Prolog

4 0 0
                                        

Seorang gadis kecil dengan kening berkerut menatap makam di depannya penuh tanda tanya. Dibawah rintik hujan, kaki kecilnya seolah 'tak ingin pergi dari sana. Hanya memperhatikan orang-orang yang datang untuk menangis di depannya.  

"kenapa kakak ditanam,ma? apa bisa tumbuh kayak bunga-bunga di rumah?" tanyanya kepada wanita muda yang tengah menggandeng tangan kecilnya. 

"mama?" lirihnya saat tidak mendapati respon sang mama.

Menghadapi pertanyaan pertanyaan tersebut, ia 'tak marah lantaran sang buah hati yang baru berusia 5 tahun. "bukan sayang,kakakmu cuma mau istirahat"  

"tapi mama..." 

Belum sempat si kecil itu berkata, seorang pria paruh baya dengan setelan kantoran dengan lingkaran hitam di mata yang sembabnya menghampiri mereka seraya berkata

"Milla,papa antar kamu pulang sekarang juga"  katanya sambil menarik lembut tangan gadis kecil itu.

"Tapi papa! Milla mau main sama kakak"  

"Pulang!"

Gadis kecil itu hanya bisa pasrah saat digandeng menuju mobil oleh sang papa. Ia masih tidak mengerti atas apa yang terjadi. yang ia ingat hanya janji sang kakak yang akan mengajaknya bermain sepulang sang kakak dari sekolah. Namun kini kakaknya tidak lagi bersama mereka. Kini ia telah berpulang ke pangkuan tuhan untuk selamanya. meninggalkan Milla kecil yang kebingungan seorang diri. 

Siapa yang menyangka jika kematian gadis berusia delapan belas tahun itu akan membawa perubahan besar dalam hidup Milla? Hari-hari kelam yang akan dilalui gadis kecil itu kedepannya serta teori-teori yang mulai tidak masuk akal tentang kematian sang kakak yang akan didengarnya suatu hari nanti. Semua itu akan mengubah sosok Milla yang ceria dan cerewet menjadi gadis dingin yang kejam. 

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 12, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HIDDEN TRUTHWhere stories live. Discover now