Tahun ajaran baru sudah di mulai, menandakan lembaran persekolahan dimulai lagi. Melangkah ke tingkat lebih tinggi sebelumnya. Mencoba sesuatu hal baru yang belum pernah di rasakan. Perpindahan dari masaputih biru menjadi putih abu-abu.
Banyak yang sudah menunggu saat-saat seperti ini.
Hal itu nampak dari kejauhan, menampilkan seorang gadis berparas cantik dengan memakai seragam beratribut SMA1 PELITA HARAPAN, memasuki halaman sekolah. Tidak lupa tas berwarna biru dongker bersemayam manis di punggung mungil gadis itu.
Aura bahagia menyelimuti dirinya, dengan senyum manis yang nengembang, dirinya tidak sabar bagaimana masa-masa sekolah menengah atas yang banyak orang berkata jika masa itu adalah masa jati diri kita dibentuk, semua kejadian membuat kita merasakan masa menuju tingkat dewasa, masa dimana peliknya cinta dibangun dan menjadi cerita yang dapat diceritakan kelak kepada anak cucu. Masa SMA adalah masa emas, masa penuh dengan banyak drama. Banyak suka, duka, air mata, dan lain-lain.
Raisa Putri Atmaja. Nama yang tercetak jelas di name tag seragam putih abu-abunya. Banyak yang memanggil gadis itu dengan pangggilan Raisa. Raisa merupakan satu dari sekian siswi teladan dan pintar di sekollah SMP. Prestasi itu terlihat dari banyaknya piala dan penghargaan olompiade yang dirinya ikuti semasa Sekolah Dasar dan SMP.
Mengenai sifatnya, Rsisa merupakan gadis ceria yang selalu menyebarjab senyum manisnya, maka tak jarang orang khususnya para cowok terpana akan senyum manis Raisa. Raisa juga memiliki sikap baik hati, suka menolong tanpa pamrih, sedikit cerewet, sayang terhadap keluarga, dan sangar suka menonton film dan drama Korea.
Mengulik lebih dalam tentang Raisa. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya. Ayahnya bekerja di sebuah perusahaan terkenal di Jakarta, bagian manager properti dan Ibunya mengurusi urusan rumah tangga. Selain itu, Raisa memiliki kakak laki-laki yang mempunyai perbedaan umur lima tahun darinya. Saat ini kakaknya sedang melanjutkan kuliahnya di Amerika Serikat.
Sepertinya hari ini Raisa sangat bahagia. Terbukti dari senyum manisnya yang belum luntur dati tempatnya. Tersenyum dan sesekali menyapa teman seangkatan atau kakak kelasnya dengan ucapan selamat pagi. Membuat orang yang di sapa balik menyapa ramah Raisa.
Raisa bahagia yang memuncak itu dikarenakan hari ini adalah hari pertama Raisa masuk kelas, setelah melewati masa MOS selama satu minggu yang diadakan sekolah pada umumnya, akhirnya Raisa bisa memulai kegitan belajar, salah satu hobby yang disukainya.
Tangan Raisa memegang semangat tali tas dipunggungnya dan melangkah semangat menuju kelasnya. Jarak Raisa dan kelasnya saat ini hanya beberapa meter saja hingga tanpa sengaja ada seseorang yang tidak sengaja menabrak dirinya dari arah belakang.
"Aduh!" Ucap mereka bersamaan, karena posisi keduannya saaat ini sedang terjatuh dan duduk di lantai.
Raisa menatap cewek yang juga sama jatuh seperti dirinya "Aduh..... maaf ya kamu jadi jatuh." Ujar Raisa seraya membersihkan roknya yang sedikit kotor.
Cewek tersebut langsung bangkit dan balik memandang Raisa. Tangany terulur membantu Raisa bangun dan disambut baik oleh Raisa.
"Eh lo gak usah minta maaf, seharusnya gue yang bilang gitu ke lo karena gue yang buru-buru jadi gak lihat kalo ada lo"
Raisa tersenyum tipis. "Iya gak papa."
"Nama gue Mona Angelysta, panggil aja Mona Kalo nama lo siapa?"
"Nama aku Raisa Putri Atmaja. Panggil Raisa aja. Emangnya kenapa iamu sampai buru-buru begitu, ada yang bisa aku bantu?"
"Omongannya pake lo-gue aja, biar enak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Malven & Raisa
Fiksi Remaja"Gue bakalan jaga apa yang gue punya dan gue paling benci sama orang yang lancang usik kehidupan dan milik gue. Berani coba? Nyawa lo jadi taruhannya."
