Pagi itu, Gisela Aulia Randika berdiri di depan cermin kamar dengan penuh semangat. Tangannya cekatan mengoleskan lipstik dan memperbaiki riasan wajahnya agar tampak segar dan sempurna. "Perfect," gumamnya puas setelah menyelesaikan sentuhan terakhir di wajahnya yang cantik.
Dengan langkah ringan, dia turun menuju ruang makan, di mana Papa dan Mamanya sudah menunggu di meja sarapan. Randika Pratama tersenyum hangat, sementara Kamila Andini menyapa, "Sarapan dulu, sayang. Jangan lupa isi tenaga sebelum sekolah."
"Terima kasih, Pa, Ma," jawab Gisela sambil duduk dan mulai menyantap makanannya. Setelah selesai, ia pamit dan berjalan keluar rumah. Supir keluarga sudah siap menunggu dengan mobil di depan, siap mengantarnya ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, Gisela membuka pintu mobil mewah itu dan melangkah turun dengan kaki jenjangnya yang anggun. Sepanjang jalan menuju kelas 11 IPA 3, banyak pasang mata tertuju padanya. Ada yang mengagumi, ada juga yang menyimpan tatapan sinis. Namun, Gisela sama sekali tak peduli. Ia mengangkat dagu dan berjalan lurus ke depan, menutup telinga dari bisik-bisik dan tatapan orang-orang.
Hari ini, seperti biasa, dia siap menghadapi dunia yang penuh warna di sekolahnya.
•••••••••••
Sesampainya di kelas, Gisela langsung duduk di bangku miliknya dan mengeluarkan ponsel, mulai menggeser-geser layar media sosial. Tiba-tiba, ada sentuhan lembut di kepalanya. Gisela mendongak dan melihat Deffan berdiri di depannya, dengan senyum manis yang selalu ia simpan khusus untuknya.
“Pagiii, sayang,” sapa Deffan.
“Kamu ini, jangan diacak-acak kepala aku,” jawab Gisela sambil sedikit cemberut.
“Hehe, maaf, sayang. Tapi kamu tetap cantik di mataku,” goda Deffan.
“Masih pagi, Deffan, jangan terus-terusan gombal,” balas Gisela sambil tersenyum.
“Kenapa? Aku cuma bilang yang sebenarnya kok,” jawab Deffan nakal.
“Aku jadi salting nih dipuji terus sama kamu,” kata Gisela sambil menutupi wajahnya dengan tangan, malu-malu.
“Hahaha, masa sih? Salting sama aku?” Deffan tertawa ringan dan lalu duduk di kursinya.
Selama pelajaran, Deffan terus mengusili Gisela dengan candaannya sampai ia mulai kesal. Namun, tak lama kemudian guru masuk dan mulai mengajar. Seperti biasanya, saat ada kuis kecil, Deffan lah yang paling cepat mengangkat tangan dan maju menjawab pertanyaan dengan percaya diri. Guru pun memujinya di depan kelas.
Ketika bel istirahat berbunyi, Deffan mengajak Gisela ke kantin bersama teman-teman mereka. Mereka berjalan berdampingan dan duduk makan dengan tenang, menikmati waktu bersama sebelum kembali ke kelas untuk pelajaran selanjutnya.
Menjelang jam pulang sekolah, Gisela dan Deffan berjalan berdampingan menuju parkiran. Deffan menawarkan, "Pulangkan bareng yuk, biar aku antar."
Gisela mengangguk, "Boleh, aku hubungi supirku dulu ya, bilang nggak usah jemput."
Deffan tersenyum dan Gisela segera mengirim pesan, lalu mereka pun berjalan keluar sekolah bersama.
Di perjalanan pulang, mereka sempat mampir ke sebuah toko roti kecil yang baru buka. Mereka membeli beberapa camilan dan menikmati kebersamaan itu dengan ringan dan santai.
Sesampainya di rumah Gisela, ternyata Mama dan Papa belum pulang. Ia pun memutuskan untuk langsung naik ke kamar, membersihkan diri sejenak sebelum rebahan di kasur empuknya.
Saat Gisela sedang asyik menikmati waktu santai, ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk dari grup chat teman-temannya — Sela, Bela, dan Valle. Mereka sedang seru-seruan membahas gebetan Bela, si cowok dari kelas sebelah.
