kata Nagumo.
Nagumo membuka minuman yang ia beli tadi lalu menyodorkan nya pada (name). "Jika Sakamoto-san berada disini, bukankah itu berarti orang yang dilawan oleh Shin-kun adalah penjahat yang juga ingin membunuh Sakamoto-san?" tanya (name) sembari meminum minuman yang di suapi oleh Nagumo—alih-alih menerima dan meminum nya sendiri.
Nagumo yang melihat (name) seperti itu pun terkekeh geli dan mengangguk. "Ya, sudah pasti seperti itu karena mungkin saja Sakamoto-kun datang dengan keluarga nya dan Shin yang menjadi pengganti sementara untuk menahan penjahat nya." kata Nagumo lalu menutup minuman nya saat (name) selesai minum.
(Name) kembali menatap Shin yang jauh di atas rel rollercoaster. "Apa perlu kita bantu?" beo (name) yang melihat Shin kesulitan.
Nagumo menggeleng kecil, "Tidak, jika Sakamoto-kun tak bisa menyelesaikan masalah sekecil ini, maka dia akan berakhir tak lama lagi." kata Nagumo yang menolak dan (name) hanya mengangguk mengerti.
Nagumo kembali menarik (name) menuju ke salah satu wahana kembali, "Lupakan saja dia, ayo kita terus menikmati hari libur ini!" ria Nagumo.
"... Bukankah lebih tepat nya kau yang memaksa libur?" tanya (name) dan Nagumo hanya tersenyum sebagai jawaban.
.
.
.
Brukk!
Sesampainya di kamar, (name) langsung merebahkan dirinya pada kasur karena energi nya yang habis terkuras di taman hiburan. "Melelahkan..." keluh (name).
Nagumo yang ikut memasuki kamar (name) pun terkekeh geli melihat gadis tersebut langsung ambruk karena kehabisan energi. "(Name)-chan cepat sekali merasa lelah, padahal sore baru saja tiba." kata Nagumo.
"Lalu kenapa jika sore? Kita sudah terlalu lama bermain, tentu saja aku merasa lelah..." rengek (name) pelan lalu menenggelamkan wajah nya pada bantal.
Nagumo tersenyum kecil, "Aku tadi niatnya ingin mengajak mu menaiki bianglala kembali untuk melihat matahari terbenam." kata Nagumo.
(Name) yang mendengar nya pun mengangkat wajah nya dari bantal lagi. "Jika begitu, ayo kembali ke taman hiburan di waktu lain dan melihat matahari tenggelam bersama dipuncak bianglala." kata (name) lalu beralih menjadi duduk sekaligus menatap Nagumo.
Nagumo terdiam sejenak lalu kembali tersenyum, "Tepati perkataan mu, aku akan tetap menagih nya."
(Name) ikut tersenyum kecil dan kembali merebahkan dirinya pada kasur. (Name) dapat merasakan jika mata nya mulai terasa berat, "Ngantuk..." gumam (name) pelan lalu tidur menyamping menghadap Nagumo yang masih berada lumayan jauh dari kasur nya dan berdiri tegak. Ia mengerjap pelan— khas orang mengantuk.
Nagumo berjalan mendekati (name) dan langsung menarik selimut gadis tersebut dan menutupi tubuh (name) sepenuh nya dan hanya menyisakan kepala. "Tidurlah, besok kau juga harus menyelesaikan misi." kata Nagumo pelan.
Nagumo mengelus lembut pucuk kepala gadis tersebut dan semakin membuat (name) gampang terlelap dan pergi ke alam mimpi nya. Merasa yakin (name) sudah tertidur pulas, Nagumo menghentikan elusan nya dan kembali tegak. "... Dia sangat lucu jika damai seperti ini." kata Nagumo.
Lelaki bersurai gelap tersebut menghela nafas nya sejenak lalu mulai berjalan keluar dari apartemen (name). Tak lupa ia mengunci nya—benar, Nagumo satu-satunya orang yang (name) berikan akses untuk keluar masuk di tempat ia bisa pulang.
TBC
.
.
.
.
eksnsmnsn gatau kenapa suka bangettt nulis di book ini(≧▽≦)
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐕𝐢𝐝𝐚 [ 𝐒𝐚𝐤𝐚𝐦𝐨𝐭𝐨 𝐃𝐚𝐲𝐬 𝐚𝐧𝐝 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫 ]
Short StoryBagaimana jika seorang gadis yang tak begitu menginginkan untuk bergabung dengan Order tetapi malah bergabung karena suatu alasan? ∘₊✧──────✧₊∘ ┆ 𝐍𝐚𝐠𝐮𝐦𝐨 𝐘𝐨𝐢𝐜𝐡𝐢 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫 ┆ ‼️𝙒𝘼𝙍𝙉𝙄𝙉𝙂!‼️ ❑ 𝚂𝚎𝚖𝚞𝚊 𝙺𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐...
![𝐕𝐢𝐝𝐚 [ 𝐒𝐚𝐤𝐚𝐦𝐨𝐭𝐨 𝐃𝐚𝐲𝐬 𝐚𝐧𝐝 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫 ]](https://img.wattpad.com/cover/405724473-64-k693146.jpg)