halo semuanya, selamat membaca cerita abal-abal ini ya semoga kalian suka. Jangan lupa vote dan komen
happy reading
###
Malam terasa lengang, hanya diisi suara jangkrik dan hewan malam yang bersahut-sahutan. Enggal duduk melamun, menatap bulan yang menggantung terang di langit. Cahayanya pucat namun hangat, begitu indah hingga Enggal lupa untuk berpaling.
"Bulannya cantik banget ya, sampai kamu gak bisa lepasin pandangan."
Suara berat yang sedikit serak itu menyusup ke indra pendengaran Enggal. "Padahal ada pangeran berdiri di samping kamu."
Senyum tipis merekah di wajah Enggal. Ia menoleh dan mendapati Casper sudah berdiri di belakangnya, bibirnya mengerucut kesal-pura-pura cemburu. Enggal mengulurkan tangan, jemarinya masuk ke rambut keriting Casper yang kini sudah semakin panjang, mengacak-acaknya tanpa rasa bersalah.
"Lu kayaknya udah waktunya potong rambut deh," ujar Enggal sambil mengelus rambut itu, yang berkilau lembut di bawah cahaya bulan.
"Iya... nanti," jawab Casper pelan.
Ia menikmati setiap sentuhan Enggal. Tangannya terulur, menggenggam tangan Enggal lalu membawanya ke pipinya. Hangat. Nyata. Elusan itu meresap perlahan ke relung hatinya, mengikis sisa ketakutan yang selama ini ia pendam-takut kehilangan, takut semuanya hanya sementara.
Casper memejamkan mata sejenak, menikmati momen itu, berharap malam ini tidak membawa apa pun selain ketenangan.
"Enggal," ucapnya lirih, seolah ragu. "Kamu beneran gak mau ngasah indra keenam kamu?"
Gerakan Enggal terhenti. Ia menangkup wajah Casper, memaksanya membuka mata. Tatapannya tegas, ada emosi yang tertahan di sana-lelah, trauma, dan keteguhan yang tak bisa digoyahkan.
"Enggak," katanya pelan namun penuh tekanan. "Sekali aku bilang enggak, ya tetap enggak. Aku udah muak berurusan sama dunia lain."
Casper terdiam. Ia menghela napas panjang, lalu tersenyum kecil-senyum yang tidak memaksa, tidak menuntut. Tangannya naik, menutupi punggung tangan Enggal yang masih menangkup wajahnya.
"Ya udah," ucapnya lembut. "Aku gak bakal nanya lagi."
Jika Enggal memilih menjauh, maka biarlah. Casper akan berdiri di garis depan. Ia yang akan menjaga, ia yang akan menahan segala gangguan dari dunia yang tak kasat mata.
Di bawah cahaya bulan yang sama, mereka duduk berdampingan-dua jiwa yang memilih bertahan, bukan dengan keberanian, melainkan dengan saling menjaga.
###
Bab selanjutnya baru di update kalo vote bab ini tembus 15, buat kalian yang minta S2 kemarin harus ramein vote dan komennya.
To be continued
YOU ARE READING
Benang takdir 2
General FictionLanjutan dari cerita Benang Takdir, kisah cinta Casper sama Enggal.
