Aqeela mengajak semuanya ke rumah, lebih tepatnya ke ruangan Aqeela.
"Jadi gimana?" tanya Fattah.
"Kalian harus lihat ini dulu," ucap Aqeela menunjukkan video di hpnya.
Aqeela menunjukkan video tadi, pertemuan Bu Anita dan Matthew.
"Jadi benar Bu Anita bersekongkol?" tanya Mohan mengepalkan tangannya.
"Ya, dia sepupu jauh Valerian. Dia eksekutor dari Italia, sebelum pindah menjadi guru asrama. Dia bertugas mengawasi Lo," ucap Aqeela menjelaskan.
"Kita harus waspada ke dia?" tanya Harry.
"Waspada harus, tapi kalau dugaan gue benar dia gak akan berbuat apapun. Karena yang turun lusa adalah Devon dan Matthew yang mengawasi dari balik layar," ucap Aqeela ia harus mencegah semuanya.
"Langkah kita apa?" tanya William.
"Fattah, Lo jaga Sixplay, tetap di depan panggung. Lo awasi sekitar panggung," ucap Aqeela.
"Oke, gue lakuiin," ucap Fattah setuju.
"William, tugas Lo awasi gedung pensi. Pas Lo tampil, Harry yang turun tangan. Ini Lo yang harus awasi," ucap Aqeela menunjukkan dua foto. Satu foto Devon satu lagi foto orang yang bikin Raisa lumpuh.
"Oke siap! Gue laksanakan," ucap William.
"Harry, kamu mengawasi cctv. Pakai sistem aku, itu lebih aman. Kamu udah tahu di mana tempat yang aman," ucap Aqeela.
"Oke, kode-kodenya?" tanya Harry.
"Seperti milik kamu, besok setelah kasus itu kita bahas tentang sistem aku," ucap Aqeela, Harry mengangguk.
"Kasus? Kasus apa?" tamya Mohan mereka tak tahu soal ini.
"Ini gue bisa tangani dengan Harry, besok akan ada kejadian heboh. Yang gue mau lo semua percaya sama gue besok," ucap Aqeela menatap mereka.
"Kita percaya, kalau gak. Kita gak mungkin sejauh ini," ucap Fattah diangguki yang lain.
"Lanjut, Raisa tugas Lo hanya tampil dan jangan menunjukkan kecurigaan. Gue minta Lo jangan keluar dari ruang ganti sebelum Lo tampil, gue akan ada di samping Lo selalu," ucap Aqeela.
"Oke, gue gak keberatan. Lo dan gue sama-sama bisa lindungi diri," ucap Raisa, Aqeela menggeleng.
"Gue butuh seseorang lagi, adik kamu Haruna," ucap Aqeela, ia sudah menghubungi Haruna tadi.
"Jangan Haruna, sorry Har, tapi gue gak percaya sama dia," ucap Mohan.
"Aku juga gak setuju, jangan sampai dia dibawa kembali ke Cassarius," ucap Harry.
"Tapi kenapa? Lo akan pisah dari Raisa? Jangan aneh lagi Qeel," ucap Fattah.
"Gue akan tampil, piano." Aqeela sebenarnya tidakbakan tampil tapi ia ada misi.
"Aqeela?" tanya Harry ia tahu Aqeela ada alasan.
Aqeela menatap Harry, menggeleng. " Nggak, Har ada yang harus aku lakukan," ucap Aqeela dalam hati.
Harry menggeleng, "Ini terlalu bahaya," ucapnya masih dalam hati, ia tahu arti tatapan Aqeela.
"Please." Tatapan Aqeela mengartikan itu.
"Aku butuh penjelasan," ucap Harry dengan tatapannya.
Aqeela mengangguk, ia memang tak bisa menyembunyikan apapun dari Harry.
"Lo berdua sampai kapan telepati?" tanya Mohan karena keduanya sejak tadi diam.
"Oke, kalau tidak Haruna. Bu Lena yang akan jaga Raisa pas gue tampil," ucap Aqeela, Vaughan bersaudara yang tahu lebih dari siapapun.
"Oke gue setuju," ucap Raisa.
"Terus tugas gue?" tanya Haruna yang baru sampai di sana.
"Tugas Lo jadi satpam," ucap Mohan dibalas tatapan tajam Haruna.
"Mo," ucap Raisa.
"Lo nyamar Run, mereka akan notice Lo. Tugas Lo sama dengan William, awasi keadaan gedung pensi. Pastikan tidak ada sabotase," ucap Aqeela, cukup dirinya korban sabotase.
"Oke, gue?" tanya Mohan.
"Itu Harry yang jelasin," ucap Aqeela.
"Gue akan memberi intruksi langsung pas di pensi langsung, Lo gak akan muncul melihat pensi. Lo harus bersembunyi di tempat yang disediakan. Kalau Lo keluar dari sana berarti Lo cari mati," ucap Harry menjelaskan.
"Ya, karena kemunculan Lo di pensi nanti itu yang mereka inginkan," ucap Aqeela diangguki Harry.
"Ada hal lain lagi?" tanya Fattah.
"Jangan sampai yang lain notice ini, takut mereka panik, Run gue mau Lo di titik tertentu pada saat intruksi gue. Will gua mau Lo pantau cctv sementara pas gue tampil," ucap Aqeela ia mengumumkan tidak akan tampil karena kemungkinan ada persabotasean dari Cantika lagi.
"Ada yang Lo curigai?" tanya Raisa heran.
"Sabotase gue, kemungkinan terjadi," ucap Aqeela membuat mereka terkejut.
"Sabotase apa?" tanya mereka bersamaan.
"Gue juga gak tahu, hanya memperkirakan. Itulah alasan gue mundur dari pensi, ada yang tidak suka sama gue. Gue buat mereka yakin kalau gue gak ikut pensi. Makanya gue gak latihan sama sekali," ucap Aqeela.
"Orang yang sama?" tanya Harry.
Aqeela mengangguk, "Besok adalah awal, mungkin kita bisa menangkapnya. Tapi orang itu terlalu obsesif, dia pasti melakukan lagi," ucap Aqeela.
"Maksud Lo berdua gimana?" tanya William tidak paham.
"Besok akan terjadi sesuatu yang besar, dan orang yang sama kemungkinan akan sabotase penampilan gue di pensi. Itu kenapa gue bilang ke semua orang gue mengundurkan diri dari pensi," jawab Aqeela.
"Sabotase? Siapa yang ngelakuin ini?" tanya Mohan.
"Apa Lo punya musuh? Anak Tirta?" tanya Fattah.
"Orang yang suka Harry, dan tidak suka kedekatan gue dengan dia, dia akan buat citra gue buruk," jawab Aqeela.
"Jangan bilang orang yang gue pikirin?" tanya William, hanya satu orang yang suka sama Harry dan tidak suka Aqeela.
"Nyatanya emang dia," ucap Aqeela.
"Siapa?" tanya Raisa.
"Lihat besok, Lo akan tahu sendiri," ucap Aqeela.
Hatebook sebentar lagi, tunggu aja aksi mereka.
Kalau bisa nulis sebab lagi buat stok, nanti up. Stok 43 soalnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Change
Teen FictionMisi mengembalikan hak Mohan dan Rose sudah selesai, mereka kini sudah sah menjadi pewaris. Kebahagiaan menyelimuti semuanya tapi tidak dengan Aqeela, ia kehilangan Harry sebelum misi mereka selesai. Harry dibunuh Dominic, karena telah menjadi pengk...
