Bab 1

4 2 1
                                        

Disclaimer!

Cerita ini merupakan karya fiksi. Nama, tokoh, tempat, dan kejadian dalam cerita tidak dimaksudkan untuk mencerminkan kejadian nyata atau menyinggung pihak manapun.

Cerita ini mengandung unsur drama, penculikan, kekerasan, dan hubungan yang kompleks secara emosional, yang tidak untuk ditiru di dunia nyata. Harap bijak dalam membaca dan memahami konteks cerita sebagai hiburan semata.

Bab 1

Malam yang sunyi. terdengar suara hujan yang menyatu dengan desiran angin kencang. Kilatan petir sesekali menerangi langit yang gelap. dari balik jendela yang dipenuhi bintik-bintik air kecil, terlihat Runa yang sedang melamun. Tetesan air mata mengalir di pipinya. Sesekali Runa berjalan kesana-kemari, ia terlihat khawatir.
"duh tyo kemana".
Dari arah dapur yang gelap terdengar suara pecahan gelas , entah siapa yang memecahkan gelas itu. Tak lama kemudian Terdengar ketukan dari arah pintu,

"Apakah itu tyo? Kayaknya tyo deh"
Runa begegas berjalan menuju pintu. Sontak ia membuka pintu tersebut, tapi yang di depan nya kini bukan adiknya tyo yang ia tunggu itu, tapi seorang pria asing yang bertubuh kekar dan tinggi, pria itu berpakaian hitam dari atas sampai ujung kaki . Pria itu dengan kejam menarik pinggang runa ke pelukan nya. Runa terkejut dan mencoba untuk melepaskan diri nya dari pelukan pria tersebut tapi tubuh Runa terlalu kecil sehingga Runa tidak mampu untuk melawannya.
"lepasin gua! " teriak kesal runa

"hei?, santai dulu dong"

"gimana mau santai, lepasin dulu
kocak"

"kalo gua ga mau?. Lo bisa apa? "

"lo!, ck"

Pria itu menutup mulut Runa menggunakan kain yang telah berisi obat tidur. Tidak lama Runa mulai tertidur , dan pria itu langsung membawanya ke sebuah rumah yang jauh sekali dari rumah nya. rumah itu rumah mewah yang ada disebuah lapangan hijau yang dikelilingi pepohonan hijau yang tubuh subur, dan ditumbuhi bermacam-macam bunga yang indah , sehingga membuat kawasan disana terasa lebih sejuk . pria itu mengikat tangan Runa di kasur supaya Runa tidak kabur ketika ia bangun nanti. Pria itu dengan pelan menampar pipi Runa . Tanpa disadari tamparan pelan itu membangunkan Runa

"eughh... Eughh"

"Eh ngapain tangan gua diborgol gini"

"shtt diem, jangan berisik "

"lu siapa!"

"dan ngapain tangan gua diiiket gini!?"

"lepasin gua!"

"diemm, jangan teriak-teriak"

"bajingan lo...!!"

"gua bukan bajingan. Dan kenalin gua Kael Aurelius Duskmoor"

"Dan siapa nama lo, nona galak? Hm?"
"ck".

Runa hanya diam tak menjawab pertanyaan yang di ajukan kael itu, kael hanya menggelengkan kepalanya dan beranjak pergi dari ruang tersebut dan meninggalkan Runa yang terdiam itu. Kini ruangan itu terasa hening hanya terdengar suara kipas angin Yang berputar lambat, dan bunyi jam dinding yang kadang terasa terlalu nyaring diantara hening yang menyesakkan. Runa hanya bisa berbaring dan menatap langit. Tak terasa hujan semakin deras, petir kembali menyambar dan membuat langit terang. Hembusan angin kencang membuat jendela terbuka dengan sendirinya.

Runa terkejut dengan jendela yang terbuka karena angin itu, ia merasa kedinginan dan tidak tahu harus bagaimana lagi, tangan nya terborgol kencang sehingga ia tidak dapat melakukan apa apa lagi, Ia hanya dapat menahan rasa kedinginan nya itu.
Tanpa terasa pagi pun datang , Runa pun terbangun dari tidur nya, dan di pagi itu ia tersadar bahwa borgol ditangan nya sudah dilepas, ia merasa lega karena tangan nya tidak sakit lagi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 30, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

fiencé with a gunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang