Harjuna Aditama, city boy sombong dari Jakarta, terpaksa dibuang ke desa terpencil. Ia langsung ilfeel saat bertemu Shewana Janadarna, pria manis yang ia sebut ndeso dan gaptek. Juna yang nge-gas selalu menghina Wana, sampai akhirnya aib tunangannya...
Jakarta, 01.30 P.M. – Rooftop Bar Mewah "The Skyline Grinder"
Lantai 30 gedung pencakar langit Jakarta. Musik chill house berdebur pelan, berpadu dengan aroma seafoodplatter mahal dan cocktail yang aesthetic. Harjuna Aditama, city boy sejati, duduk di sofa velvet sambil memandangi cakrawala Jakarta yang penuh polusi namun selalu tampak keren di feed Instagram-nya.
Di tangannya, signature cocktail berwarna biru neon, yang baru setengah di teguk. Namun, wajah tampannya yang selalu on point kini terlipat kesal. Di layar video call di depannya, wajah tegas Sanjaya Janaka, sang Ayah, cuma menyunggingkan senyum sinis yang bikin Harjuna makin emosi.
"Gua bilangin ya, Dad. No, period. Nggak ada tuh ceritanya Harjuna Aditama, The King of Good Vibes Jakarta, disuruh pulang ke kampung cuma buat ketemu sama some random dude yang katanya 'kembang desa'!" Harjuna ngegas, nada bicaranya sudah mencapai frekuensi 'sebel maksimal'.
Sanjaya (Dilayar): "Juna, coba calm down. Kamu nggak pulang. Kamu liburan. Cari pengalaman baru."
Harjuna: "Pengalaman baru? Heh, Dad! Seriously? Desa mana? Kampung Cangkring? Itu tempat yang sinyal aja ilang-ilangan gitu? Mau gua mati gaya di sana? Nggak bisa bikin konten, Dad! Bayangin! Stuck di desa, nggak ada Wi-Fi, nggak ada Starbucks, nggak ada clubbing. Big no, thank you."
Sanjaya: "Dengerin Daddy, Harjuna. Di Jakarta, kamu cuma buang-buang uang, pacaran sama si Chitra itu juga cuma numpang tenar dan flexing doang. Daddy tahu semua. Kamu udah usia matang. Udah, putusin si Chitra, dan ke sana. Cari sesuatu yang real. Atau..."
Sanjaya menjeda, senyum sinisnya berubah menjadi seringaian ancaman. "Atau Daddy cabut semua kartu kredit dan fasilitas kamu. Mulai dari mobil, penthouse, sampai tunjangan bulanan. Pilih mana?"
Harjuna mendesis kesal. Anjir, kena ancaman financial freedom. Ini namanya bukan diskusi, ini namanya tekanan mental finansial.
"Oke, fine! Gua ke sana. Tapi ini pure karena Daddy udah ngancem, bukan karena galaunya Daddy. Denger baik-baik, Dad. Kalau dalam seminggu gua udah badmood parah dan nggak nemu apa-apa yang worth it, gua balik. Awas aja kalau si kembang desa lu itu beneran ndeso dan gaptek kayak yang gua bayangin. Bakal gua ghosting dan gua blokir dari semua sosial media!"
Ia mematikkan video call tanpa basa-basi. City boy sejati nggak kenal sopan santun sama daddy sendiri kalau lagi kesel.
Harjuna dalam hati, sambil memutar mata "Kampret. Palingan cowok bau terasi, item, udah gitu gaptek total. Rambutnya belah tengah, pakai kemeja yang dimasukkin ke celana bahan. Nggak banget buat feed IG gua. Auto turun engagement. Ew. Cringe."
***
Tiba-tiba, suara manja yang dibuat-buat dan sedikit mendesak terdengar dari belakang. Itu Chitra Chitata, tunangannya yang famous tapi toxic, dengan dress mini seharga dua bulan gajinya. "Sayang, kenapa sih? Kok bad mood? Wajah kamu udah kayak plot twist sinetron yang nggak seru. Spill dong, kenapa?" Ia duduk di sebelah Harjuna, tangannya langsung melingkari lengan Harjuna.
Harjuna menatap Chitra dengan tatapan datar. Sebenernya, dia agak ilfeel sama vibe Chitra yang selalu fake dan hanya peduli branding di media sosial. "Urusan keluarga, babe. Gua harus ke 'kampung' Literally, kampung. Lu tunggu aja di sini. Jangan macem-macem di belakang gua. Awas lu, kalau gua liat ada red flag di story lu!"
Chitra pura-pura merajuk. "Ih, kok jadi curigaan? Aku kan cuma punya kamu, darling. Kamu di sana jangan jadi player ya! Jangan sampai tergoda sama cabe-cabean desa!"
Harjuna bergumam, lalu menghabiskan cocktail-nya. Ironis, pikirnya. Chitra cemas dia macem-macem, padahal red flag terbesar ada di sampingnya.
Harjuna nggak tahu, keputusannya yang terpaksa pergi ke 'kampung' itu adalah turning point terbesarnya. Dan ia sama sekali nggak sadar kalau Chitra, si cewek matre yang dia pikir bucin, udah lama "macem-macem" di belakangnya—bukan cuma dengan satu, tapi beberapa sugar daddy lebih kaya dari Sanjaya Janaka. Aduh, spill the tea banget!
Kini, Harjuna Aditama, sang city boy yang nggak bisa hidup tanpa upload Instastory, harus menerima nasib untuk hijrah ke Kampung Cangkring. Perjalanan itu akan menjadi uji nyali pertamanya untuk bertahan hidup tanpa sinyal 4G.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.