Novry menatap pantulan dirinya di jendela kafe. Bukan wajahnya yang ia lihat, melainkan bayangan kabur rumah yang selalu dipenuhi teriakan. Sudah bertahun-tahun berlalu, tetapi suara-suara itu masih berputar layaknya kaset rusak di dalam kepalanya. Trauma. Kata yang terlalu sederhana untuk menggambarkan kehancuran yang ia rasakan.
“Kopimu sudah dingin,” ujar Zeila lembut, meletakkan sebuah buku catatan kecil di meja. Senyum perempuan itu selalu terasa seperti selimut hangat di tengah badai.
Novry tidak langsung merespons. Ia bergeser sedikit, secara tidak sadar menarik tubuhnya menjauhi sentuhan yang bahkan belum terjadi.
“Pergi Ze.” ketus Novry dengan nada dinginnya.
“Ga biasanya kamu gini Nov, ada apa?”
“Aku cuma butuh waktu buat sendiri.”
Tanpa berkata kata, ekspresi Zeila spontan merungut tidak meninggalkan sepatah kata apapun, Zeila langsung pergi meninggalkan Novry begitu saja.
Novry menghela napas. Matanya berkaca-kaca ketika pikiran saling bertempur di satu kepala membuat Novry mengacak rambutnya tak teratur.
“ANJING” cetusnya pelan.
°°°
°°
°
°°
°°°
Dia Novry Arkana Dirgantara cowo yang terkenal cool di Nexus Global School. Parasnya yang tampan, tinggi, six pack, nan bernuansa berbau golongan siswa berprestasi membuatnya menjadi idola ciwi-ciwi di sekolahnya.
“ZEILA.”
Suara Novry menggema di kantin sekolah membuat seluruh anak-anak di kantin tertuju pada Novry.
Zeila yang tengah makan bakso tersedak, dia menyaut minuman di meja, kemudian berdiri spontan. Zeila terkejut alisnya menyatu, terlihat jelas wajahnya yang memerah emosi.
Novry menghampiri Zeila. “Ze, pulang bareng ya nanti.” dengan polosnya Novry mengajak tittle girl nya.
PLAK!
“KAMU NGAJAK AKU BUAT PULANG BARENG KAMU?”
“MIKIR NOV! KENAPA KAMU KEMARIN DENGAN TEGA NYA NYURUH AKU PULANG SENDIRIAN MALAM-MALAM DARI CAFE?!”
Suara Zeila menguasai seluruh lorong kantin di Nexus Global School. air asin itu terus bertahan menggenang di kelopak mata Zeila. Seluruh tubuhnya kaku, tanpa menunggu balasan dari Novry, Zeila pergi begitu saja.
“Ze, please ze dengerin dulu...”
Zeila pergi begitu saja, tanpa memiliki rasa malu Novry mengejar Zeila dan terus memohon untuk meminta didengarkan sebentar saja.
Langkah kaki Zeila yang pendek sangat mudah dikejar oleh pria yang mengenakan kaos futsalnya itu.
Novry menggapai pergelangan tangan Zeila berkali-kali namun selalu Zeila tolak.
“Ze please ze dengerin aku ngomong dulu!”
Tergesa-gesa, sambil berusaha menggapai tangan Zeila. Namun selalu Zeila tolak.
“APA SIH NOV?!” Zeila membuang tangan Novry.
“Aku tau Ze, Aku salah, M-maaf.”
“Ga cuma sekali dua kali Nov kamu kaya gini. Aku mau kita putus!”
“Ze? Kamu tau kan masalah seberat apa yang aku alamin selama ini? Kamu tega buat pergi gitu aja? Terus aku mau cerita kesiapa kalo kamu pergi ze?”
Tanpa mempedulikan harga diri, Novry terus memohon.
“Ga nov, aku mau kita PUTUS!”
“Please ze.. ”
“Ze, waktu itu aku cuma butuh ketenangan aja ze, bukan bermaksud buat nyur-”
“STOP NOV!”
“Aku udah cape denger kaya gini hampir setiap hari. Udah ya, sekarang kita PUTUS!” Zeila terus menggerutu.
“Jangan ganggu aku lagi Nov, Please..”
“Tapi gimana sama kita dihari itu?”
“N-nov-”
Kalian tau kejadian apa?
Kepo in guys
Jangan lupa vote, tinggalkan jejak🌟
Kepo in ig :
@amarhma057
@spiderzaaal_
YOU ARE READING
AVODIANT : Cinta Di waktu Yang Salah
Teen FictionTentang Novry, pria yang memiliki trauma tentang beratnya masalah keluarga. Namun tanpa sengaja disisi dunia lain dia menemukan kasih sayang yang berbeda dari Naera yang membuatnya jauh sampai hilang arah. 📌UP SETIAP HARI (ON GOING) 📌BELUM REVIS...
