We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

1. Heeseung dan Neraka Dunia

86 6 4
                                        


1.

"Dek... Ayo bangun..." Jisoo, mama Heeseung memandangi Heeseung yang masih terlelap di kasurnya. Heeseung mergangkan ototnya, tapi malah menarik selimut hingga menutupi wajahnya.

Jisoo yang melihat itu berdecak, dia menahan selimut Heeseung dan menyingkapnya. Tapi bukannya bangun dia malah berganti posisi membelakangi Jisoo.

"Dek! Ayo! Kamu gak baru kuliah kemarin... Semester enam kurang tiga bulan lagi masa masih males aja sih? Katanya kuliahnya masuk pagi? Cepetan bangun! Mama udah masakin sarapan sama siapin air anget. Ya? Bangun ya sayang?" Jisoo mendekatkan wajahnya ke pipi Heeseung, dia mengusap kepalanya dan menciumi pelipis Heeseung.

"Eummm! Males ma!! Mama aja yang kuliah! Adek mau bobo..." Heeseung mengerang dan kembali menarik selimutnya. Jisoo memundurkan tubuhnya, dia menghela nafas tapi kemudian mendekati anak bungsunya itu dan mengusap rambutnya sayang.

"Ayo dong sayang... Lagian kalau di rumah kamu ngapain? Kan enak kuliah... Bisa ketemu temen, bisa jajan..."

"Gausah life update ya?" Heeseung melirik mamanya tanpa mengubah tubuhnya. Jisoo menghela nafas berat.

"Ya harus dong!"

"Ah mama! Kan juga udah putus sama Koga hyung! Males ah!" Heeseung merengek dan berusaha menggoyangkan bahunya supaya tangan mamanya tidak lagi disana. Jisoo merengut, anak ini lagi-lagi membuat masalah.

"Yaudah, berangkat bareng ayah yah... Kalau kamu gak pacaran, mama juga ga minta life update ke kamu. Kalau ke kampus cuma buat ketemu cowok, mending kamu dijagain ayah"

Heeseung berdecak. Dia duduk membelakangi Jisoo.

"Tau! Ribet banget!" pekiknya langsung pergi ke kamar mandi.

.

.

.

Heeseung cemberut setelah ayahnya menciumnya dan melambai. Duh! Dia bukan anak sekolah dasar lagi! Kenapa harus ayahnya mengantarnya bahkan mencium pipinya di depan banyak orang? Dia menyebalkan! Saat perjalanan masuk kelas, Yunjin menepuk punggungnya dan mulai menggodanya.

"Napa tu muka ditekuk mulu? Seneng dong habis di anter ayah ke kampus!"

Heeseung mencibir, dia duduk di samping Yunjin.

"Bacot"

"Keknya habis putus sama Koga hyung, kamu makin bahagia!" ejeknya dan duduk di samping Heeseung sambil memperhatikannya. Heeseung menyikut lengan Yunjin hingga dia tidak seimbang dan kepalanya terjatuh ke meja.

"Udah deh, jangan nambahin masalah. Orang pas pacaran juga udah bertengkar terus. Gak mau aku mikirin dia. Duh! Gara-gara ketahuan sama Soobin hyung, jadinya dicepuin mama. Males banget!"

Heeseung mengambil setumpuk buku, menaruhnya di atas meja dan merapihkannya untuk dia gunakan sebagai bantal. Yunjin yang mendengarnya malah tertawa terbahak-bahak.

"Asahi mana dah? Tuh bocah gede kalau gak ada, aku bisa kelihatan menonjol" Heeseung membusungkan dadanya. Yunjin malah menepuknya keras.

"Tepos anjir!" ejeknya. Heeseung melotot dan menepisnya.

"Tepos gini pernah pacaran sama bule ya!"

"Dih, pacaran sama bule disombongin" Yunjin meliriknya sinis, Heeseung mengangkat jari tengahnya di hadapan Yunjin.

Tak lama kemudian, Asahi datang bersama beberapa orang lain sambil tertawa terbahak-bahak. Heeseung tampak senang, dan saat Asahi melihatnya dia juga tampak senang dan langsung duduk di depan Heeseung, sama seperti hari-hari sebelumnya. Asahi kemudian menoleh ke belakang.

Step by Step ✓Stories to obsess over. Discover now