BAB 1

29 7 0
                                        

Jam dinding di dalam ruang perpustakan menunjukuan pukul tiga sore, sudah hampir dua jam lebih aran membaca jurnal dan menyusun tugas akhirnya itu, hingga akhirnya aran mahendra menutup laptopnya.

"Gue udah selesai nih, tinggal revisi tipis-tipis"

Zean yang sejak hampir dua jam lalu duduk di sebelahnya langsung menoleh. " Selesai?, revisi tipis-tipis?" tanyanya lalu menoleh ke arah catatan buku Aran yang berada di depannya.

"Gue liat-liat lo cuma nulis sama baca dua jurnal doang ran" Zean menatap buku dan tumpukan jurnal di sebelahnya.

"Pertanyaan gue, lo dari tadi ngapain"

Aran menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan santai, dan menghembuskan nafasnya "Hem, gue dari tadi berpikir, terus juga ngerjain skripsilah"

"Berpikir?"

"Yoi"

"Terus hasil pemikiran lo apa ran"

Aran menatapnya dengan serius selama beberapa detik "Kayanya gue ngga cocok jadi mahasiswa"

"Bego, lo sadarnya telat ran ran" Zean tertawa sebari membereskan mejanya. Aran ikut terkekeh, ia memasukkan laptopnya ke dalam tas.

Ruangan perpustakaan yang tadi dipenuhi mahasiswa kini perlahan mulai kosong. Beberapa orang sudah lebih dulu meninggalkan ruangan, sementara sebgaian lainnya masih sibuk melanjutkan tugasnya.

Aran berdiri dan merenggakan tubuhnya lalu mengambil tasnya. Sudah hampir empat tahun ia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, tetapi sampai sekarang ia masih belum benar-benar terbiasa dengan rutinitasnya.

Kuliah.

Tugas.

Skripsi.

Pulang.

Kerja.

Aran sendiri belum menentukan nasib setelah lulus apa yang ingin ia lakukan.

"Lo udah ga lanjut latihan ran" Zean membuka obrolan, dan masih sibuk memasukan barang-barangnya ke dalam tas.

"Kaga zee, ada jadwal kerja gue"

"Kata gue si lo mending cari tante-tante kesepian ran, yang duitnya banyak tapi, secara nih ya lo tampang dapet" Jarinya ikut melipat ketika ia menambahkan kalimat pujiannya.

"Tinggi oke"

"Jago di ranjang?jangan di tanya"

"Wangi oke"

"Bikin en-" Belum selesai kalimat itu keluar, Aran sudah menutup mulut Zee

"Cukup ya anj, ini masih di kampus"

Zee melepaskan tangan aran, dan mereka pun berjalan keluar dari perpustakan bersama. Koridor kampus mulai ramai karena ada beberapa mahasiswa baru saja mengikuti kelas sore. Aran berjalan santai dengan kedua tangan masuk ke saku celana jeasnya itu, sesekali menyapa beberapa orang yang mereka kenal.

Tidak sedikit yang mengenal aran. Bukan karena prestasinya di kampus, bukan juga karena nilai akademiknya, tetapi karena nama Aran ini sering terdengar karena hal-hal lain. Terutama karena kehidupannya yang cukup bebas.

"Ran" Suara perempuan yang berjalan dari arah berlawanan melambaikan tangan menyapanya.

Aran berhenti.

"Kenapa"

"Nanti malem jadi kan kita"

Aran mengangkat alisnya mendengar pertanyaan wanita itu. "Ke mana?"

Perempuan itu terlihat sedikit kecewa. "Kan kemarin aku bilang sayang" Dengan suara yang cukup menggoda, Anya lalu mencolek dagu Aran "Jangan lupa ya" Aran mengangguk santai

Bodyguard?Stories to obsess over. Discover now