Sela:
"Guys, kalian tau gak sih? Gebetan aku kelas sebelah tambah ganteng! 😍"
Bela:
"Ciyee, Sela mulai ngomongin gebetan lagi nih… Hahaha"
Valle:
"Eh iya, gue setuju! Kelas sebelah emang banyak yang kece-kece sih."
Sela:
"gue ajak Lo semua ke mall besok sepulang sekolah, biar kita bisa ketemu dah lama ga keluar bareng ih!"
Bela:
"eh iya jugaa. harus bisa semuaa besok, titik!"
Gisela:
"haha oke lah."
Valle:
"Yoi! Besok kita eksplor mall bareng. Jangan lupa bawa duit yang banyak!"
Setelah membalas dan mengikuti obrolan hangat itu, Gisela turun ke bawah untuk mencari sesuatu untuk dimakan. Di meja makan sudah tersedia makanan yang disiapkan oleh bibinya.
“Bi, mama dan Papa sudah pulang?” tanya Gisela.
“Oh, nyonya sudah pulang, tapi tuan masih di kantor. Katanya tadi Nyonya lembur,” jawab bibi.
“Oh, begitu ya bi. Makasih ya.”
Tak lama kemudian Mama Gisela turun dan mereka sempat mengobrol ringan sebelum makan bersama.
Setelah selesai makan, Gisela pamit naik ke kamar terlebih dahulu. Ia membuka tugas yang tadi diberikan guru. Namun, setelah satu jam mencoba memahami soal-soal yang membuat kepalanya hampir meledak
merasa otak nya sudah tak mampu memahami soal soal ini Ia pun mengirim pesan ke Deffan, “Sayang, aku pusing banget. Gak ngerti sama tugasnya Bu Erin.”
Tak lama, telepon dari Deffan masuk. Gisela segera mengangkat dan wajah Deffan muncul di layar.
“Hai, Gisel! Kamu udah coba yang bagian mana?” tanya Deffan dengan suara penuh perhatian.
“Aku udah coba, tapi pas soal yang kedua, aku gak ngerti gimana caranya nyelesaiin itu. Ribet banget!” keluh Gisela.
Deffan tersenyum, “Oke, coba aku jelasin ya. Jadi, soal nomor dua itu kan minta kamu cari turunan fungsi, kan? Pertama, kamu harus ingat aturan pangkat dan aturan turunan. Misalnya fungsi f(x) = x^3, turunan f’(x) itu 3x^2. Nah, kalau ada fungsi yang lebih kompleks, kamu bisa breakdown jadi bagian-bagian kecil.”
“Aku ngerti sedikit, tapi kalau ada fungsi perkalian gimana?” tanya Gisela penasaran.
“Ini dia yang namanya aturan turunan hasil kali. Misalnya kamu punya fungsi u(x) dan v(x), turunan produk itu f’(x) = u’(x) * v(x) + u(x) * v’(x). Aku bisa kasih contoh kalau mau,” jelas Deffan sabar.
“Boleh! Aku butuh banget nih contohnya,” jawab Gisela.
Deffan lalu mulai memberikan contoh sederhana satu per satu dengan bahasa yang mudah dimengerti. Gisela mengikuti dengan saksama sambil sesekali mengangguk.
“Gokil ya, aku senang deh punya pacar yang pinter dan sabar kayak kamu,” kata Gisela sambil tersenyum lega.
“Hahaha, makasih, sayang. Tapi jangan lupa, kamu juga harus latihan terus biar makin paham.”
“Iya, aku bakal belajar lebih giat,” balas Gisela.
Setelah mereka selesai membahas tugas, mereka ngobrol sebentar sebelum Deffan berkata, “Udah malam, Gisel. Tidur dulu ya biar besok gak ngantuk di kelas.”
“Iya, Deffan. Makasih banyak ya. Selamat malam,” jawab Gisela sambil menutup panggilan.
Gisela menarik selimut dan memejamkan mata, merasa beruntung punya Deffan di sisinya.
YOU ARE READING
GISELLA
Teen FictionGisela aulia randika cewe cantik, famous, kece yang berpacaran dengan deffan wiranta cowo tampan, berprestasi, dan pastinya idola banyak cewe cewe. mereka sudah menjalin hubungan kurang lebih 3 tahun, hubungan mereka bermula pada saat smp kelas 3 SM...
