e c h o e s

126 7 0
                                        

diam adalah panggung

sunyi adalah kekuatan

*

Suara... ada di mana-mana.

Setiap rahasia yang dibisikkan lalu ditelan malam, setiap jeritan yang tertahan di tenggorokan, setiap tangis yang sengaja disembunyikan-semuanya tidak pernah benar-benar lenyap. Suara-suaranya tetap menggantung di udara, meresap ke dinding, tanah, dan ingatan. Mereka menumpuk, berputar, dan ketika beban itu tak lagi tertahan lahirlah sesuatu yang bisa menatap balik kepada kita.

Mereka menyebutnya echoes. Beberapa istilah lain seperti roh jahat, gema hitam, ataupun hantu. Mereka adalah makhluk yang lahir dari jiwa-jiwa retak, dibentuk oleh trauma dan ketakutan manusia sendiri. Sebagian hanya berupa bisikan samar di telinga saat kita sendirian. Sebagian lain menjelma bayangan yang sanggup melahap jiwa, merobek kewarasan, bahkan mengambil nyawa.

Selama berabad-abad, sebuah persekutuan kuno yang dikenal sebagai Ordo Mandala berdiri di balik Tirai Dunia-lapisan tak kasatmata yang memisahkan manusia dari kegelapan yang lahir dari masa lalu mereka. Mereka menahan arus, menjaga keseimbangan agar echoes tidak menyebar dan menelan kehidupan. Tapi tak ada tirai yang abadi. Retakan selalu datang, cepat atau lambat, karena masa lalu tak pernah benar-benar bisa dikurung.

Pagi buta ini, retakan itu mulai terdengar. Bukan ledakan, bukan gempa, hanya ujian sekolah yang seharusnya rutin-tetapi dari celah kecil itu, sesuatu menyelinap keluar. Sunyi yang salah mulai menyelimuti kota. Jalanan yang biasanya penuh kini menjadi lengang. Udara menjadi berat, seperti ada mata tak terlihat yang mengintai. Di sudut-sudut gelap, gema lama bergerak mencari jalan masuk.

Dan di tengah segala ketenangan yang menipu itu, seorang pemuda biasa menjalani tugasnya sebagai budak korporat biasa di sebuah kantor desain. Namanya Ardan Dewangkara. Ia tidak berasal dari keluarga penjaga, bukan bagian dari Ordo Mandala, bahkan tidak tahu apa-apa tentang kabut dan Tirai Dunia. Namun malam yang akan datang, ia akan merasakan sesuatu yang seharusnya mustahil dirasakan manusia: suara-suara dari balik kegelapan.

Satu bisikan kecil mampu mengubah segalanya.

Satu langkah yang tanpa sengaja membawa Ardan ke dalam pusaran dunia yang selama ini tersembunyi. Sebuah dunia di mana masa lalu tidak pernah mati, hanya menunggu untuk kembali.

Ardan bukan pahlawan. Ia tidak terlatih, tidak bersenjata, dan tidak tahu siapa yang bisa ia percaya. Tapi ketika Tirai Dunia mulai retak, pilihan untuk berpaling tidak lagi ada. Dia bisa lari... atau menghadapi kegelapan yang bahkan para penjaga tua pun takutkan.

Karena begitu ia mendengar suara-suara itu, hidupnya-dan mungkin dunia-tidak akan pernah sama lagi.

oOo

Hujan baru saja reda. Aspal di depan SMA Negeri 28 Jakarta masih basah dan memantulkan cahaya matahari yang terik namun tertutup awan tipis. Udara siang itu lembap, panas yang menempel di kulit bercampur aroma tanah basah dan dedaunan yang baru diguyur hujan.

 Udara siang itu lembap, panas yang menempel di kulit bercampur aroma tanah basah dan dedaunan yang baru diguyur hujan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
ECHOESStories to obsess over. Discover now