Ameera dan Bimo, sepasang sahabat yang sengaja bertemu sore ini di salah satu taman kota. Banyak hal yang menggangu Almeera sejak kemarin. Dia butuh tempat cerita untuk sekadar didengar, dan Bimo selalu menjadi seseorang yang ia pilih untuk melampiaskan isi hati dan kepalanya."Hari ini langit tak secerah biasanya, ya." Ujar Almeera dengan melemparkan pandangannya pada langit yang mulai kembali mendung. "Seperti hatiku, banyak airmata yang aku simpan di dalam hati akhir-akhir ini." Lanjutnya."Pelangi akan tampak setelah hujan deras, Meera. Sebagai pertanda bahwa semua perjalanan akan indah pada saatnya." Jawab Bimo sambil menatap rerumputan basah yang berada di depannya.Almeera pun menoleh ke arah Bima."Bim, boleh aku bertanya satu hal?" tanyanya."Boleh, mau tanya apa?"
YOU ARE READING
kisah Lauhul Mahfudz
Teen FictionKisah Lauhul Mahfudz Ameera dan Bimo, sepasang sahabat yang sengaja bertemu sore ini di salah satu taman kota. Banyak hal yang menggangu Almeera sejak kemarin. Dia butuh tempat cerita untuk sekadar didengar, dan Bimo selalu menjadi seseorang yang ia...
