Prolog

15.8K 229 3
                                        

Dahulu kala, ceilah kaya bisa2 aja bikin prolog🤭😭sory yaa, sedikit maksa ikut2 bikin prolog walaupun emang nggak bagus😮‍💨

Ada dua remaja yang berteman dekat,awalnya mereka hanya anak2 yang bercita-cita asal, justru karna ke asalan mereka, mungkin Tuhan akan berbaik hati  mengabulkannya

"Apa yang ingin kau miliki dimasa depan? " Tanya imran pada sang teman

Keduanya sedang berjalan kaki bersama sepulang sekolah dengan suasana jingga matahari di sore hari.

"Aku hanya ingin menjadi penguasa,,, " Jawab Desta mengawang

"Aku pun juga bercita-cita menjadi seorang pemimpin,," Jawab imran

"direktur imran aleksander,, misalnya,, " Ujarnya lagi bersemangat, ia berdiri dan membusungkan dadanya dengan bangga mengucapkan namanya

Desta pun tersenyum mendengarnya

"Dan kenalkan ketua Mafia terkejam kita,,Desta dwingga lana,, penguasa no 1 di dunia,, " Ucap Desta tak kalah lantang, ia pun dengan bangga memperkenalkan dirinya

Keduanya pun tersenyum bahagia, sama2 memiliki ambisi yang sangat kuat, entah Tuhan yang maha pengasih atau memang perjuangan mereka yang tak pernah surut, saat menginjak umur yang matang, mereka membuat cita2 yang sempat mereka ikrarkan menjadi kenyataan, yakni imran yang menjadi ceo atau bisa disebut pengusaha ternama di negaranya, sedangkan Desta, ia berhasil membangun organisasi mafia terkuat miliknya

Pertemanan mereka pun tak lepas dari kesibukan masing, bahkan jika Imran memiliki saingan bisnis yang tak jujur, desta akan sigap membereskannya, begitu pula dengan desta yang kerap terendus kepolisian, dengan berbagai cara Imran akan membantunya

Pertemanan keduannya memang sangat lengket, sampai pada saatnya, keduannya memiliki kekasih masing-masing, mereka kerap membawa atau bertemu double date bersama, salah satunya sampai ditahap pernikahan, satunya pun harus sama halnya, bahkan sampai kehamilan sang istri pun bebarengan hanya selisih beberapa bulan saja,

Begitulah pertemanan mereka, sungguh sangat manis bukan, tapi tidak hanya hal manis saja yang mereka alami, seperti halnya beberapa tahun kemudian, setelah anak2 mereka lahir bahkan beranjak 7 sampai 8 tahun, kejadian yang tak terduga menimpa salah satunya, yakni Imran yang mengalami kecelakaan tunggal bersama sang istri sampai keduannya menutup usia saat diperjalanan menghadiri kediaman temannya,

Untungnya sang putra sedang menginap  dirumah Desta, karna bertepatan dengan ulang tahun putra desta yang ke 8 thn

Y keduannya memiliki putra yang sama2 tumbuh besar dengan kasih sayang ke empatnya

"Om desta, kenapa ayah dan ibu tak kunjung datang,, " Tanya Julian kecil

"Om akan coba hubungi dulu,, "jawab desta

"Onal mau tiup lilin, yah,, " Ucap Aronal

"Nanti y sayang, kita tunggu ayah dan ibu julian dulu, mungkin sebentar lagi tiba,, " Jawab Ana sang ibunda Aron

Ia pun menatap sang suami yang berdiri di samping jendela, dengan tangan yang pastinya sibuk menghubungi sang teman

"Ayo angkat Imran, sebenarnya kalian dimana,, " Gumam desta yang merasa khawatir, sekilas menatap mereka yang sudah siap dengan pesta kecil2an, lalu kembali sibuk menghubungi lagi

Saat beberapa kali tak ada jawaban, akhirnya desta menyerah, ia melangkah untuk bergabung dengan mereka

"Bagaimana? Mereka tetap tak bisa dihubungi?? " Tanya Ana khawatir

Desta pun menggeleng tanda tak ada satupun panggilan yang terjawab

Beberapa saat pun hening, mereka berniat menunggu beberapa menit lagi, tapi belum lama, ponsel desta berdering, ada panggilan masuk dari ponsel Imran

Entangled DestiniesWhere stories live. Discover now