Bunuh Kecoanya!

116 21 39
                                        

Tolong, aku cuman pengen sertifikat.
Tag Roti Hatari, sang penyelenggara. HikariAria11
.
.
.
Sopan is the Main Character.
Kalian wajib kalahkan aku! Aku ngasal soalnya :v

Malam mulai datang. Tirai jendela ditutup satu persatu. Membuat ruangan yang sebelumnya disinari menjadi gelap gulita. Kamar yang berserakan membuat tiga makhluk kecil terdiam di setiap pojok.

Mereka bersayap, berwarna coklat, pipih, membawa banyak kuman, dan juga memiliki antena. Namun sayang sekali makhluk itu bukan televisi. Melainkan kecoa yang sedang mencari tempat untuk makan.

Blaze, sang pemilik kamar yang seperti kapal pecah itu memasuki kamarnya. Dan dengan santainya ia merebahkan dirinya di atas kasur yang penuh dengan kepingan bekas keripik kentangnya. Ia tertidur, membiarkan kamar itu menjadi kapal pecah.

Pintu yang terbuka membuat Sopan masuk kamar. Ia melihat ke arah mainan yang berserakan dan menghela nafas lagi untuk kesekian kalinya. Entah mengapa ia selalu mendapati kamar Blaze dalam keadaan berantakan.

"Aduhai, kamar ini bahkan lebih berantakan dari sebelumnya. Bagaimana kalau ada kecoa yang masuk?" heran Sopan.

Dengan cekatan ia melangkah mendekat ke arah meja belajar. Ia melihat tulisan-tulisan Blaze yang sebesar harapan orangtua. Tulisan itu cukup jelas, namun tetap saja Sopan tidak dapat membacanya.

"Ini mantra ya? Kenapa susah bacanya?"

Sopan menengok ke arah ujung kanan lantai. Ia langsung melompat ketakutan. "Kenapa ada kecoa lagi sih?"

Sopan melompat ke atas kasur. Lalu mengambil satu keping cemilan dan memakannya. Giginya mulai mengkrauk cemilan itu. Dan tanpa sadar ujung kripik itu mengenai mulutnya.

"Aw! Aku terkena selilit!"

Sopan pun langsung berlari keluar dari kamar Blaze. Ia berfikir ia telah aman, namun justru ia bertemu kecoa lagi di sudut lain. Dibelakang pot dekat dengan kamar Ice.

"Kenapa ada kecoa lagi!"

"Hei, kecoa! Minggirlah! Siapapun kamu!" teriak Sopan dengan lantang.

Kecoa itu mendongak ke arah Sopan yang terlihat dari atas pot. Entah mengapa kecoa itu seakan-akan mengerti akan ucapan Sopan.

"✣*✣**◈◈*"

"Aku tidak akan minggir. Dan aku mempunyai nama, namaku Sup Rai."

Setidaknya itulah yang kecoa itu jawab dari ucapan Sopan. Supra, bukankah itu nama yang terlalu bagus untuk serangga yang katanya menjijikan seperti kecoa?

"Supra? Namamu bagus juga. Tapi, hei! Tanamannya wangi! Dan kamu suka tempat kotor." ujar Sopan.

"Lalu kau mengusirku?"

"Kalau iya memangnya? Rasanya aneh saat melihat kecoa muncul di tanaman wangi."

"Bukankah kau dekat dengan tanaman wangi juga?"

"Aku berbeda. Aku bukan dirimu."

Supra perlahan melesat pergi. Masuk ke dalam sela-sela kamar Ice. Terdengar teriakan keras dari dalam kamar.

"Arghh!! Pergi kau!! Kenapa ada kecoa!?"

Sopan hanya menghela nafas dan berjalan pergi dari area kamar Ice. Dengan kecewa, ia berjalan kembali ke kamar Blaze. Namun kekecewaan itu tiba-tiba berubah menjadi terkejut saat Blaze menyapu lantai kamarnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 03, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Cockroaches? [ ✔ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang