"ADOH BERISIK AMAT SI NI KELAS, UDAH KYA TAMAN SAFARI AJA"
"ck! ayo keluar aja, muak lama lama di kelas"
" gasss"
--------
kantin..
"eh gila ya, ga nyaman banget gue di kelas tu" ucap seorang gadis berkacamata.
"sumpah iya banget, gue pengen banget rasanya pindah kelas" timpal gadis lain.
"semoga aja nanti gue kalo naik kelas, ga satu kelas sama mereka itu"
"ohh iya ges, kalian udah kelar belum tugas sejarah nya?" tanya gadis berkacamata.
"aduh belum coo, udah lah santai aja gue mah"
" gue juga belum lagi, ntar aja lah"
"yeeuu santai amat kalian berdua mah"
tiba tiba mata dari salah satu gadis yg sedang duduk dan berbincang itu tak sengaja melihat seorang gadis yg baru saja keluar dari kerumunan siswa yg tengah mengantri di mie ayam.
reflek mata dia mengikuti langkah gadis yg menurut dia itu sangat cantik.
hingga tanpa sadar, gadis yg sedari tadi ia perhatikan berhenti tidak jauh dari tempat duduk nya, terlihat gadis itu sedang menunggu seseorang.
"eh cantik banget ya" akhirnya ia berucap sambil mengalihkan pandangannya dari gadis itu.
"hah siapa? yg mana?"
"itu loh depan kantin rizlok, yg pegang plastik sama botol mineral"
kedua temannya pun mengatensikan perhatiannya kepada gadis yg di maksud, dan yaa mereka mengakui bahwa gadis yg di maksud sangat cantik.
"udah si vi, gausa di liatin mulu"
"apaan si, gue ga ngeliatin dia ya. orang gue lagi liat liat kantin mana yg harus gue jamah" ucap vivi.
vivi curi curi pandang kepada gadis yg sekarang sudah keluar dari area kantin.
dalam hati dia berucap, kenapa bisa ya ada orang secantik itu
yg cantik banyak, tapi gadis itu berbeda. pikir vivi
"udah lah cuss masuk, ada guru" gadis berkacamata menunjukkan layar ponselnya, dan terlihat di situ chat dari grup kelasnya, ketua kelas menyuruh yg ada di luar kelas untuk segera masuk.
mereka bertiga pun meninggalkan kantin dan balik ke kelas.
-----
"vi tungguin duluu"
"lama ah, gue pengen cepet cepet sampe rumah ni"
"ga sabaran amat ni anak, udah yu cuss ambil motor"
"rev si naya mana? " tanya vivi yg menyadari bahwa teman satu lagi nya itu tidak ada di sekitar.
"dia balik sama cwo nya, biasa lah yg lagi kasmaran mah"
vivi hanya menggeleng pelan, dan melanjutkan langkah nya menuju parkiran bersama reva.
sesampai nya di parkiran, vivi mengedarkan mata nya untuk menemukan motornya, dan yaa mata dia menangkap gadis yg sejujurnya masih vivi pikirkan sejak di kantin itu. vivi langsung mengamati gerak gerik gadis yg sejak tadi masih menempel di pikirannya itu tengah memakai helm.
vivi masih memerhatikan gadis itu, sampai dia sadar.
"mana motor lo vi, lo liat apaan si"
reva bingung, sebab vivi nta sedang melihat ke arah mana.
eh rupanya motor gue sebelahan sama motor dia..
tanpa menghiraukan reva, ia langsung saja berjalan mendekat ke motornya yg kebetulan bersebelahan dengan motor gadis yg belum ia ketahui namanya.
vivi langsung mengambil helm nya dan ketika hendak memakai, ia melirik ke arah kanan tepat ke gadis itu yg rupanya sedikit kesusahan saat hendak mundur untuk mengeluarkan motornya dari deretan motor lain.
tanpa mengucapkan kata, vivi langsung membantu dengan menarik bagian belakang motor gadis itu agar memudahkan untuk mundur.
gadis itu sempat kaget, namun saat motor nya sudah bebas, ia menatap vivi yg masih berdiri di samping nya, dan ia pun tersenyum.
"terimakasi, yaa"
setelah mengucapkan kata itu, gadis itu langsung menjalan kan motornya menjauhi area sekolah.
vivi langsung tersenyum, dia rasanya salting parah sehabis di senyumin cewe cantik.
mamaa dia cantik banget . gumam vivi pelan.
"woy vivi, buruan ege panas banget ini ah"
vivi langsung tersadar, dan ia pun menyengir.
motor vivi pun melaju keluar dari area sekolah.
Dirumah..
vivi merebahkan tubuhnya di sofa, dia mulai menyalakan ponselnya.
"aduh dia tu kelas berapa ya?"
vivi masih sibuk mencari akun instagram gadis yg masih memenuhi pikirannya itu.
saat sedang fokus pada ponselnya, dia pun di panggil mamah nya untuk makan malam.
"iv buruan sini makan, papah udah pulang ni"
"iyaa ma iv cas hp dulu"
vivi pun mencharger ponselnya terlebih dahulu, kemudian dia menghampiri orang tua nya yg sudah menunggu di meja makan guna makan bersama.
"mah iv mau cerita"
"apa tuh"
mamah dan vivi saat ini tengah mencuci piring, setelah kegiatan makan malam itu berlangsung.
"iv tadi di sekolah liat cewek, dan dia tu cantikkk banget"
oh iya, mamah nya ini tau ya kalo vivi ini emang belok, eh ga belok si, vivi tu bisa suka cwo bisa juga suka cwe. artinya biseksual kan ya? mamah nya ini ga marah atau apapun itu pas pertama kali vivi ngaku klo dirinya tertarik sama cwe, mamah nya tersenyum sendu sembari memeluk vivi. sejak saat itu vivi mulai berani ngasi tau mamah nya klo dia punya pacar cwe, dan mamah nya welcome aja sama pacar cwe nya vivi. tapi buat papah nya si dia gatau ya klo vivi ini emang agak lain, dia tau nya cwe yg sering vivi ajak main kerumah itu cuman sekedar sahabat, padahal mah~
"dia tu kya punya kharisma gitu loh ma, iv sering banget di sekolah liat cwe yg cantik, tapi iv pas liat dia tu kya beda aja gitu"
mamahnya hanya menyimak sembari menyusun piring yg telah bersih ke atas rak piring.
"iv baru pertama kali liat dia, selama 3 bulan iv sekolah di SMA itu, iv baru tau klo ada salah satu makhluk yg cantik banget"
iv tersenyum membayangkan momen ketika di parkiran, dia salting lagi pas inget momen dimana gadis yg sedang ia perbincangkan dengan sang mamah tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepadanya.
"kakak kelas? apa se angkatan? "
" nah itu dia, iv gatau"
"tapi klo se angkatan si gamungkin ya, soalnya iv lumayan hapal muka muka yg satu angkatan sama iv"
mamah nya hanya mengangguk sebagai respon, setah itu ia menyuruh vivi untuk masuk ke kamarnya.
vivi pun menurut, dan ia berjalan menuju kamarnya.
sesampai nya di kamar, ia langsung saja bersiap siap untuk tidur, walaupun jam masih menunjukkan pukul 8.48 tapi bagi ia itu sudah hampir masuk jam tidurnya.
sebelum memejamkan matanya, vivi menatap langit langit kamar dan bergumam
semoga aja besok bisa liat dia lagi.
dan akhirnya ia pun memejamkan mata.
16 oktober 2025
YOU ARE READING
Menarik
Romance"livi diem." "livi diyim" "HAHA, yauda ayo beli takoyaki" gabut jadi bikin cerita aja, ga ngarepin vote atau apapun itu lah. sekedar nuangin imajinasi aja. pure ide aku sendiri ya.. fxf
