Pagi pagi sekali jennie dan jisoo sudah terbangun karena mendengar keras nya suara alarm yang berasal dari handphone milik mereka. Jam menunjukkan pukul 06:00 waktu setempat.
"Morning mommy " Sapa jisoo pada sang istri.
"Nee, morning Chu" Balas jennie.
"Andwae, nini tidak sayang chu lagi, nini tidak memanggil Chu dengan sebutan daddy" Kesal jisoo kemudian mempoutkan bibirnya.
"Astaga, bisa bisanya kau bertingkah seperti anak anak, kemarilah menghadap kearah ku" Titah jennie
Jisoo pun hanya menuruti permintaan jennie untuk menghadap kearah nya.
Cuph!
Jennie mencium dan sedikit melumat bibir jisoo untuk waktu yang cukup lama. Setelah puas jennie melepaskan pagutan mereka "morning daddy" Ucapnya kemudian.
"Nah begitu dong, nini memang terbaik, saranghae nini-ah" Balas jisoo.
Hal itu sudah biasa mereka lakukan setiap pagi, katanya sih buat penyemangat menjalani hari masing masing.
" Dadd... Momm... Adik mengompollllll" Teriak Eunha sambil mengetuk ngetuk pintu kamar orang tua nya.
Jennie yang mendengar itupun terkekeh pelan sebelum beranjak, ia kini mencium sekilas pipi jisoo. " Bersih bersihlah sana Chu, aku akan menghampiri anak anak dulu" Titahnya.
"Neee mommy" Patuh jisoo.
Jennie pun membuka pintu kamar nya untuk menghampiri sang anak pertama yang sudah membuat kehebohan pagi ini.
"Ada apa hmm.." Tanya jennie pada sang anak.
"Momm, adik mengompollllll kasul una jadi basah semua" Adu Eunha.
Jennie terkekeh pelan mendengar ocehan gadis kecil yang berada tepat dihadapannya itu " Yasudah kajja kita ke kamar nya unnie dan adik" Ajaknya sambil menggendong Eunha.
Dimata jennie eunha tetaplah gadis kecil nya, walaupun eunha kini sudah menginjak usia enam tahun lebih. Hanya saja anak kecil itu memang belum begitu fasih ngomong huruf R.
Sesampainya dikamar anak anaknya, jennie langsung menurunkan sang kakak dan beralih menggendong anak keduanya karena terlihat anak itu sedang menangis diatas kasur.
"Baby kenapa hm...tenang lah mommy disini" Ucap jennie lembut berusaha menenangkan sang anak.
"Adik mengompoll mom, lihat kasul una basah kan, huh una tidak suka adik" Kesal eunha.
"Maafkan adik yaa unnie, adik tidak sengaja" Ucap jennie dengan menirukan suara anak kecil.
"Tidak tidak tidak, una tidak mau di panggil unnie! " Tegas gadis kecil itu.
Jennie lagi lagi terkekeh " Yasudah una-yaa, boleh tolong mommy tidak?" Pintanya kemudian.
"Boleh, apa mom? " tanya eunha.
"Tolong ambilkan baju ganti adik bayi serta alat alat lainnya eoh, mommy ingin memandikan adik dulu " Pinta jennie.
"Siap mommy! " Seru gadis kecil itu kemudian berlarian kecil menuju tempat penyimpanan barang barang adiknya yang masih ada dalam kamar nya.
Ya, eunha dan Rora atau yang biasa dipanggil baby deukie itu sengaja ditidurkan dalam satu kamar. Hingga semua barang barang yang dibutuhkan kedua anak kecil itu berada disana. Tapi walaupun mereka berdua tidur sekamar tanpa orang tuanya, jennie dan jisoo sudah memasang kamera pengawas untuk memastikan sang anak tetap aman.
Setelah mendapat kan semua barang yang mommy-nya minta, eunha langsung menyerahkan nya ke jennie yang sudah selesai memandikan baby deukie.
Dengan telaten jennie memakaikan satu persatu baju sang anak.
"nini-ah, unaa-yaa dan annyeong baby deukiee" Sapa jisoo menghampiri jennie dan anak anaknya dengan menggunakan pakaian kerjanya.
"Annyeong dad" Balas eunha yang kemudian mendapatkan serangan ciuman dari sang ayah.
"Eoh kau sudah selesai chu-yaa?" Tanya jennie.
"Nee, apa nini butuh bantuan? Chu siap membantu nini apapun itu" Tawar jisoo.
"Ah, bisakah kau memandikan eunha, aku harus menyusui baby deukie dulu, kasian seperti nya dia kehausan" Pinta jennie.
"Siap nini! , unaa-yaa kajja mandi sama daddy" Ajak jisoo kemudian menggendong eunha dan memutar mutar gadis kecil itu di udara.
"Chuu, jangan seperti itu nanti terjatuh" Peringat jennie kemudian duduk di sofa yang berada di kamar sang anak dan mulai membuka sedikit kancing piyama nya dibagian atas.
"Sshhh, baby sangat haus eoh sampai mengisap nya dengan sangat kuat" Ringis jennie saat merasakan ngilu pada bagian payudaranya.
20 menit berlalu, kini jisoo sudah selesai membantu anak pertama nya mandi dan menggunakan seragam sekolah dengan rapi. Jennie juga sudah berhasil menidurkan anak kedua mereka dan kini beralih untuk mengikatkan rambut anak nya yang pertama.
"Mommy una mau ikat lambut nya 2 yaa " Pinta eunha.
"Nee, oiya sayang apa kau bisa mengantar eunha hari ini?, seperti nya aku tak sempat deh karena harus membereskan kekacauan yang dibuat baby deukie dikamar tadi pagi" Pinta jennie pada jisoo yang tengah menikmati sarapannya.
"Nee, tenang saja nini, biar chuu yang mengantar una" Jawab jisoo.
Jennie tak lagi membalas ucapan jisoo dan kembali fokus untuk merapikan rambut anak pertama nya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Mommy una sekolah dulu nee, jangan lupa jemput una nanti sepulang sekolah yaa" Celoteh eunha berpamitan pada sang ibu.
"Iyaa, nanti mommy jemput una bersama baby deukie yaa, kemari sayang" Jennie pun memeluk sang anak dan menciumi wajahnya berulang kali.
"Mommy geli..hihi" Kikik eunha karena merasa geli diciumi terus terusan.
"Yasudah nini-ah, Chu juga pergi bekerja dulu ya, nini baik baik di rumah bersama baby deukie, nanti pas jemput una diantar sama supir saja" Pamit jisoo juga.
"nee hati hati chuu-yaa, jangan mengebut " Balas jennie.
Jisoo pun hanya mengangguk kemudian mencium dahi dan bibir jennie sekilas sebelum benar benar beranjak.
Jennie pun hanya memandangi mobil yang berisikan kedua orang tersayang nya menjauh hingga tak terlihat lagi.
"Rumah ini sepi jika siang mereka berdua pergi" Ucap jennie pelan dengan berjalan menuju kamar anaknya.
Jennie memutuskan untuk berhenti dari perusahaan setelah menikah dan melahirkan anak nya, ia sengaja membiarkan jisoo yang mengelola perusahaan yang ia rintis sejak awal itu.
Sesampainya didalam kamar anaknya, jennie memastikan terlebih dahulu kalau sang anak kedua masih terlelap di dalam baby box nya sebelum membersih kan kekacauan yang sudah anak kecil itu buat tadi.
Oiya jennie dan jisoo sengaja tidak menggunakan jasa pekerja dari orang lain untuk di rumah mereka, toh selagi mereka bisa mengurusnya berdua kenapa tidak. Lebih menyenangkan juga jika tinggal di rumah dan mengurusnya bersama orang orang terkasih.
TBC....
Annyeong yeorobun!
Author balik lagi dengan membawa another new story nih. Semoga cerita kali ini seru dan bisa menghibur kalian ya, hehe.
Oiya, sesuai yang author bilang di deskripsi, di season 2 ini ga bakal ada pengenalan karakter lagi karena semuanya adalah kelanjutan dari season 1 "happiness"
Jadi, buat yang belum baca, boleh kepoin dulu season 1 di akun author yaa, Maaf kalau masih ada kekurangan, karena "Happiness" adalah cerita pertama yang author tulis 😌
Udah ah segitu aja yapping-nya. Hope you like this story, guys!
Jangan lupa vote & comment yaa....
VOUS LISEZ
Our happiness - JenSoo s2
Fanfictioncerita ini adalah lanjutan dari cerita "Happiness - jensoo" So, mungkin yang belum pernah baca bisa langsung kepoin di akun author yaa!, biar tau perannya siapa siapa aja, karena disini author gaada bikin pengenalan lagi. Oiyaa cerita ini bakalan j...
