bab 1 kematian

37 4 2
                                        

Typo bertebaran.

Selamat membaca









Happy reading

🦋🦋🦋

🦋🦋🦋🦋🐥

"Apaan! Novel sampah!"

"Novel apani? Jelek banget!"

"Kenapa ya bisa up cerita kek gini, nyesel gue bacanya!"

"Kalo nggak bisa nulis jangan nulis!"

"Udah cerita jelek! Alurnya pasaran lagi!"

"Nggak enak banget novelnya! Penulisnya ini pasti suka nyiksa orang!"

Areksa Maheswara, laki-laki dengan wajah pucat itu menutup ponsel jadulnya didada,tidak sanggup membaca komentar buruk yg ditulis mereka.

Sungguh hatinya terasa sakit melihat bacaan itu,ia mengusap air matanya yang jatuh, padahal ia hanya ingin membagikan hobinya agar orang lain bisa membaca apa isi hatinya, walupun jumlah pembaca novelnya sedikit tapi itu membuat ia bahagia,tapi saat melihat komentar jahat yang tertara di sana membuat ia sedih. Padahal ini adalah salah satu kebahagiaan kecil nya.

Membuka kembali ponselnya, menulis tulisan 'hapus' yang tertara dilayar  ponsel jadul itu. Tidak ada lagi novel lagi disana yang tertera.

Areksa maheswara,nama yang indah tapi tidak seindah kehidupan nya, lelaki berparas tampan itu berusia 19 tahun, penulis adalah cita-cita terbesarnya, seorang penderita kanker otak stadium akhir dan hidup berdasarkan belas kasihan orang.

Keluarga? Ada, Areksa mempunyai keluarga yang lengkap, ayah,ibu, dan saudara.

Tapi sejak dulu ia tidak pernah mendapatkan setitik kasih sayang yang di berikan oleh mereka, hingga tiga tahun terakhir ia menderita kanker otak.

Berharap sedikit ada rasa kehilangan yang diberikan oleh orang tua dan kakaknya,tapi malah mendapatkan sebaliknya.

Keluarganya hanya menyayangi kakak-kakaknya,semua yang mereka mau pasri akan dituruti oleh kedua orang tuanya,tapi tidak dengan dirinya, dirinya seperti anak yang tidak diharapkan oleh siapapun.

Reksa ingat betul bagaimana keluarganya malah memarahi nya dan menyalahkannya saat dia memberi tahu jika ia sakit.

"Dasar sialan! Kenapa kau selalu saja menyusahkan ku!"

"Kenapa kau masih hidup hidup? Bukannya kau mengatakan sakit? Kenapa kau masih hidup?"

"Jangan mendekati ku! Dasar menjijikan!"

"Jangan sok sakit deh loh! Gue tau lo cuma pura-pura biar kita peduli kan?"

"Jangan deketin gue! Paham nggak! Elo nggak budeg kan? Dasar penyakitan! Gue nggak sudi lo jadi adik gue! Jijik tau gak!"

"Lebay! Dikit-dikit abang,lo bukan adik gue! Pergi Lo!"

Bahkan tidak ada tempat baginya, mereka tidak mau berteman dengannya,sejijik itukah dirinya?

Kenapa?

Apa tidak boleh ia merasakan apa itu kasih sayang?

Apa tidak boleh dia melakukan semua tindakan itu?

Dia melakukan apapun termasuk mencari perhatian pada mereka,tapi apa yang dia dapatkan? Hanya hinaan sebagai balasan diberikan oleh mereka.

Apa tidak boleh?

AREKSA Stories to obsess over. Discover now