Show 1: Open the Curtain

4 0 0
                                        

Malam semakin larut, bulan tertutupi oleh awan gelap dan kabut tebal. Terlihat sekelompok orang tengah melakukan perampokan bank secara diam-diam. Salah satu dari mereka menabrakkan mobil ke pintu kaca hingga pecah.

Tak lama, mereka turun dari mobil dengan pakaian serba hitam menuju ke ruangan belakang. Mereka berhasil menemukan sebuah brankas besar berisikan uang.

Orang kedua kemudian menyentuh kunci mekanis dan memutarnya secara presisi. Brankas itu terbuka dan menampilkan tumpukan uang kertas, koin, emas, dan permata berharga.

Mereka langsung mengambil seluruh uang dan pergi secara diam-diam. Anehnya, alarm bank tidak menyala seperti biasa.
Rupanya, salah satu dari mereka berhasil meretas sistem untuk menonaktifkan alarm keamanan.

==============================================

Berita perampokan bank besar terdengar sampai seluruh dunia. Sayang, polisi sangat kesulitan menangkap pelaku karena jaringan nya yang rapi dan setiap petugas polisi yang diutus tidak pernah kembali, berkhianat, maupun tewas di TKP. Sampai saat ini, belum ada solusi untuk mengatasi hal ini.

Akibatnya, kepercayaan masyarakat pada bank menjadi turun drastis dan tidak mau menyimpan uang lagi di dalam bank, menelurkan kerugian yang cukup besar.

______________________________________________

Di belahan bumi lainnya, seorang pria baru saja menyelesaikan pertunjukannya. Dia mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton dan didekati beberapa orang dari perwakilan agensi besar dunia hiburan.

Salah satu pimpinan agensi mengajukan penawaran,
"Dylan, pertunjukanmu semakin hebat. Tidak kah kau berniat untuk melebarkan karirmu di dunia TV? Semua orang pasti akan menyukai bakatmu.

Pria bernama Dylan itu pun menunduk hormat sambil melepas topi sulapnya. Namun, dia segera menolak halus tawaran itu,
"Tuan, terima kasih atas tawarannya. Tapi, saya tidak berniat untuk terkenal maupun menjadi selebriti. Saya jauh lebih menyukai kehidupan seperti ini..."

Setelah itu, dia langsung meninggalkan panggung untuk istirahat makan siang.
Pada saat dia memesan makanan, seorang pelayan mengantarkan sebuah surat kepadanya, "Permisi, tuan. Ini surat untuk anda, di alamatkan untuk Dylan."

Dylan pun membuka surat tersebut dan malah mendapatkan sebuah kartu. Di surat tersebut ditulis bahwa kartu tersebut hanya bisa dibuka di ruangan gelap.

Awalnya, Dylan membuang kartu tersebut, namun kartu tersebut selalu menemukan cara untuk kembali padanya.
Akhirnya, Dylan memutuskan untuk pulang ke rumah dan mencoba untuk membuka kartu tersebut di ruang tertutup.

Dari kartu tersebut, munculah sebuah hologram berbentuk mata Horus berwarna biru cerah yang berbicara seolah-olah suara seorang pria,
"Kau ahli penyamar. Pengetahuan mu tentang sulap sangat berguna untuk kami. Bergabunglah dengan kami dan selamatkan dunia dengan sulapmu..."

Dylan hanya bisa garuk-garuk kepala mendengar permintaan tersebut. Dia pun menyalakan lampu dan berniat untuk mandi.
Namun saat membuka pintu, munculah sebuah lubang yang membawanya entah kemana. Ajaibnya, pintu tersebut tertutup seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa.

______________________________________________

Dylan tiba di sebuah ruangan serba putih. Disana, berkumpul juga 5 orang lainnya yang terbangun dengan kebingungan, "Kalian? Kalian juga diundang kesini?" tanya nya bingung.

"Iya. Tadi aku membuka pintu menuju toilet. Malah dikirim kesini..." jawab seorang pria berambut klimis

"Lho, aku lagi mau buka jendela. Tiba-tiba ada yang mendorongku masuk kesini..." komentar seorang pria berambut agak keriting.

"Aku tadinya mau menghipnotis orang lain. Malah aku sendiri yang terhipnotis orang sampai sini..." komentar seorang pria bertopi dan berjas hitam.

"Hey, anakku ingin mengajak main ke luar. Kenapa aku dikirim kesini? Nanti nasib dia bagaimana?" keluh seorang wanita berambut blonde.

Magic Team MagicRangerWhere stories live. Discover now