~𝐴𝑤𝑎𝑙~

99 5 0
                                        

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

....

─ 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛, 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑡𝑖, 𝑏𝑒𝑟ℎ𝑎𝑟𝑎𝑝 𝑘𝑎𝑢 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖,𝑤𝑎𝑙𝑎𝑢𝑝𝑢𝑛 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎...

~𝐴𝑧𝑎ℎ𝑟𝑎 𝑎𝑑𝑒𝑙𝑖𝑎 ~

....

─ 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑔𝑖𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢, 𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟𝑖-𝑘𝑢...

~𝐴𝑟𝑘ℎ𝑎𝑛 𝑑𝑤𝑖 𝑚𝑎ℎ𝑒𝑛𝑑𝑟𝑎~

....

🍒🍒

"Zahra, mamah mohon nak, terima lah perjodohan ini!!" pinta seorang wanita paruh baya, pada putri sulung nya.

Langkah kaki gadis itu berhenti, dia membalikkan badannya, menatap sang ibu.

Helaan nafas, terdengar keluar dari bibirnya.
"Mah, ayolah.. Ini bukan sekali dua kali mamah memohon sama Zahra buat nerima perjodohan ini. Mamah apa nggak capek?!" tanya gadis bernama Zahra tersebut.

Dengan cepat mamahnya menggeleng, wanita paruh baya yang sering di panggil Nadia itu melangkah maju mendekati putri sulung nya.

"Nak, ibu tau kamu nggak akan mau menerima perjodohan ini. Tapi, ibu mohon, demi janji almarhum ayah nak." pinta Nadia, sekali lagi dengan nada lembut, dan mata berkaca-kaca.

Zahra terdiam, dia sebagai anak tentunya sangat tidak bisa menolak, jika sang ibu sudah memohon seperti ini.

"Baiklah, Zahra terima perjodohan ini" ucap nya.

🍒🍒

Malam hari pun tiba, dan keluarga dari pihak laki-laki telah datang.

Sementara itu, di sebuah kamar bernuansa putih.
Zahra terdiam mematung, menatap dirinya dari pantulan cermin yang ada di kamarnya.

Menikah, bukanlah keinginan nya, tapi apa yang bisa ia lakukan?
"Ck! Coba aja dulu ayah nggak berjanji buat perjodohan ini, pasti gue nggak akan bingung kaya gini" gerutu nya.

Tiba-tiba pintu terbuka, menampilkan seorang remaja laki-laki. Langkah nya mendekati kakak perempuan nya.

Ia memegangi kedua pundak kakaknya, "Udah, nggak usah di ambil pusing. Lagian, gue lihat laki nya ganteng kok" ujar remaja laki-laki tersebut.

Ia menatap kakak perempuannya itu, dari cermin, lalu menarik kedua sudut bibir kakaknya tersebut.

"Senyum dong, masa cemberut gitu" ucap nya, dengan di akhiri kekehan kecil.

"Yaudah, gue tunggu lo di bawah" ucap nya, dan melangkah meninggalkan kamar.

Sekali lagi, Zahra menatap dirinya. Dan tiba-tiba terbesit sebuah ide konyol dari pikiran nya.

Tawa renyah terdengar begitu keras, menghiasi ruang tamu keluarga Zahra.

Mengingat kembali masa-masa dengan almarhum ayah Zahra, saat masih bersama.

"Mamah" suara tersebut, berhasil menghentikan tawa mereka, dan dengan sontak menatap ke arah sumber suara tersebut.

"Pft... Jhahahahahahaha" seketika tawa Adam, adik bungsu Zahra lepas seketika, ketika melihat penampilan kakak perempuan nya yang mengenakan gamis milik ibunya, yang seperti gamis qosidahan.

"Zahra," panggil Nadia pelan.

Zahra menoleh, manatap ibu nya.

"Zahra, masyaAllah Cantik sekali!!" puji ibu dari pihak laki-laki, bernama Khadijah.

"Benarkan kata ku Nad, anak perempuan mu, ketika dewasa nanti, pasti akan cantik seperti ibu nya" lanjut Khadijah.

"Yaudah mah, ayo kita ngobrol di taman belakang. Kita biarin mereka ngobrol dulu" ajak Haikal.

Nadia, dan yang lainnya pun sepakat, mereka pun meninggalkan Zahra dan laki-laki itu di ruang tamu. Membiarkan mereka berdua bersama, dan berbicara.

"Siapa nama lo?" tanya Zahra tiba-tiba. Remaja laki-laki itu pun menoleh.

"Nama saya, Arkhan dwi mahendra" jawab laki-laki itu singkat.

Zahra hanya memangut-mangutkan kepala nya.
"Lo, kenapa mau di jodohin sama gue?" tanya Zahra.

Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Arkha, "apa lo juga di paksa sama orang tua lo, buat nerima perjodohan ini?" tanya Zahra kembali, agar mendapatkan jawaban dari lawan bicaranya tersebut.

"Tidak, aku hanya ingin ayah ku menepati janji tersebut" jawab Arkha.

"Kenapa? Kita kan nggak saling cinta? Bisa aja kan, lo nolak pakai cara apa gitu, kenapa harus lo terima?" tanya nya lagi.

"Karena saya ingin, berbakti kepada ayah dan juga ibu saya. Dan soal cinta, saya yakin cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu." ucap Arkha.

"Gimana, kalau pada akhirnya, nanti gue nggak bisa cinta sama lo?" tanya Zahra. Ia ingin melihat, sejauh mana Arkha dapat menjawab pertanyaan nya itu.

Namun, belum sempat Arkha menjawab. Tiba-tiba, keluarganya kembali lagi.

"Arkha, ayo kita pulang nak" ajak Khadijah, ibu Arkha.

Arkha pun berdiri, ia menoleh ke arah Nadia, ia melangkah maju meraih tangan wanita tersebut, dan mencium nya.

"Nadia, kami pulang dulu ya. Lain kali, kami datang lagi" ucap Khadijah.

"Iya, hati-hati ya" ucap Nadia.

🍒🍒

Yeayy!! Kembali lagi!!!
Gimana, semoga suka sama awalan cerita ini yaa...
Jangan lupa, buat nambah komentar, dan juga like..
Biar saya semakin bersemangat dalam melanjutkan cerita ini... 🩷🩷

ARKHANZAWhere stories live. Discover now