Jika terdapat kesamaan nama atau alur cerita, hal tersebut murni ketidaksengajaan.
Enjoy
'Ceklek'
Suara pintu terbuka, Wino melihat Ibunya yang baru saja pulang.
"Mama darimana, dari tadi aku cariin" Tanya Wino yang sedari bangun tidur belum melihat Ibunya.
"Mama habis bantu-bantu temen mama yang pindahan" Balas Ibunya sembari duduk di sofa ruang tamu, di sebelah Wino.
"Oh, temen mama jadi tetangga kita dong sekarang"
"Iya rumahnya di sebelah kita banget, nanti kamu kenalan ya, namanya Karin"
Sekitar pukul 20.30 Wino masih bersantai di kamarnya, namun dia bosan, berhari hari ketika libur panjang dia hanya diam di rumah.
Karena rasa bosannya yang semakin dalam, Wino bahkan membongkar sebuah kotak tempat dia menyimpan barang-barang lamanya dan mulai mencari-cari barang yang masih bisa dia gunakan, sampai akhirnya dia menemukan sebuah teropong yang dia beli beberapa bulan lalu untuk sebuah kepentingan.
Lalu muncullah ide di kepala Wino, dia ingin mengintip tetangga-tetangganya dengan teropong itu, lewat pintu kaca di kamarnya yang masih terbuka. Karena jarak antar rumah Wino dengan tetangga-tetangganya dekat, dan cahaya terang dari lampu yang masih menyala di rumah-rumah itu, dia dengan mudah melihat aktivitas yang di lakukan tetangganya lewat pintu kaca masing-masing rumah.
Awalnya Wino hanya melihat hal-hal biasa, seperti melihat tetangganya yang sedang bersantai maupun melakukan kegiatan ringan, hingga dia teringat sesuatu.
"Oh iya, gue belum jadi kenalan sama tante Karin, tapi rumah tante Karin beneran yang sebelah itu kan ya" Wino yang penasaran pun akhirnya mengarahkan teropongnya ke samping, tepat di pintu kaca yang masih terbuka lebar di sebuah kamar. Namun apa yang di lihat Wino membuatnya sangat terkejut.
Di ranjang kamar itu, seorang wanita sedang memuaskan dirinya sendiri, kaki nya terbuka lebar menghadap luar, kepalanya mendongak, rambut panjangnya menjuntai ke belakang, tubuhnya yang berkeringat membuat dia terlihat sangat menggoda. Tangannya sibuk memainkan dildo ke lubang kewanitaannya.
"Ah-anjing! Tante Karin ngapain anjing kaya gitu" Tubuh Wino memanas dan merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana.
Wino kembali mengamati kegiatan tetangganya itu dengan teropongnya—namun tangan kanannya mulai menyentuh dan meremas penisnya yang sudah menegang di balik celananya.
"Ah shit, sexy banget anjing tante tante"
Nafsunya sudah tidak tertahankan lagi, dia mengeluarkan penis besarnya yang berdiri tegak lalu mengocoknya sambil membayangkan lekuk tubuh Karin yang indah.
"Enak banget coli sambil liatin cewe sexy gini, AHH-"
Wino terus mengocok penisnya sampai dia memejamkan matanya karena kenikmatan itu, hingga saat hampir berada di puncak kenikmatannya, Wino mempercepat tempo kocokannya, tubuhnya menegang, hampir mencapai pelepasannya.
Namun
DEG
Jantungnya hampir berhenti ketika dia membuka matanya dan mengarahkan teropongnya kembali, tetangganya yang tadi sedang melakukan 'hal itu' ternyata menyadari Wino yang mengintipnya, dia duduk di ujung ranjangnya, kaki kanannya berada di atas kaki kirinya, dan menatap tajam dengan ekspresi datar ke arah Wino.
YOU ARE READING
ONESHOOT JIMINJEONG/NINGSELLE (on going)
General FictionWARNING! Adult fan fiction content. gxg, g!p Frontal, harsh words, dirty words.
